Mengenal 12 Alat Musik dari Jawa Barat yang Khas dan Menarik

alat musik dari jawa barat

Merinci alat-alat musik dari Jawa Barat yang khas dan mungkin masih jarang diketahui orang. Demi melestarikan dan merawat kebudayaan, kita sajikan dalam bentuk tulisan.


Jawa Barat selalu identik dengan urang sunda yang merupakan suku yang mendominasi di walyah tersebut. Begitu juga dengan kebudayannya yang cukup terkenal, dari kesenian, tari-tarian, perwayangan, dan yang lainnya selalu menjadi daya tariknya tersendiri. Tentu, berbagai kesenian tersebut tak bisa dilepaskan dengan alat-alat musik khas yang mengiringi.

Alat musik dari Jawa Barat begitu beragam. Mulai dari angklung, karinding, calung, hingga jengglong yang identik dengan alat musik bonang. Sayangnya, tak banyak orang yang mengenal apalagi mendalami alat-alat musik yang khas tersebut.

Dengan keunikan dan ke-khas-an alat-alat musik Jawa Barat, kita mencoba merinci alat-alat musik tradisional yang mungkin kamu belum mengetahuinya, Maka inilah 12 alat musik dari Jawa Barat yang khas dan unik!


Baca juga: 15 Alat Musik Tradisional Jawa Timur yang Bakal Membuatmu Terkesima!


1. Karinding

alat musik karinding
infobdg.com

Karinding merupakan alat musik kuno dari derah Cineam, Tasikmalaya, Jawa Barat. Tidak hanya di daerah tersebut, alat musik ini kemungkinan sudah menyebar ke berbagai daerah lain. Hanya saja, nama dan bentuknya yang mungkin sedikit berbeda.

Alat musik karinding dinamakan demikian karena bentuknya yang mirip dengan sejenis serangga yang biasa disebut kakarindingan. Dari sana, mereka berpikir, “Bila ada kakarindingan, maka pasti ada karinding-nya!” (seperti mobil-mobilan, maka ada mobil-nya).

Pada masa lalu, karinding biasa dibawa oleh petani dan digunakan untuk mengusir hama di sawah. Selain memiliki frekuensi yang mampu mengusir hama, alat ini juga digunakan sebagai alat pengusir lelah dan bosan saat bekerja di sawah.

Selain itu, karinding juga merupakan alat musik yang biasa dibawa oleh pria yang sudah akil baligh ketika bertandang ke rumah gadis yang ia sukai (kala itu para para gadis masih dipingit di dalam rumah). Di setiap rumah mereka, sering ditemukan alat musik karinding terselip di antara bilik-bilik rumah mereka.

Karinding sendiri merupakan alat musik pukul. Cara memainkannya dengan menyelipkannya ke dalam mulut, lalu pada bagian ujungnya disentil/dipukul menggunakan jari. Dengan begitu, alat musik ini akan menghasilkan bunyi “pow…” dengan rongga mulut pemain berperan sebagai semacam soundboard-nya.

Karinding tidak memiliki nada dan disebut sebagai alat musik ritmis. Namun permainannya tetap bergantung pada pemainnya, beberapa pemain karinding yang sudah ahli bisa memainkan karinding menjadi alat musik melodis.

2. Angklung

angklung
smktanjungpriok1.sch.id

Angklung adalah alat musik multitonal (bernada ganda) yang berkembang secara tradisional pada masyarakat Sunda di Pulau Jawa bagian barat. Alat ini terbuat dari bambu, dimainkan dengan cara digoyang. Suara angklung dihasilkan dari benturan badan pipa bambu, sehingga menghasilkan suara yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil.

Dalam Dictionary of the Sunda Language karya Jonathan Rigg yang diterbitkan di Batavia pada 1862, tercatat bahwa angklung adalah alat musik yang terbuat dari pipa-pipa bambu yang dipotong ujung-ujungnya sehingga menyerupai pipa-pipa dalam suatu organ, kemudian pipa-pipa tersebut diikat bersama dalam satu bingkai.

Alat musik angklung tercatat sebagai karya agung warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dari UNESCO semenjak November 2010.

3. Calung

alat musik dari jawa barat
rumahulin.com

Calung adalah sebuah alat musik Sunda yang peruakan prototipe dari angklung. Namun berbeda dengan angklung yang dimainkan dengan digoyang, calung dimainkdan dengan cara dipukul pada batang bilahan (tabung bambu) yang tersusun menurut titi laras (tangga nada) pentatonis (da-mi-na-ti-la).

Jenis bambu yang digunakan pada bahan pembuatan calung adalah awi wulung (bambu hitam), namun ada juga yang dibuat dari awi temen (bambu putih). Selain sebagai alat musik, calung juga merupakan sebutan dari salah satu seni pertunjukan khas Sunda. Ada dua jenis calung, yaitu: calung rantay dan calung jinjing.

4. Arumba

alat musik jawa barat
angklungudjo.com

Arumba merupakan alat musik yang terbuat dari bambu, sama seperti angklung. Istilah ‘arumba’ merupakan singkatan dari alunan rumpun bambu. Pada awalnya, alat musik ini menggunakan tangga nada pentatonis. Namun seiring perkembangan zaman, alat ini menggunakan tangga nada diatonis.

5. Kacapi

alat musik kacapi
tokopedia.com

Kacapi merupakan alat musik petik asli Indonesia yang  serumpun dengan alat musik petik serupa yang terdapat di wilayah Asia Tenggara dan Asia Timur (Thai, Burma, Vietnam, Cina, Korea, dan Jepang).

Di Indonesia, alat musik kacapi sudah tersebar ke banyak wilayah seperti Sunda, Batak, Jawa, Dayak, Bugis, Toraja, Timor, dan daerah-daerah lain. Alat ini tersebar dengan bentuk dan nama yang berbeda-beda di setiap daerah, misal ada yang menyebut kasapi, kacaping, kutiapi, kacapi, dan sebagainya.

Namun pada kacapi Sunda, bentuk dan teknik bermainnya lebih berkembang dan sudah maju apabila dibandingkan dengan alat musik petik sejenis yang terdapat di daerah-daerah lain di Indonesia. Bahkan kini dengan hadirnya kemajuan teknologi, terciptalah kacapi elektronik yang lebih canggih dan modern.


Baca juga: Mengenal 9 Alat Musik Tradisional Banten yang Khas dan Eksotis!


6. Toleat

toleat
blibli

Toleat merupakan alat musik tiup khas daerah Subang. Alat ini biasa dimainkan oleh penggembala di daerah Pantura sembari menunggu gembalanya. Pada awalnya, toleat dibuat dari bahan jerami, namun seiring berjalannya waktu alat ini dibuat dari bambu tamiyang melihat kualitas dan keawetan bahan ini.

Toleat memiliki delapan lubang nada dengan nada dasar salendro, menghasilkan suara yang unik dan khas menyerupai suara saxophone. Bentuknya memang mirip dengan seruling, namun toleat memiliki rit yang terbuat dari kayu berenuk.

Toleat dapat dikombinasikan dengan beberapa jenis alat musik lain dan menghasilkan eksplorasi musik yang bagus. Toleat biasa dikolaborasikan dengan kecapi dan kendang, bahkan kini juga dipadukan dengan alat-alat musik modern seperti keyboard.

7. Tarawangsa

alat musik dari jawa barat
http://gunawanadriana167.blogspot.com/

Tarawangsa merupakan alat musik tradisional Jawa Barat yang dimainkan dengan cara digesek. Keberadaan alat ini rupanya lebih tua dibandingkan dengan alat musik rebab. Terbbukti alat musik tarawangsa ini disebutkan dalam naskah kuno abad ke 18, Sewaka Darma.

Alat musik tarawangsa dapat dijumpai di beberapa daerah di Jawa Barat dan Banten, di antaranya: daerah Rancakalong (Sumedang), Cibalong dan Cipatujah (Tasikmalaya), Banjaran (Bandung), dan Kanekes (Banten).

Meskipun alat musik ini memiliki dua dawai, namun hanya satu dawai saja yang dimainkan dengan cara digesek. Selebihnya, dawai tersebut dimainkan dengan dipetik menggunakan jari telunjuk tangan kiri. Sebagai salah satu alat musik tradisional, tarawangsa kerap dimainkan dengan diiringi alat musik sejenis kecapi bernama jentreng.

8. Jentreng

alat musik dari jawa barat
tribunnews.com

Jentreng merupakan alat musik tradisional Jawa Barat yang dimainkan dengan cara dipetik dan di-toel (disentuh). Alat ini sangat identik dengan alat musik kecapi, hanya saja dengan ukuran yang lebih kecil dan hanya memiliki 7 senar. Biasanya, jentreng dibuat dari kayu kembang kenanga atau kayu nangka.

Keberadaan alat musik jentreng ini tak jauh berbeda dengan tarawangsa, karena memang keduanya seringkali dikolaborasikan dalam sebuah kesenian yang dikenal kesenian Jentreng atau Tarawangsa.

9. Genggong Subang

genggong jawa barat
http://rionudjulmahesa.blogspot.com/

Genggong adalah sebuah kesenian khas Kabupaten Subang, Jawa Barat. Istilah ‘genggong’ sendiri berasal dari sebuah nama rawa/ranca Genggong. Sebenarnya, istilah genggong lebih merujuk pada nama sebuah kesenian atau hiburan rakyat yang terdiri dari berbagai macam alat musik tradisional. Kesenian ini biasanya untuk merayakan hari-hari besa seperti hari kemerdekaan.

Bertolak dari Jawa Barat, rupanya di Pulau Dewata Bali juga dijumpai sebuah alat musik dengan nama yang sama, genggong. Alat musik Bali ini terbuat dari pelepah enau dan dimainkan dengan cara mengulum (yanggem).

10. Suling Bambu

alat musik dari jawa barat
http://ayundafirsty.blogspot.com/

Dalam tradisi Sunda, suling terbuat dari bambu jenis tamiyang dengan ukuran panjang 52 cm hingga 52 cm dan diameter 15 mm hingga 18 mm. Dalam sebatang bambu itu, terdapat beberapa lubang, satu lubang diikat dengan rotan yang telah ditipiskan sebagai sumber suara, kemudian 6 hingga 9 lubang sebagai pengatur nada.

Dalam kesenian Karawitan Sunda, terdapat dua jenis suling. Pertama, suling lubang enam (liang genep) yang biasanya digunakan dalam tembang Sunda Cianjur-an, Gamelan Degung Kreasi. Kedua, suling lubang empat (liang opat) yang biasanya dipakai dalam Gamelan Degung Klasik dan tembang Sunda Cianjur-an.

11. Celempung

celempung
alampedia.blogspot.com

Celempung merupakan alat musik yang terbuat dari hinis bambu (kulit bambu) dan dimainkan dengan cara dipukul. Seperti halnya alat musik karinding, pukulan pada hinis bambu celempung akan menghasilkan resonansi bunyi.

Celempung dapat dimainkan dengan dua cara. Dipukul, yaitu kedua alur sembilu dipukul secara bergantian, tergantung ritme dan suara yang diinginkan. Diolah, yaitu tangan kiri mengatur besar atau kecil-nya suara yang diinginkan keluar dari badan celempung.

Dengan membuka lebih lebar, celempung akan menghasilkan suara yang tinggi. Sedangkan dengan menutup lubang dengan rapat, celempung akan mengeluarkan suara yang rendah. Suara yang dihasilkan alat ini pun juga beragam, tergantung pada keterampilan pemain.

12. Jengglong

jengglong
http://artculture567.blogspot.com/

Jengglong merupakan salah satu alat musik khas Jawa Barat (Sunda) yang dimainkan dengan cara dipukul menggunakan alat pemukul khusus, seperti gong dan bonang. Bentuknya pun sangat identik dengan alat musik bonang, hanya saja dengan ukuran yang sedikit lebih besar, berdiameter 30-40 cm.

Paling mudah membedakan jengglong dan bonang adalah dengan melihat jumlah ceret-nya. Jengglong hanya terdiri dari 6 buah bundaran perunggu, jauh lebih sedikit dibandingkan bonang. Selain itu, suara dan nada yang dihasilkan kedua alat musik tersebut juga sangat berbeda.

Alat musik jengglong biasa ditempatkan pada suatu dudukan yang terbuat dari kayu. Untuk menabuhnya menggunakan alat pemukul khusus yang terbuat dari kayu yang dibungkus kain. Alat musik ini biasa digunakan sebagai pengiring dalam musik degung, khususunya mengiringi musik khas Sunda.


Baca juga: 14 Macam Alat Musik Gamelan Jawa Beserta Gambar dan Penjelasannya


Referensi:

About Kanu Hizbam

Owner of Dinasti Gas Banter Media Corporation.

View all posts by Kanu Hizbam →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *