15 Alat Musik Tradisional Jawa Timur yang Bakal Membuatmu Terkesima!

Kebudayaan Jawa Timur selalu memberikan kesan Reog Ponorogo, Gamelan Jawa, hingga tradisi carok ala Madura. Termasuk juga di dalamnya terdapat alat-alat musik Jawa Timur yang selalu pantas untuk dibicarakan.


Indonesia memiliki begitu banyak ragam budaya dan seni tradisional. Hal itu tentu akibat dari banyaknya ragam suku dan etnis yang mendiami Nusantara. Salah satu dari sekian banyaknya jenis kebudayaan lokal, ada alat-alat musik tradisional yang hingga saat ini masih digunakan dalam berbagai acara dan kesempatan.

Salah satu wilayah yang memiliki keanekaragaman kesenian dan alat musik tradisional yang khas adalah Provinsi Jawa Timur. Jawa Timur dengan Reog Ponorogo-nya, Karapan Sapi di Madura, hingga alat-alat musik Banyuwangi selalu hangat untuk dibahas.

Pada tulisan ini, kita akan telusuri keragaman alat-alat musik tradisional yang tersimpan dalam kebudayaan Jawa Timur. Silakan!


Baca juga: Mengulas 13 Alat Musik Tradisional Bali yang Eksotis


1. Alat Musik Kenong

kenong
wajibbaca.com

Kenong adalah salah satu instrumen gamelan Jawa. Dalam satuan gamelan, kenong termasuk dalam golongan ‘pencon’, bersama gong, bonang, dan kethuk. Di antara instrumen dalam golongan pencon, kenong-lah yang paling gemuk dibandingkan dengan kempul dan gong.

Dalam sajiannya, kenong disusun pada ‘pangkon’ yang berupa kayu keras yang dialasi dengan tali. Sehingga ketika dipukul kenong tidak bergoyang ke samping, namun dapat bergoyang ke atas-bawah. Dalam gamelan, kenong difungsikan untuk memperkuat nada dengan mengisi suara di sela-sela suara kempul.

Kenong memiliki dua variasi ukuran yang berbeda. Ukuran yang lebih kecil menghasilkan nada yang lebih tinggi, sementara ukuran yang lebih besar menghasilkan nada yang lebih rendah. Kenong, dinamakan demikian karena oleh telinga masyarakat Jawa, suara kenong tertangkap berbunyi ‘ning-nong’.

2. Alat Musik Kempul

kempul
http://encyclopedia.jakarta-tourism.go.id/

Kempul merupakan salah satu alat musik dari keluarga gamelan Jawa. Alat musik ini sangat identik dengan gong, namun dengan bentuk yang lebih kecil, sehingga bisa dibilang kempul adalah anak dari gong. Selain itu, kempul seringkali digantung menjadi satu set dengan gong.

Dalam masyarakat Jawa Timut, kempul merupakan bagian dari kesenian Jaranan Sentherewe, yaitu sebuah kesenian rakyat yang sudah dikenal sejak abad ke-13. Kesenian tersebut juga secara visual terpahat pada relief Candi Penataran di Blitar. Perangkat kesenian ini terdiri dari: 2 buah jaranan, 1 buah jejaplok, diiringi dengan 1 buah kendang, 2 sarone, dan 1 kempul.

Jaranan Sentherewe berkisah tentang keperkasaan pasukan berkuda milik Raja Klana Sewandana. Pasukan ini bertempur menghadapi musuhnya yang diwujudkan dalam bentuk barong atau jejaplok. Kesenian ini dilangsungkan guna mengumpulkan warga pada acara bersih-bersih desa.

Dewasa ini, kesenian Jaranan Sentherewe dipentaskan sebagai hiburan pada upacara hari kemerdekaan RI.

3. Alat Musik Bonang

bonang
nusantarakaya.com

Bonang juga merupakan bagian dari instrumen Gamelan, masuk dalam kategori ‘pencon’ di samping kenong, kempul, dan gong. Bentuk bonang lebih mirip dengan pot atau cerek, di bagian atasnya terdapat poros yang cembung (pencon) sebagai tempat dipukul.

Alat musik bonang begitu populer tak cuma di Jawa Timur saja, bahkan hingga seluruh Jawa. Cara memainkannya dengan memukul bagian ‘pencon’ menggunakan alat pemukul khusus yang disebut dengan istilah ‘bindhi’.

4. Alat Musik Kethuk Estri

kethuk estri
budayajawa.id

Dalam gamelan Jawa, kethuk juga termasuk dalam golongan ‘pencon’, yaitu alat musik logam yang di bagian atasnya terdapat poros cembung sebagai tempat pukul utama (pencon). Dalam satu set kethuk, terdapat dua buah pencon dengan masing-masing memiliki suara dan nada yang berbeda.

5. Kethuk Jaler

Alat musik kethuk jaler ini masih satu kerabat dengan kethuk estri yang sudah kita bahas di atas. Cuma perbedaannya terletak pada suara yang dihasilkan. Suara alat musik kethuk jaler bernada lebih tinggi satu kwint dibandingkan dengan kethuk estri.

6. Alat Musik Saronen

alat musik jawa timur
adira.co.id

Saronen merupakan alat musik tradisional khas Madura. Bentuknya lebih mirip dengan terompet, namun ada perbedaan pada peniup yang dibuat seperti kumis-kumisan. Setiap alat musik saronen dibuat dengan bentuk berbeda-beda sesuai dengan kreatifitas pembuat saronen.

Bahan yang digunakan dalam pembuatannya adalah kayu jati khusus dengan panjang kerucut 40 cm. Dalam batang saronen dibuat lubang nada sebanyak 6 lubang berderet pada bagian atas, ditambah 1 lubang di bagian bawah, mirip seperti seruling.

Kemudian pada bagian peniup, terdapat ukiran kumis yang terbuat dari tempurung kelapa yang sebelumnya dibentuk terlebih dahulu. Ketika dimainkan, pemain saronen tampak seolah-olah menggunakan kumis palsu. Namun nyatanya, kumis tersebut merupakan bagian dari batang saronen.

Biasanya, alat musik saronen dimainkan pada saat acara adat, seperti arakan pengantin, atau sebagai pengiring lomba karapan sapi. Pola permainan dilakukan berkolaborasi dengan alat musik pengiring lainnya, seperti kempul, gong besar, korca, gendang, serta kenong.

7. Alat Musik Terompet Reog

alat musik jawa timur
budayajawa.id

Seperti dengan namanya, terompet yang dikenal berasal dari Ponorogo ini biasa digunakan sebagai pengiring dalam Kesenian Reog di Jawa Timur. Reog sendiri adalah sebuah orkes tradisional yang biasanya dimainkan oleh sekelompok orang yang terdiri dari 20 sampai 30 anggota. Reog dikenal sebagai kesenian tradisional asal Ponorogo yang masih kental dengan nuansa mistik dan ilmu-ilmu kebatinan.

Di zaman modern ini, Reog biasa dimainkan dalam momen-momen perayaan suatu acara, seperti pesta khitanan, pesta pernikahan, dan juga dalam perayaan hari-hari besar nasional. Kesenia Reog ini merupakan wujud dari suatu keyakinan peninggalan leluhur yang dilestarikan secara turun temurun oleh masyarakat Ponorogo.

8. Alat Musik Selompret

alat musik jawa timur
romadecade.org

Selompret juga merupakan alat musik tiup yang khas dengan masyarakat Jawa Timur. Alat musik ini biasa digunakan untuk mengiringi berbagai kesenian di Jawa Timur, entah seni tari di daerah Banyuwangi atau kesenian Reog Ponorogo.

9. Alat Musik Suling Bambu

alat musik jawa timur
kerajinanindonesia.id

Alat musik suling bambu mungkin sudah menyebar di berbagai daerah di Indonesia, tak cuma di Jawa Timur. Alat musik tiup ini umumnya memiliki 6 lubang nada di bagian atas, dan 1 lubang di bagian bawah. Untuk memainkannya, dibutuhkan teknik khusus untuk mencapai nada-nada tertentu. Suara yang dihasilkan dari suling bambu juga khas.


Baca juga: Mengenal 12 Alat Musik dari Jawa Barat yang Khas dan Menarik


10. Alat Musik Kluncing

alat musik jawa timur
oddav.com

Kluncing merupakan salah satu alat musik Jawa Timur yang memiliki bentuk serupa dengan triangle. Hal ini dipengaruhi oleh kebudayaan Eropa yang masuk ke Nusantara. Alat musik tradisional tersebut terbuat dari logam. Cara memainkannya dengan dipukul menggunakan alat pemukul khusus.

11. Alat Musik Angklung Banyuwangi

angklung banyuwangi
youtube

Satu alat musik tradisional yang juga khas dengan masyarakat Jawa Timur adalah Angklung Banyuwangi. Alat musik yang terbuat dari bambu ini mengharuskan pemain sebanyak 12 sampai 14 orang dalam setiap pertunjukan. Dalam tradisi Banyuwangi, terdapat 4 jenis pertunjukan angklung, yaitu: angklung caruk, angklung tetak, angklung paglak, dan angklung Blambangan.

  • Angklung Caruk

Istilah ‘caruk’ berasal dari kata asli Banyuwangi yang berarti ‘pertemuan’. Dalam pertunjukan, dua kelompok bertemu untuk berlomba bermain angklung bersama yang disebut angklung caruk. Biasanya terdapat tiga macam kelompok penonton, dua kelompok pendukung masing-masing kelompok pemain, dan satu kelompok penonton netral.

  • Angklung Tetak

Istilah ‘tetak’ juga berasal dari bahasa Banyuwangi yang berarti ‘menjaga di malam hari’. Angklung tetak biasa digunakan untuk membantu jaga malam. Angklung tetak mulai muncul dan terkenal pada tahun 1950 di Desa Glagah. Di tahun 1974, angklung tetak mengalami penyempurnaan, terutama dari segi irama.

  • Angklung Paglak

Dalam masyarakat Banyuwangi, paglak adalah gubuk sederhana yang dibangun di sawah atau di dekat pemukiman, Paglak dibangun dari bambu dengan ketinggian sekitar 10 meter di atas tanah. Jadi untuk memasuki gubuk tersebut, seseorang harus memanjat terkebih dahulu.

Fungsi bangunan ini adalah sebagai tempat untuk menjaga padi dari hama burung. Para petani biasanya menjaga sawah sambil bermain alat musik angklung di dalam paglak tersebut. Dari situ, alat musik ini dinamakan dengan ‘angklung paglak’.

  • Angklung Blambangan

Angklung Blambangan adalah hasil improvisasi dari angklung caruk. Dalam pertunjukan, angklung blambangan biasa dibarengi dengan alat musik tradisional lainnya, termasuk gong dan alat musik gandrung.

12. Alat Musik Angklung Reog

alat musik jawa timur
metrum.co.id

Seperti dengan namanya, Angklung Reog adalah alat musik yang digunakan dalam pertunjukan seni Reog Ponorogo di Jawa Timur. Suara angklung yang keras justru mengandung nilai khas-nya sendiri. Bentuknya juga khas, dengan lengkungan rotan yang menarik (tidak seperti angklung pada umumnya yang berbentuk kubus), ditambah hiasan benang dengan warna yang khas.

Dikisahkan, angklung merupakan sebuah senjata dari Kerajaan Bantarangin tatkala berhadapan dengan Kerajaan Lodaya pada abad 9. Ketika kemenangan berhasil diraih oleh Kerajaan Bantarangin, segenap prajurit tanpa terkecuali memegang angklung yang menghasilkan suara yang mengandung kekuatan spiritual.

Tak cuma sebagai pengiring kesenian tradisional, angklung reog rupanya juga merambah ke kancah permusikan. Penggunaan angklung reog ditemukan dalam sejumlah karya musik, di antaranya: Tahu opo tempe oleh Manthous, Bumi Ponorogo oleh Dalang Poer, Kuto reog oleh Paito, Resik Endah Omber Girang, dan campursari berbau Ponorogoan.

13. Alat Musik Kendang Banyuwangi

alat musik jawa timur
ethnic-ina.com

Seperti namanya, kendang ini berasal dari daerah Banyuwangi, Jawa Timur. Kendang khas Banyuwangi ini biasa digunakan dalam kesenian khas daerah Banyuwangi, seperti: Kesenian Kuda Lumping, Kesenian Janger, Kesenian Tari Gandrung, dan Kendang Kempul.

Selain itu, kendang ini juga kerap disebut dengan kendang Gandrung karena sering digunakan dalam Kesenian Gandrung. Begitu juga karena sering digunakan dalan Kesenian Janger (di Jogja dinamakan Ketoprak), alat musik ini juga sering disebut dengan kendang Janger.

Umumnya, kendang Banyuwangi ini tebuat dari jenis kayu kelapa tua (glugu) atau kayu pohon nangka galih, biasanya diambil bagian bonggol-nya. Sementara pada bagian ujung kendang, dipasang kulit binatang sebagai tempat pukulnya. Untuk tali kendang (wangkis), menggunakan rotan. Begitu juga dengan soh dan blengker-nya.

14. Alat Musik Tong-Tong

alat musik tong tong
infobaru.id

Dalam sebuah perkampungan, tong-tong atau kentongan biasa difungsikan sebagai alat untuk membangunkan warga di malam hari ketika terjadi keadaan darurat. Namun seiring dengan berjalannya waktu, alat ini juga dieksplorasi oleh para seniman menjadi salah satu bagian dari pertunjukan seni bersama dengan alat musik lainnya. Dengan karakter suaranya yang bertalu-talu menggambarkan kegembiraan bagi masyarakat Madura.

Baca juga: Mengulas 20 Alat Musik Tradisional Sumatera Utara yang Khas dan Kaya

15. Alat Musik Ul-Daul

alat musik madura
youtube

Istilah ‘Ul-Daul’ sebenarnya merupakan kata pengulangan dari kata ‘daul’. Dalam bahasa Madura, sebuah kata pengulangan biasanya pada kata pertam hanya diambil satu suku kata terakhir. Seperti nama daerah Batang-Batang hanya disebut Tang-Batang, juga Guluk-Guluk menjadi Luk-Guluk. Begitu juga dengan kata Ul-Daul.

Secara umum, ul-daul adalah musik perkusi yang merupakan pengembangan dari alat musik tong-tong atau kentongan. Panjang badan ul-daul biasanya sekitar panjang lengan orang dewasa. Alat musik khas Madura ini dimainkan dengan pukulan yang monoton, namun menghasilkan irama yang dinamis sebagaimana alat-alat musik perkusi lainnya.

Sebagaimana dengan tong-tong, ul-daul pada awal pengembangannya pun juga digunakan sebagai musik patrol sahur. Namun seiring perkembangannya, keberadaan alat musik tradisional dalam patrol sahur kurang diminati lantaran alat-alat musik modern yang lebih praktis mulai menggesernya eksistensi-nya. Lebih jauh lagi, dari situlah tradisi patrol sahur di bulan Ramadhan semakin langka.


Referensi:

https://budaya-indonesia.org/

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *