alat musik maluku

Mengenal 14 Alat Musik Maluku yang Khas nan Eksotis

Mengenal 14 alat musik Maluku dan Maluku Utara yang khas nan eksotis, disertai gambar dan penjelasan singkat.


Sudah bukan hal yang asing lagi, Maluku selalu menawarkan banyak hal untuk menarik wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Daerah yang terletak di bagian timur Nusantara ini selain memiliki kekayaan alam yang aduhai, Maluku juga kaya akan kesenian dan kebudayaan yang masih lestari.

Ada banyak tradisi yang bisa ditelusuri dari Maluku ini. Mulai dari kesenian tari,  acara-acara adat, hingga alat-alat musik yang khas.

Maka kali ini kita akan mengupas alat-alat musik apa saja yang khas dan telah bersinonim dengan Maluku.

Pada ulasan kali ini, kita juga akan menambahkan alat-alat musik khas dari Maluku Utara yang memiliki warna budaya yang berdekatan dan hampir sama.


Baca juga: Mengulas 20 Alat Musik Tradisional Sumatera Utara yang Khas dan Kaya


1. Alat Musik Arababu

Sekilas alat musik ini tampak seperti rebab yang berasal dari Jawa Barat, namun dengan bentuk lebih sederhana dan sedikit lebih kecil.

Arababu adalah alat musik asal Maluku yang bentuknya memang identik dengan rebab.

Menurut sejumlah literatur sejarah, alat musik ini berkembang di Maluku setelah diperkenalkan oleh para pedagang Arab jauh sebelum abad 16.

Awalnya, alat musik yang dibawa oleh pedagang Arab ini sama dengan rebab yang kita kenal dalam paduan alat musik gamelan Jawa.

Namun, alat musik tersebut berkembang di antara masyarakat lokal dan mengalami modifikasi hingga menjadi Arababu.

Arababu adalah sejenis alat musik melodis yang dimainkan dengan cara digesek seperti biola.

Berbeda dengan rebab yang memiliki dua senar, alat musik ini cuma memiliki satu senar. Badan arababu terdiri dari batang pegang yang terbuat dari bambu dan tabung resonansi dari setengah belahan batok kelapa.

Biasanya, alat musik unik ini dimainkan dalam paduan kelompok bersama alat musik khas Maluku lainnya seperti tifa, gong, atau fuk-fuk.

Arababu turut menyumbang nuansa Melayu-Arab yang kental dalam sajian musik Maluku Utara. Lagu-lagu tersebut umumnya berkisah tentang kehidupan sehari-hari, doa, atau berbagai mantra untuk pengobatan.

Seiring dengan perkembangan zaman, arababu telah mengalami banyak modifikasi. Beberapa musisi arababu tetap mempertahankan bentuk asli alat musik cantik ini. Namun, sebagian musisi lainnya juga menambahkan pengeras suara agar instrumen ini bisa dimainkan dengan sentuhan sistem suara modern.

Kini, arababu masih dimainkan hanya dalam acara-acara tertentu. Namun, alat ini masih terus berjuang untuk bertahan di tengah badai modernisasi alat-alat musik lainnya.

2. Tifa Totobuang

Banyak orang awam mengira bahwa Tifa Totobuang ini adalah satu jenis alat musik. Namun, Tifa Totobuang ini sebetulnya berasal dari dua jenis alat musik khas Maluku, Tifa dan Totobuang.

Tifa adalah sejenis alat musik pukul yang menyerupai gendang yang memiliki selaput pukul yang terbuat dari kulit.

Alat musik Tifa memang sudah menjadi sebuah alat musik khas dari Indonesia Timur dan biasa ditemukan di wilayah Maluku dan Papua.

Tifa juga memiliki beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan ukuran, bentuk, dan suara yang dihasilkan, seperti: Tifa Jekir, Tifa Dasar, Tifa Potong, Tifa Jekir Potong, dan Tifa Bas.

Sedangkan Totobuang adalah alat musik melodis yang memiliki nada-nada. Pada dasarnya, Totobuang berbentuk seperti gong yang berukuran lebih kecil dan tersusun berurutan sesuai ukuran nada yang berbeda.

Meskipun Tifa dan Totobuang adalah dua alat musik dengan latar belakang yang berbeda, namun jika keduanya dikombinasikan akan menghasilkan sebuah paduan bunyi yang indah dan harmonis.

Memang keduanya selalu dimainkan dalam satu harmonisasi bersama. Karena itulah, kolaborasi antara dua alat musik ini dinamakan Tifa Totobuang.

3. Alat Musik Idiokordo

idiokordo
Idiokordo /wadaya.rey1024.com

Alat musik ini juga sering disebut dengan Tatabuhan. Secara sekilas, alat musik Idiokordo ini mirip dengan salah satu alat musik Jawa, yaitu siter. Cara memainkannya pun juga sama-sama dipetik.

Instrumen petik asal Maluku ini memiliki 4 senar. Bahan utama dalam pembuatannya adalah kayu yang dibentuk sedemikian rupa, kemudian dibalut dengan ukiran-ukiran untuk menambah kesan estetik pada alat musik tersebut.

Biasanya, alat musik Idiokordo ini dimainkan pada momen-momen upacara adat, atau juga dimainkan sendiri sebagai hiburan.

4. Alat Musik Jukulele

alat musik jukulele
jukulele /romadecade.org

Jukulele atau ‘juk’ adalah sejenis alat musik Maluku yang terbuat dari kayu dan kulit binatang. Alat musik ini termasuk alat musik petik jenis lut, berdawai 4 dengan stem nada 5, 1, 3, 6 (sol, do, mi, la).

Jukulele merupakan salah satu alat musik non tradisional Maluku. Meskipun instrumen ini diimpor dari bangsa Portugis semenjak abad ke 15 M, namun alat ini sudah menjadi bagian dari kebudayaan alat musik khas Maluku.

Pada awalnya, alat musik ini terbuat dari bahan kayu, namun banyak dari penduduk lokal yang memodifikasi pada bagian ruang resonansi-nya menjadi menggunakan batok kelapa.

Jukulele biasanya digunakan sebagai pengiring musik Hawaiian, keroncong, dan semacamnya.


Baca juga: Mengenal 15 Alat Musik Tradisional Sulawesi Utara, Menarik!


5. Alat Musik Rumba

alat musik maluku rumba
Rumba /percepat.com

Rumba adalah sejenis alat musik ritmis yang dikategorikan dalam jenis instrumen perkusi.

Sebenarnya alat musik ini berasal dari Cuba yang kemungkinan dibawa ke Ambon oleh pedagang Spanyol atau Portugis.

Rumba terbuat dari tiga bahan utama, yaitu: bagian kepala yang berbentuk bulat terbuat dari batok kelapa, di bagian dalamnya diisi pasir kasar atau kerikil, kemudian pegangannya terbuat dari kayu yang berbentuk silinder.

Alat musik Maluku ini dimainkan dengan cara digoyang-goyangkan mengikuti irama musik.

6. Suling Melintang (Floit)

suling melintang maluku
Suling melintang /nesabamedia.com

Suling melintang begitu terkenal di daerah Maluku dengan nama Floit.

Instrumen ini biasa dimainkan lebih dari 30 orang dalam bentuk akord suara 1,2,3,4. Cara memainkan juga sama dengan musik Barat, karena memiliki suara sopran, alto, tenor, dan bass.

Suling ini memang merupakan alat musik impor yang mendapat pengaruh dari bangsa Portugis dan Belanda, serta sangat digemari oleh masyarakat lokal.

Alat musik ini terbuat dari seruas bambu yang salah satu ujungnya dipasang penyekat, dilengkapi dengan 6 lubang nada dan satu lubang tiup.

Suling ini biasa dimainkan pada saat acara penyambutan tamu, pengiring orkes, dan pengiring lagu gereja.

Alat musik ini juga dapat dipadukan dengan alat musik tradisional lain atau alat musik modern.

7. Suling Paruh

suling paruh maluku
Suling Paruh /semuatentangprovinsi.blogspot.com/

Suling paruh terbuat dari seruas bambu yang salah satu ujungnya disumbat kayu dengan irisan miring berbentuk seperti paruh, yang sekaligus berfungsi sebagai tempat tiup.

Pada sisi depan suling terdapat 7 lubang nada, dan pada bagian belakang terdapat satu lubang sebagai lubang jari. Suling paruh biasa digunakan untuk mengiringi musik Sawat.

8. Gong Sedang

gong sedang
semuatentangprovinsi.blogspot.com

Gong sedang adalah sejenis gong yang berasal dari kebudayaan Cina dan telah menjadi bagian dari tradisi orang Maluku.

Alat musik ini terbuat dari bahan kuningan yang dihias dengan ciri khas ukiran dua ekor naga. Hal ini juga menunjukkan kekuatan pengaruh dari budaya Cina.

Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa para leluhur orang Maluku secara arif tidak menutup diri terhadap pengaruh budaya dari luar.

Dahulu, gong biasa digunakan sebagai alat barter cengkeh dan pala, cenderamata yang diberikan pedagang Jawa kepada raja-raja Maluku, alat komunikasi, serta mahar dan harta kekayaan.

Sebagai alat musik, gong juga digunakan untuk mengiringi berbagai kesenian tradisional, seperti tari Cakalele.

Setiap tabuhan gong juga dianggap memiliki makna tersendiri bagi masyarakat lokal.

9. Rebana

rebana maluku
wikipedia

Alat musik ini terbuat dari kayu, kulit hewan, dan rotan.

Aliran sufisme yang berkembang pada abad ke-9 M meyakini bahwa musik memiliki kekuatan tersendiri sebagai proses penyatuan antara manusia dan Tuhan. Salah satu alat yang biasa digunakan oleh kaum Sufi yaitu rebana dan terbang.

Alat musik ini masuk dan berkembang di Maluku pada abad 14, bersamaan dengan penyebaran agama Islam di wilayah ini.

Modifikasi rebana disesuaikan dengan kondisi alam masyarakat setempat. Rebana juga dapat dikolaborasikan dengan alat musik tradisional lainnya dalam irama musik Sawat, seperti suling, gong, dan tifa.

10. Alat Musik Bambu Hitada

Bambu Hitada merupakan salah satu alat musik tradisional yang berasal dari Maluku Utara.

Alat musik ini umumnya dimainkan secara berkelompok bersamaan dengan alat musik khas Maluku Utara lainnya. Masyarakat Halmahera-lah yang paling sering memainkan alat musik ini.

Konon, Bambu Hitada tercipta dari kebiasaan masyarakat Maluku Utara yang pada zaman dahulu masih hidup berdampingan langsung dengan alam.

Dari sana, mereka menciptakan sebuah alat musik yang terbuat dari bambu yang digunakan sebagai hiburan.

Selain sebagai hiburan, pada zaman dahulu, alat musik ini juga digunakan masyarakat untuk berkomunikasi dan mendekatkan diri dengan Tuhan.

Namun, kebiasaan tersebut sudah tak dilakukan lagi karena masyarakat telah menganggap bahwa hal tersebut merupakan kebiasaan orang primitif di masa lalu.

Untuk memainkan alat musik ini sangatlah sederhana dan unik. Cara memainkannya dengan berkelompok, kemudian menghentakkan bambu secara bergantian dengan anggota kelompok yang lain.

Alas tempat hentakan bambu juga harus dilapisi lembaran karung goni supaya tidak merusak lantai, dan suara yang dihasilkan lebih stabil.

11. Alat Musik Cikir

cikir maluku
nusantaraindonesia.net

Cikir merupakan salah satu alat musik tradisional Maluku Utara. Sederhana, alat musik ini cuma terbuat dari batok kelapa yang diisi biji-bijian.

Cikir juga sangat identik dengan Marakas, alat musik dari Amerika Latin. Tak cuma dari bentuknya, cara memainkannya pun juga sama-sama digoyang-goyangkan.

Cikir juga sering dimainkan untuk mengiringi alat musik lain, seperti kesenian Bambu Hitada.

Pada saat memainkan alat musik ini, para pemain cikir biasanya akan melakukan gerakan-gerakan tarian untuk lebih menghidupkan suasana.

12. Alat Musik Fu/Tahuri

Alat musik Tahuri terbuat dari kerang. Kerang terbaik untuk digunakan sebagai alat musik tiup adalah kerang triton (triton shell).

Pada bagian tengah pada kerang dilubangi sebagai tempat tiup. Cara meniupnya pun sama dengan cara meniup terompet.

Bagi penduduk lokal Maluku, terompet kerang ini juga berfungsi sebagai alat komunikasi untuk mengumpulkan masyarakat, tanda bahaya, orang meninggal, upacara adat, memanggil leluhur, juga memanggil angin saat berlayar.

Sebagai alat musik, terompet kerang disajikan dengan cara memadukan beberapa kerang sekaligus dengan nada yang berbeda-beda seperti angklung.

Permainan alat musik khas Ambon ini hingga kini masih digunakan di hampir semua upacara adat di Maluku.

Dengan begitu, Tahuri bukan hanya memiliki nilai seni musik, namun juga mengandung kesakralan yang sangat mendalam bagi orang-orang Maluku.


Baca juga: Mengenal 5 Alat Musik Tradisional Gorontalo yang Khas dan Unik


13. Alat Musik Leko Boko/Bijol

leko boko maluku
Leko Boko /rajinlah.id

Selain dari Maluku Utara, Leko Boko atau Bijol juga merupakan alat musik khas Nusa Tenggara Timur.

Alat musik ini memiliki bentuk yang identik dengan gitar. Cara memainkannya pun juga sama-sama dipetik.

Bijol memiliki bagian ruang resonansi yang terbuat dari labu hutan dan kayu sebagai tempat dawainya. Dawainya yang berjumlah 4 itu terbuat dari usus kuskus.

Bijol biasanya digunakan dalam acara-acara adat, namun juga sering dipakai sebagai hiburan pribadi.

Di beberapa daerah tertentu di NTT, alat musik ini dimainkan dengan dipadukan dengan alat musik Heo (salah satu alat musik tradisional NTT).

Di Maluku Utara, Bijol juga sering dimainkan pada pertunjukan Bambu Hitada.


Baca juga: Mengulas 14 Alat Musik Kalimantan Timur yang Sayang untuk Dilewatkan


14. Alat Musik Yangere

alat musik yangere
majalahilviaggio-halmaherautara.blogspot.com

Yangere merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Pulau Halmahera, sebuah daerah yang merupakan bagian dari Provinsi Maluku Utara.

Alat musik ini dinamakan demikian karena peralatan musik-nya yang terbuat dari kayu yangere.

Yangere terdiri dari kasste (bass) dan jup (gitar kecil).

Awalnya, musik ini hanya dimainkan oleh para muda-mudi desa setelah selesai mengerjakan suatu pekerjaan, seperti membangun rumah, panen tani, atau acara-acara tertentu seperti tahun baru.

Namun dalam perkembangannya, alat musik ini dimodifikasi menjadi instrumen yang dapat dipentaskan di berbagai acara, baik acara seremonial atau acara ritual.

Karakter suara alat musik ini begitu kental dengan nuansa perkampungan, seperti suara lembah dan gunung. Musik ini bahkan juga dikenal sebagai musik country dari Halmahera.

 

***

Rupanya, Maluku memiliki cukup banyak alat musik tradisional yang khas dan unik. Meskipun sebenarnya sebagian alat-alat musik tersebut merupakan pengaruh yang berasal dari luar daerah, bahkan luar negeri.

Namun seiring berjalannya waktu, alat-alat musik tersebut telah melebur menjadi satu kebudayaan lokal yang tentu telah mendapatkan banyak modifikasi dari penduduk lokal.

Maka inilah kita hadirkan alat-alat musik Maluku yang memiliki karakteristik dan jenis yang berbeda-beda.


Referensi

https://budaya-indonesia.org/

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *