Mengulas 13 Alat Musik Tradisional Bali yang Eksotis

alat musik bali

Bali. Tak diragukan lagi, pulau itu memiliki kekayaan warisan budaya yang begitu beragam, di samping kekayaan alam yang melimpah. Di sini, kita akan menyelami sekelumit bagian dari lautan kebudayaan Bali dan kita akan menemukan beberapa alat musik tradisional Bali yang beragam.

Bali merupakan sebuah provinsi di Indonesia yang beribukota di Denpasar. Bali merupakan salah satu pulau di Kempulauan Sunda Kecil atau Nusa Tenggara, Di awal kemerdekaan, Pulau Bali masih menjadi bagian dari Provinsi Sunda Kecil yang beribukota di Singaraja, sebelum akhirnya terpecah menjadi 3 provinsi: Bali, NTB, dan NTT.

Secara geografis, Pulau Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Lombok. Dalam kancah dunia, Bali dikenal sebagai destinasi pariwisata dengan kekayaan berbagai hasil seni-budayanya, terutama bagi wisatawan Jepang dan Australia. Karena juga memiliki banyak destinasi keagamaan, Bali juga dikenal dengan julukan Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura.

Tentang alat-alat musik tradisional yang terdapat di masyarakat Bali, kita akan mengulas 13 alat musik dan kesenian tradisional Bali yang tentu masing-masing memiliki keunikan dan ciri khas yang menarik!


Baca juga: 15 Alat Musik Tradisional Jawa Timur yang Bakal Membuatmu Terkesima!


1. Gamelan Bali

gamelan bali
romadecade.org

Gamelan adalah ensambel musik tradisional yang terdiri dari alat-alat musik tradisional seperti gong, gambang, gendang, kempul, bonang, dan sebagainya. Secara umum, ensambel gamelan telah tersebar ke berbagai daerah di Indonesia seperti Jawa, Madura, Bali, hingga Nusa Tenggara, namun dengan gaya dan ciri khas yang berbeda-beda.

Menurut beberapa sumber sejarah, Gamelan Bali sudah ada sejak lama di Nusantara. Dilihat dari Prasasti Bebetin, di sana disebutkan bahwa gamelan sudah ada sejak tahun 896 M atau sekitar masa Raja Ugrasena memerintah di Bali. Namun pada masa itu, bentuk gamelan masih sangat sederhana tidak seperti sekarang.

Dalam tradisi masyarakat Bali, dikenal Gamelan Bali yang biasa digunakan dalam berbagai acara adat dan ritual keagamaan di Bali. Konon  di Bali ada sekitar 25 jenis gamelan yang berkembang di pedesaan-pedesaan, 10 di antaranya terbuat dari bambu dan sisanya terbuat dari logam.

Alat musik Gamelan Bali dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian:

  • Gamelan tua: gambang, saron, selonding kayu, gong besi, gong luwang, selonding besi, angklung kelentang dan gender wayang.
  • Gamelan madya: pengambuhan, semar pagulingan, pelegongan, bebarongan, joged pingitan, gong gangsa jongkok, babonangan, dan rindik gandrung.
  • Gamelan baru: pengarjaan, gong kebyar, pejangeran, angklung bilah tujuh, joged bung-bung, dan gong suling.

2. Alat Musik Rindik

rindik bali
indonesia.go,id

Rindik adalah alat musik pukul tradisional Bali yang terbuat dari susunan bambu. Alat ini memiliki lima nada dasar yang terdapat pada bilahan bambu, dimainkan dengan cara dipukul menggunakan alat pemukul khusus.

Rindik biasa digunakan dalam kesenian Joged Bumbung, yaitu sebuah kesenian yang dimainkan oleh penari wanita yang kemudian menggaet salah satu penonton pria untuk diajak menari bersama. Selain itu, alat ini juga biasa digunakan sebagai pelengkap dalam acara resepsi pernikahan atau penyambutan tamu.


Baca juga: Mengulas 14 Alat Musik Tradisional Papua yang Eksotis dan Terjaga


3. Alat Musik Gerantang

gerantang bali
budaya-indonesia.org

Gerantang merupakan alat musik tradisional khas Bali yang terusun dari sejumlah bilahan bambu. Di daerah Jawa Barat, kita mengenal alat musik calung yang sangat identik dengan instrumen Bali ini. Namun tentu, keduanya memiliki perbedaan dan ciri khas masing-masing.

Dalam tradisi masyarakat bali, alat musik gerantang biasa digunakan dalam kesenian Gamelan atau Angklung Bali. Alat musik ini dimainkan menggunakan sepasang alat pemukul khusus. Bentuknya mirip dengan alat musik gambang dari Jawa, hanya saja bilahan pada gerantang terbuat dari bambu.

Selain itu, gerantang juga digunakan dalam kesenian Cupak Gerantang. Cupak Gerantang merupakan sebuah kisah tentang dua orang kakak beradik yang menggambarkan dua sifat manusia yang berlawanan bernama Cupak dan Gerantang. Tokoh Cupak mencerminkan semua sifat buruk manusia, sedangkan Gerantang mencerminkan sifat baik manusia.

4. Rebana Bali

alat musik bali
tatkala.co

Rebana lebih dikenal sebagai nama sebuah ensambel musik, yaitu musik rebana, yang terdiri dari sejumlah instrumen sejenis kendang berbentuk seperti payung dan hanya memiliki satu mulut atau tukub. Dalam tradisi Bali, instrumen rebana ini juga menjadi bagian dari beberapa barungan gambelan Bali, seperti gambelan pajangeran dan pangarjaan.

Jika dalam musik rebana ada beberapa jenis rebana yang dibedakan berdasarkan ukuran dan nadanya, maka dalam gambelan pajangeran dan pangarjaan hanya memiliki masing-masing satu buah rebana saja. Fungsinya sebagai pengakhir lagu atau penanda komplitnya sebuah ukuran lagu. Karena itu, jenis rebana yang digunakan adalah yang paling besar.

Rebana dipukul dalam posisi vertikal, tutupnya menghadap ke samping kanan. Dalam posisi duduk bersila, tangan kiri memegang badan rebana, sedangkan telapak tangan memukul muka rebana. Sama seperti kendang gupekan, rebana dipukul pada bagian tepi, bukan di bagian tengah penampang kulit tersebut.

5. Alat Musik Gangsa

alat musik bali
gamelan-bali.eu

Gangsa merupakan sebuah instrumen yang tergabung dalam sebuah ensambel atau barungan gambelan yang bilahannya terbuat dari perunggu. Ada banyak jenis barungan gambelan Bali yang menggunakan gangsa, seperti semara pagulingan, angklung, gong kebyar, gong gede, gambang, dan sebagainya.

Daun gangsa dalam tiap barungan gambelan memiliki fungsi yang berbeda-beda. Ada yang berfungsi sebagai jalinan pukulan, penentu matra-matra lagu, dan sebagainya. Misalnya pada gambelan gambang hanya memiliki dua tangguh gangsa jongkok sebagai pemegang melodi, sedangkan pada gong gede memiliki 8 tangguh gangsa jongkok dan 12 gangsa gantung.

6. Alat Musik Gender

gender bali
youtube

Sebenarnya gender merupakan variasi dari gangsa jika dilihat dari bentuknya sebagai sebuah instrumen pukul. Bentuknya pun juga seperti gangsa, yaitu terdiri dari bilahan-bilahan yang disusun berdasarkan tinggi rendah-nya nada, hanya saja dengan jumlah bilahan dan bentuk selewah yang berbeda.

Ciri khas lain yang membedakan gender dengan gangsa yaitu panggul atau alat pemukulnya. Jika gangsa hanya dipukul dengan satu panggul, maka gender menggunakan dua panggul untuk memainkannya. Perbedaan pemukul kedua instrumen tersebut tentu juga menyebabkan perbedaan teknik permainan antara keduanya.

Di samping itu, bentuk panggul antara gender dan gangsa juga berbeda. Panggul gangsa berbentuk menyerupai bentuk pali yang bagian ujung atasnya mengecil dan tangkainya pipih karena dibuat dari bambu.

Sedangkan bagian kepala panggul gender berbentuk bundar pipih, dibuat dari kayu yang tidak begitu keras, dan tangkainya dibuat dari kayu bundar yang panjangnya kira-kira sejengkal.

7. Calung Bungbung

Calung Bungbung merupakan alat musik tradisional Bali yang terbuat dari bambu. Bahan yang digunakan adalah bambu gomong yang berukuran panjang dengan diameter lebar, dan tiap-tiap bambu berdiri sendiri.

Awalnya, Calung bungbung biasa dimainkan pada malam hari saat bulan purnama, karena alat ini dipercaya dapat menghibur Dewi Sri (Nyi Pohaci) agar ia berkenan melindungi padi dari serangan hama. Namun dalam perkembangannya, alat ini juga sering digunakan dalam seni pertunjukan helatan untuk menyambut tamu.

8. Genggong Takep

genggong takep
budaya-indonesia.org

Alat musik genggong juga seringkali dikenal dengan harpa mulut. Dengungan di rongga mulut bersentuhan dengan senar yang bergetar dan lidah yang lentur menjadi ciri khas tersendiri dari alat musik ini. Genggong dapat dimainkan secara tunggal maupun berkelompok, dan bunyi yang dihasilkan dapat menyerupai suara jangkrik, desahan angin, dan dengungan lebah.

Kadang ketika memainkan genggong takep ini juga diselingi ekspresi wajah lucu dari si pemain. Selain untuk mengisi waktu senggang, alat musik kayu ini juga merupakan bagian dari ensambel yang mengiringi kesenian tari cerita rakyat seperti kisah “Pangeran Kodok”.

9. Alat Musik Ceng-ceng

ceng ceng bali
pusatpandang.com

Salah satu elemen penting dalam ensambel Gamelan Bali dan membuat berbeda dari gamelan lain adalah adanya alat musik ceng-ceng. Dalam seperangkat Gamelan Bali, alat musik sejenis simbal ini dapat memberikan efek suara yang dinamis pada saat dimainkan dengan gamelan.

Ceng-ceng terdiri dari enam logam bundar yang berada di bawah dan dua logam bundar di bagian atas. Cara memainkannya dengan memukulkan logam bundar atas dengan logam bundar bawah. Alat musik ini juga dikenal dengan sebutan ceng-ceng ricik.

10. Suling Gambuh

alat musik tradisional bali
https://www.forthecontemporaryflutist.com/

Suling gambuh atau juga dikenal dengan suling pengambuhan adalah sejenis seruling yang memiliki ukuran yang besar dan panjang. Dalam badan seruling tersebut terdapat 6 buah lubang nada, dan sebuah lubang tiup di bagian ujung. Suling gambuh dimainkan dengan posisi diagonal, dan saking panjangnya, maka bagian ujung seruling harus bersandar di lantai.

Suling Gambuh merupakan bagian dari ensambel Gamelan Gambuh. Dalam kesenian Gamelan Gambuh, terdapat tiga buah suling gambuh yang menjadi inti gamelan dan berperan dalam memainkan melodi. Selain itu, Gamelan Gambuh juga dilengkapi dengan beberapa rebab, sepasang gendang kecil, ceng-ceng ricik, gong kecil, dan sejumlah alat musik perkusi lainnya.

11. Pereret Pengasih-asih

pereret pengasih asih
budaya-indonesia.org

Pereret merupakan salah satu alat musik tradisional Bali sejenis terompet yang terbuat dari kayu yang diukir sedemikian rupa, sehingga menjadi seperti terompet. Sedangkan ‘pengasih-asih’ adalah guna-guna atau pelet. Alat musik tiup ini berasal dari Kabupaten Jembrana, Bali.

Pereret pengasih-asih seringkali digunakan oleh para perjaka untuk mengguna-guna seorang gadis yang disukainya. Cara kerjanya, alat ini dimainkan pada malam hari di atas pohon yang tinggi, sehingga suaranya sayup-sayup dapat terdengar merdu hingga jarak lebih dari satu kilometer.

Sebelum digunakan, alat tersebut harus diisi terlebih dahulu denga kekuatan gaib oleh Jero Balian (dukun) dengan cara memberi sesajen sakral yang dipersembahkan kepada Sanghyang Pasupati.

Selain itu, pereret ini juga biasa digunakan untuk mengiringi kesenian Sewo Gati, yaitu sebuah kesenian yang mirip dengan kesenian Arja.

Baca juga: Berkenalan dengan 13 Alat Musik Tradisional Maluku dan Maluku Utara

12. Kendang Bali

kendang bali
haryanakomang.blogspot.com

Secara umum, bisa dikatakan bahwa kendang memegang peranan penting dalam barungan gambelan Bali, meskipun ada beberapa barungan gambelan yang tidak memasukkan kendang sebagai salah satu instrumennya. Demikian juga ada beberapa macam nama kendang sesuai dengan jenis dan bentuknya.

Dilihat dari jumlah instrumen dalam satu ensambel atau barungan gambelan, kendang ada dua macam, yaitu: kendang tunggal dan kendang berpasangan. Dalam kendang tunggal terdapat sebuah kendang dan seorang penabuh, sedangkan dalam kendang berpasangan terdapat dua buah kendang dan dua orang penabuh.

Namun jika dilihat dari ukurannya, juga terdapat dua macam kendang, yaitu: kendang lanang (lanang berarti laki-laki) yang berukuran lebih kecil, dan kendang wadon (wadon berarti perempuan) yang berukuran lebih besar.

13. Alat Musik Guntang

alat musik guntang
wikipedia

Guntang adalah salah satu instrumen dari barungan gambelan untuk mengiringi tari Arja. Meskipun sekarang tari Arja lebih cenderung diiringi dengan barungan gong kebyar, namun untuk memberikan suasana yang khas pada ketradisionalan tari Arja, masih dipergunakan barungan gambelan “Geguntangan”.

Diberi nama demikian karena alat musik guntang merupakan elemen pokok yang sangat penting, di samping instrumen-instrumen lainnya seperti suling, kendang, klenang, dan ceng-ceng.

Apabila guntang dipukul, suara guntang tidak menghasilkan nada-nada tertentu seperti instrumen-instrumen lainnya, baik laras pelog maupun slendro. Hal itu disebabkan karena dalam barungan gambelan geguntangan, melodi dikendalikan oleh suling, sedangkan guntang memegang mat dan penanda akhir sebuah lagu.


Baca juga: Mengenal 7 Alat Musik Tradisional Bangka Belitung yang Eksotis


Referensi:


 

About Kanu Hizbam

Pemuda berantakan yang terobsesi jadi orang biasa di usia muda. Selain merintis karier di dunia bisnis, kini tengah mati-matian berusaha menggemari buku sebagai hobi barunya.

View all posts by Kanu Hizbam →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *