alat musik tradisional papua

Mengulas 14 Alat Musik Tradisional Papua yang Eksotis dan Terjaga

Mengulas 14 alat musik tradisional Papua yang disertai dengan penjelasan dan gambar. Menarik!


Papua. Wilayah yang begitu dikenal dengan kebudayaannya yang masih begitu kental dengan nuansa adat nan eksotis ini tentu memiliki beragam jenis alat musik tradisional yang tak semestinya dilewatkan untuk diketahui.

Dulunya, wilayah Papua Barat dan Papua masih menjadi satu provinsi bernama Irian Jaya. Namun sejak tahun 2003 terjadi pemecahan wilayah menjadi Provinsi Papua Barat di bagian barat Pulau Papua dan Provinsi Papua di bagian paling timur Indonesia yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini.

Pulau Papua kini telah terbagi menjadi tiga bagian yang meliputi: Provinsi Papua Barat, Provinsi Papua, dan Papua Nugini yang terletak dibagian paling timur Pulau Papua.

Begitulah, sekelumit  cerita mengenai wilayah Papua. Dalam artikel ini kita akan mengulas 14 alat musik tradisional Papua yang meliputi wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat.


Baca juga: Mengulas 13 Alat Musik Tradisional Bali yang Eksotis


1. Alat Musik Eme

alat musik eme
budaya-indonesia.com

Eme merupakan alat musik tabuh yang cukup berperan dalam masyarakat Suku Kamoro, Papua. Bukan hanya sebagai hiburan, eme juga seringkali digunakan dalam setiap kegiatan adat masyarakat Kamoro.

Dalam penyajiannya, pukulan eme akan mengiringi nyanyian yang biasanya berupa cerita legenda, pantun, atau petuah kebajikan. Partisipan dalam acara adat tersebut akan ikut menari beriringan dengan bunyi pukulan eme.

Dalam pembuatan eme juga cukup menarik perhatian. Pada mulanya, digunakan campuran kapur dari bia dan darah manusia yang dioleskan di seputar ujung eme untuk merekatkan kulit biawak yang berfungsi sebagai bagian tabuh dalam alat musik eme.

Orang-orang Suku Kamoro meyakini bahwa kulit yang direkatkan dengan campuran bia dan darah manusia dapat menghasilkan suara yang lebih baik.

Namun belakangan ini, penggunaan darah maunia telah digantikan dengan getah pohon mangi-mangi atau getah pohon ote yang juga berwarna merah.

Untuk menghasilkan bunyi yang berbeda-beda dan bervariasi, kulit eme ditempeli getah damar yang dibentuk menjadi bulatan kecil. Semakin banyak bulatan getah yang ditempelkan, maka suara yang dihasilkan akan semakin rendah.

2. Alat Musik Tifa

alat musik tifa
wikipedia

Tifa merupakan alat musik sejenis gendang yang berasal dari masyarakat Suku Sentani di Kabupaten Jayapura, Papua. Daerah sebarannya kini dapat ditemui di Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku, hingga Nusa Tenggara Timur.

Dalam pembuatannya, alat ini terbuat dari batang kayu (biasanya kayu matoa) yang telah dilubangi bagian dalamnya. Kemudian pada salah satu bagian ujungnya ditutup dengan kulit rusa yang telah mengalami proses pengeringan.

Pengeringan kulit rusa sebagai bagian penghasil suara dimaksudkan agar dapat menghasilkan suara yang bagus. Terakhir, biasanya pada badan kayu dibuat ukiran untuk menambah nilai seni pada alat musik tifa.

Dalam sejarahnya, tifa merupakan sebuah alat yang menjadi simbol perdamaian bagi masyarakat Papua tempo dulu.

Dulu, apabila terjadi sebuah perang antar suku di Papua, para tetua adat lantas menabuh tifa sebagai panggilan bagi wakil dari kedua belah pihak untuk melakukan perjanjian damai.

Namun, kini penggunaan tifa beralih menjadi alat musik dalam berbagai ritual dan kesenian adat seperti: pesta adat, perkawinan, penyambutan tamu-tamu penting, pengiring tari-tarian, dan lain sebagainya.


Baca juga: Mengenal 9 Alat Musik Tradisioinal NTB (Nusa Tenggara Barat)


3. Alat Musik Pikon

alat musik pikon
tribunnewswiki.com

Istilah ‘pikon’ berasal dari kata ‘pikonane’ yang dalam bahasa Baliem berarti alat musik bunyi. Pikon merupakan alat musik tradisional khas Suku Dani yang biasa dimainkan ketika beristirahat di honai (rumah khas setempat).

Alat musik pikon ini terbuat dari sejenis bambu yang beruas-ruas dan berongga yang biasa disebut dengan hite. Cara memainkannya dengan meniup sambil menarik bagian talinya, namun suara yang dihasilkan hanya bernada do, mi, dan sol.

4. Alat Musik Fuu

alat musik papua fuu
rebanas.com

Ada banyak istilah yang merujuk pada alat musik ini, yaitu: fuu, tahuri, dan ada juga yang mengenalnya dengan korno. Namun seiring dengan perkembangannya, istilah fuu lebih familiar dalam budaya Papua.

Fuu merupakan alat musik tiup yang terbuat dari kayu dan bambu. Dalam tradisi setempat, alat ini digunakan sebagai alat komunikasi untuk memanggil penduduk. Sebagai alat musik, alat ini juga digunakan untuk mengiringi berbagai kesenian daerah, seperti tari-tarian Suku Asmat di Kabupaten Merauke.

5. Alat Musik Trompet

trompet papua
budaya-indonesia.com

Trompet merupakan alat musik tiup yang terbuat dari kerang. Alat musik ini berasal dari Kabupaten Biak, Papua, yang biasa digunakan untuk memanggil penduduk dan mengiringi kesneian daerah setempat, seperti tari-tarian.

6. Alat Musik Butshake

alat musik butshake
budaya-indonesia.com

Butshake merupakan alat musik tradisional yang berasal dari masyaralat Suku Muyu, Kabupaten Merauke. Alat musik ini biasa dimainkan dalam acara-acara adat, pesta, atau kesenian daerah seperti tari-tarian.

Alat yang terbuat dari bambu dan buah kenari ini dimainkan dengan cara digoyang atau dikocok sehingga menghasilkan suara gemericik. Suara yang dihasilkan tersebut berasal dari hasil buah-buah kenari yang saling beradu ketika dikocok.

7. Alat Musik Krombi

alat musik krombi
rajinlah.id

Krombi merupakan alat musik tradisional yang berasal dari masyarakat Suku Tehit di Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua.

Krombi terbuat dari sebatang bambu dan merupakan alat musik yang digunakan dalam kesenian tari-tarian daerah. Cara memainkannya dengan menggunakan sebuah kayu kecil yang diketuk pada batang bambu tersebut.

8. Kecapi Mulut

kecapi mulut papua
budaya-indonesia.com

Alat musik ini terbuat dari jenis bambu wuluh. Berbeda dengan kecapi yang kita kenal dengan alat musik petik, kecapi mulut dimainkan dengan cara dijepit dengan bibir, lalu ditiup sambil menarik bagian talinya.

Alat musik kecapi mulut ini berasal dari masyarakat Suku Dani di lembah Baliem, Kabupaten Jayawijaya, Papua.

9. Alat Musik Amyen

alat musik amyen
budaya-indonesia.com

Amyen merupakan alat musik tiup sejenis terompet yang terbuat dari jenis kayu putih. Alat ini banyak ditemukan dalam masyarakat Suku Web, Kabupaten Keerom, Papua.

Dalam penggunaannya, alat musik amyen ini biasa digunakan untuk mengiringi kesenian tari daerah setempat. Selain itu, amyen juga digunakan sebagai alat komunikasi dalam peperangan.

10. Alat Musik Paar dan Kee

paar dan kee papua
budaya-indonesia.com

Pada dasarnya, paar dan kee merupakan dua bagian yang berbeda dari sebuah alat penutup kelamin pria dalam tradisi masyarakat Suku Waris di Kabupaten Keerom, Papua.

Paar adalah sebuah labu kering yang digunakan sebagai penutup kelamin pria, sedangkan kee adalah semacam ikat pinggang yang terbuat dari tulang burung kasuari.

Selain sebagai penutup aurat pria, paar dan kee juga memiliki fungsi sebagai alat musik dalam momen pesta-pesta adat.

Dalam pagelaran pesta tersebut, para penari yang mengenakan paar dan kee akan menari dan melompat-lompat sehingga paar dan kee saling beradu dan menghasilkan suara yang berirama.

11. Alat Musik Atowo

atowo papua
budaya-indonesia.com

Atowo kini sudah jarang ditemukan keberadaannya sebagai alat musik khas Papua. Atowo adalah sejenis alat musik pukul berbentuk bulat panjang dengan ukuran yang relatif kecil dan ringan.

Alat musik atowo dimainkan dengan cara satu tangan memegang badan atowo, sementara satu tangan yang lain menabuh atowo dengan menggunakan teknik pukulan agar dapat menghasilkan irama yang harmonis.

Dalam tradisi masyarakat Papua, alat musik ini biasa digunakan dalam berbagai kesenian dan hiburan rakyat.

12. Alat Musik Triton

triton papua
budaya-indonesia.com

Triton adalah sejenis alat musik tiup berupa kulit kerang (bia) yang banyak ditemukan di wilayah pesisir di berbagai daerah di Papua. Alat ini banyak ditemukan di daerah Biak, Yapen, Waropen, Nabire, Wondama, hingga kepulauan Raja Ampat.

Pada mulanya, alat ini hanya digunakan sebagai sarana komunikasi atau alat untuk memanggil penduduk atau pemberi tanda. Namun, kini triton juga biasa digunakan sebagai alat musik tradisional dan sarana hiburan.

13. Alat Musik Yi

alat musik papua yi
budaya-indonesia.com

Yi merupakan alat musik tiup sejenis suling yang berasal dari Papua Barat. Alat ini terbuat dari kayu dan bambu berbentuk sedikit gempal dan berwarna cokelat gelap.

Pada mulanya, yi merupakan alat komunikasi yang digunakan untuk mengumpulkan penduduk. Namun dalam perkembangannya, yi juga difungsikan sebagai alat musik untuk mengiringi tari-tarian daerah setempat.

14. Alat Musik Guoto

guoto papua barat
budaya-indonesia.com

Guoto merupakan alat musik dawai yang berasal dari daerah Papua Barat. Alat ini terbuat dari kayu dan kulit lembu. Cara memainkannya dengan memetik bagian senarnya.


Baca juga: Mengenal 7 Alat Musik Tradisional Bangka Belitung yang Eksotis


Referensi:

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *