alat musik sulawesi utara

Mengenal 15 Alat Musik Tradisional Sulawesi Utara, Menarik!

Membahas 15 poin alat musik tradisional Sulawesi Utara yang memiliki keunikan dan ciri khas yang menarik!


Baca juga: Berkenalan dengan 13 Alat Musik Tradisional Maluku dan Maluku Utara


1. Alat Musik Yori

alat musik yori
Yori /wadaya.rey1024.com

Yori merupakan semacam alat musik jenis harpa mulut. Alat musik ini terbuat dari bambu, kulit pelepah enau, dan tali dari kulit kayu. Bagian lidah-lidah di tengah Yori tersebut berfungsi sebagai vibrator, rongga mulut sebagai resonator, kemudian tali pada alat musik tersebut berfungsi sebagai pengatur nada.

Biasanya alat musik ini dimainkan ketika melihat gerhana bulan atau gerhana matahari oleh masyarakat suku Kulawi. Fungsi utama Yori yaitu sebagai alat untuk menghibur diri, dan suara dari alat musik ini tidaklah keras.

2. Alat Musik Santu

alat musik santu
Santu /dea9g.blogspot.com

Santu merupakan salah satu alat musik tradisional Sulawesi Utara. Alat musik ini terbuat dari bambu. Bagian tengah pada bambu terdapat lubang kecil sebagai resonator. Selain dipetik, Santu juga dapat dimainkan dengan cara diukul-pukul menggunakan tongkat.

Dalam pertunjukan, para pemain alat musik Santu ini dengan posisi bersila dan badan Santu berada di dekapan para pemain. Di kehidupan sehari-hari, alat musik ini juga biasa dimainkan oleh petani sebagai hiburan pada waktu senggang, juga untuk merayakan hasil panen yang melimpah.

3. Alat Musik Paree

alat musik paree
Paree /semuatentangprovinsi.blogspot.com

Parre merupakan salah satu alat musik tradisional yang terbuat dari bambu. Alat musik ini biasa digunakan sebagai hiburan di waktu senggang, dan bisa juga digunakan sebagai alat perkenalan dan pergaulan antar anggota kelompok masyarakat. Paree umumnya berwarna kecoklatan seperti warna bambu yang sudah kering.

Paree biasanya terbuat dari bahan buluh tui dan rotan. Dimainkan dengan cara dipukul menggunakan telapak tangan.

4. Alat Musik Lalove

alat musik lalove
Lalove /bukareview

Lalove adalah alat musik tiup semacam suling khas Sumatera Utara. Alat musik ini juga terbuat dari bambu berukuran panjang. Pada bagian badan dihiasi motif bunga dan tumpal yang dibuat dengan teknik bakar. Suling ini memiliki 6 lubang yang berfungsi sebagai pengatur nada.

Dahulu instrumen ini dimainkan secara tunggal pada saat upacara Balia, sebuah upacara penyembuhan orang sakit, karena suling ini diyakini dapat memanggil roh yang bisa membantu menyembuhkan penyakit. Demi sebuah upaya melestarikan alat musik ini, kini Lalove dimainkan dengan dipadukan dengan alat musik lain, seperti gendang dan gong.


Baca juga: Mengenal 10 Alat Musik Tradisional Sulawesi Tengah, Khas!


5. Alat Musik Kolintang

kolintang
Kolintang /joebillyguitars.com

Kolintang merupakan salah satu alat musik yang cukup terkenal dari Minahasa, Sulawesi Utara. Umumnyam alat musik ini dibuat dari kayu lokal Minahasa yang ringan dan disusun horizontal. Untuk memainkan alat musik ini dibutuhkan sebanyak 2 atau 3 mallet (tongkat pukul kecil) yang terbuat dari logam, kayu, atau plastik yang di bagian ujungnya dibalut dengan beludru, kain, atau benang.

Kebutuhan mallet untuk memainkan Kolintang bergantung dari nada yang akan dimainkan. Jika nada yang dimainkan rendah, maka cuma akan dibutuhka 2 buah mallet. Namun jika akan memainkan nada tinggi, maka mallet yang dibutuhkan sebanyak 3 batang.

Car memainkan Kolintang cukup dengan mengetukkan mallet pada kayu yang sudah disusun menyamping tadi. Ketika ingin memainkan nada tinggi yang menggunakan 3 buah mallet, maka masing-masing tangan memegang satu mallet, kemudian satu mallet sisanya diselipkan di antara jari tengah dan jari manis.

6. Alat Musik Momongan

alat musik momongan
Momongan /kata.co.id

Alat musik Momongan pertama kali berkembang di wilayah Minahasa. Cara memainkan alat musik ini dengan cara dipukul menggungkan kayu atau tongkat pemukul. Momongan biasanya dibuat dari campuran logam perunggu. Sejak zaman dahulu, alat musik Momongan ini kerap digunakan ketika ada acara hiburan rakyat atau sekadar menjadi pengiring seni tradisional Minahasa.

7. Alat Musik Salude

alat musik salude
Salude /carabermainalatmusik.com

Salude merupakan salah satu alat musik sejenis sitar tabung dan termasuk dalam kelompok idio-kordofon. Umumnya, Salude dibuat dari seruas bambu dan dilengkapi dengan dua dawai yang diperoleh dari kulit ari bambu tersebut. Pada bagian tengah pada badan bambu terdapat lubang yang berfungsi sebagai ruang resonansi.

Alat musik ini diomainkan dengan cara dipetik dan dipukul dengan menggunakan pelepah pinang.

8. Alat Musik Tetengkoren

Alat musik berikutnya adalah Tetengkoren. Tetengkoren merupakan salah satu alat musik yang berasal dari daerah Sulawesi Utara, tepatnya dari Minahasa. Alat musik ini biasa digunakan oleh para petani untuk menghibur diri atau untuk mengusir hama burung saat di sawah.

Bentuk Tetengkoren sekilas terlihat mirip dengan Kentongan. Cara membunyikannya pun juga dipukul-pukul. Selain sebagai alat musik yang menghibur, Tetengkoren juga digunakan untuk mengusir hama burung oleh petani.

9. Alat Musik Sasesahang

alat musik sasesahang
Sasesahang /silontong.com

Sasesahang merupakan alat musik tradisional dari daerah Sulawesi Utara. Bentuknya sekilas menyerupai garputala berujung runcing dan terbuat dari ruas bambu. Bunyi yang dihasilkan Sasesahang ini tergantung pada ketinggian ruas tabung bambu.

Pada umumnya, alat musik Sasesahang digunakan untuk keperluan pertunjukan atau pagelaran seni musik tradisional. Dalam sajiannya dibutuhkan 5 atau 6 batang Sasesahang yang masing-masing memiliki nada yang berbeda.

10. Alat Musik Arababu

alat musik arababu
Arababu /indonesiakaya.com

Arababu rupanya sudah menjadi alat musik khas daerah Sulawesi, termasuk Maluku dan Maluku Utara. Sekilas alat musik ini sangat identik dengan Rebab, namun Arababu cuma memiliki satu senar. Alat musik ini terbuat dari dua buah tempurung kelapa dan tiga buah alat penggesek.

Badan Arababu dibuat dari batok kelapa yang ditutup dengan pelepah bambu, dan tangkai Arababu sebagai tempat dawai terbuat dari bambu. Sedangkan dawainya terbuat dari serat pohon pisang Hote. Kemudian alat musik ini dilengkapi dengan tongkat gesek yang terbuat dari bambu dan serat pohon pisang Hote.

11. Alat Musik Bansi

alat musik bansi
Bansi /padek.co

Bansi merupakan alat musik tiup sejenis suling khas Sulawesi Utara yang terbuat dari seruas bambu. Salah satu ujung Bansi diberi semacam penyekat sebagai tempat tiup, sementara pada ujung satunya dibuat terbuka. Di dekat penyekat terdapat sebuah lubang jari, kemudian empat lubang lain sebagai pengatur nada.

12. Alat Musik Kanda

Kanda adalah alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara dipukul menggunakan telapak tangan atau ditabuh dengan ujung ibu jari. Hampir mirip dengan kendang dari Jawa, namun alat musik Sulawesi Utara ini memiliki ukuran yang lebih ramping dan kecil.

Membran pada alat musik Kanda ini masih tradisional yang terbuat dari kulit binatang seperti sapi, kambing, atau rusa. Kualitas bunyi yang dihasilkan juga sangat bergantung pada kepiawaian pemainnya dalam menabuhnya.

13. Alat Musik Gimba

alat musik gimba
Gimba /antarafoto.com

Sekilas dilihat hampir mirip dengan Kendang, namun alat musik Gimba memiliki ukuran yang lebih panjang dan sedikit lebih bulat. Alat musik ini biasanya digunakan sebagai pengiring atraksi silat dan seni tari tradisional Sulawesi Utara.

Gimba menggunakan membran penghasil suara yang terdiri dari kulit anoa dan kulit kerbau atau sapi. Sedangkan tali pengikat membran dengan badan Gimba terbuat dari rotan. Cara memainkannya dipukul, dan Gimba memiliki ukuran yang bervariasi.

14. Alat Musik Tatali

Tatali merupakan alat musik tradisional Sulawesi. Alat musik ini umumnya terbuat dari bahan bambu dengan ukuran 50 cm untuk panjang dan 2 cm untuk diameter dengan tiga buah lubang nada. Tatali cuma memiliki tiga nada dan suara yang dihasilkan pun tergantung dengan kepiawaian pemainnya.

15. Alat Musik Tutuba

Berdasarkan sejarahnya, alat musik Tutuba ini muncul dan berkembang dari kalangan suku To Wana, Sulawesi. Tutuba merupakan jenis alat musik dawai yang dimainkan dengan cara dipetik. Bahan utama untuk membuat alat musik ini adalah tanaman bambu. Umumnya penduduk loka menggunakan Tutuba sebagai pengiring seni tari tradisional Sulawesi, khususnya Sulawesi Utara.

***


Baca juga: Mengenal 5 Alat Musik Tradisional Gorontalo yang Khas dan Unik


Itulah sekian jumlah alat musik tradisional Sulawesi Utara yang berhasil kita rangkum dari berbagai macam sumber terpercaya. Semoga membantu!


Referensi:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *