20 Aliran Seni Lukis – Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh Karya

aliran seni lukis

Merinci berbagai macam aliran seni lukis yang berkembang seiring dengan perkembangan seni lukis dari Renaisans hingga zaman pop art di masa kini…


Melukis merupakan cabang seni rupa paling tua di antara cabang seni yang lain. Dibuktikan dengan adanya bekas jiplakan tangan di dinding goa yang diperkirakan dibuat sejak zaman prasejarah.

Kegiatan tersebut kemudian disadari dapat menghasilkan gambar-gambar yang indah dan berkembang menjadi salah satu cabang seni rupa dengan menggambar di atas bidang datar.

Seiring dengan perkembangannya, mulai bermunculan berbagai aliran seni dari zaman ke zaman, yang dibedakan berdasarkan gaya visual, pesan yang terkandung, hingga teknik perwarnaan yang dilakukan oleh masing-masing pelukis.

Berikut kita sajikan 16 aliran seni yang berkembang seiring dengan perjalanan zaman, disertai dengan tokoh-tokoh dan contoh karya lukisnya…

1. Aliran Seni Klasisisme

Aliran seni lukis yang lahir pada zaman Renaisance abad ke 14, yakni kembalinya pandangan dan kekaguman kaum bangsawan/istana/penguasa kepada seni klasik Yunani dan Romawi.

Klasisisme merupakan pemikiran yang muncul di Eropa yang identik dengan gaya arsitektur klasik Eropa sekitar tahun 3000 SM (Yunani kuno) sampai abad ke-17 sampai 18 M (zaman Barok dan Rokoko).

Tokoh-tokoh yang berperan dalam aliran ini di antaranya: Leonardo Da Vinci, Michel Angelo, Jan Ingles, Barholome Vignon, dan lain-lain.

Ciri-Ciri Aliran Klasisisme

  1. Bersifat istana sentris, berisi cerita seputar lingkungan istana
  2. Lukisan terikat dengan norma-norma intelektual akademis
  3. Memiliki batasan-batasan warna yang statis
  4. Bentuk yang seimbang dan harmonis

Contoh Karya Aliran Klasisisme


lukisan klasisisme
The Oath of the
Horatii (1784-1785,
Louvre, Paris) by
Jacques-Louis David,
classical Roman art.
The painting is 4.27 by
3.35 m

2. Aliran Seni Romantisisme

Aliran seni lukis yang mengungkapkan kejadian, kegetiran, dan hal-hal yang dianggap istimewa. Sebagai sanggahan terhadap Klasisisme dan Neo Klasisisme yang cenderung statis, kaku, dan istana sentris.

Romantisisme merupakan sebuah gerakan seni, sastra, dan intelektual yang berasal dari Eropa Barat pada abad ke- 18, pada masa Revolusi Industri. Gerakan ini sebagian merupakan revolusi melawan norma-norma kebangsawanan, sosial, dan politik pada periode Pencerahaan dan reaksi terhadap rasionalisasi terhadap alam dalam seni dan sastra.

Aliran ini banyak digunakan untuk menggambarkan suasana atau suatu peristiwa, memiliki nilai fantastis, irasional, dramatis, dan absurd. Lukisan semacam ini menceritakan kisah-kisah dramatis dan suasana yang dibawa biasanya menyentuh hati namun bersifat kritik.

Tokoh-tokoh yang menganut aliran ini di antaranya: Teobore, Raden Saleh dan Gerriwult.

Ciri-Ciri

  1. Tema kejadian yang mengenaskan/kegetiran
  2. Ungkapan penuh gerak dan berlebihan
  3. Kecenderungan dramatisasi
  4. Warna cenderung cerah

Contoh Karya Aliran Romantisisme


contoh aliran romantisisme
French romantic painter Théodore Géricault painted Raft of the
Medusa (1818-1819, Musée du Louvre, Paris, France)

3. Aliran Seni Realisme

Gaya yang mengungkapkan kenyataan alam/kehidupan apa adanya, terutama kaum miskin. Sebagai sanggahan atas aliran klasisisme yang statis dan romantisisme yang berlebihan dan mengada-ada, terutama didukung oleh bangkitnya sosialis.

Meskipun terkesan mirip, ada perbedaan mendasar antara Realisme dan Naturalisme. Jika Naturalisme menggambarkan keindahan alam dengan menekankan keindahan objek, Realisme lebih berfokus pada suasana dan kenyataan yang ada di masyarakat, misalnya hanya berupa orang berlalu-lalang atau masyarakat yang tengah duduk pada sebuah acara.

Tokoh-tokoh yang berperan dalam Realisme di antaranya: Gustave Courbet
Honoré Daumier, dan Jean-François Millet.

Ciri-Ciri Aliran Realisme

  • Ungkapan apa adanya sesuai dengan kasat mata

Contoh Karya Aliran Realisme


contoh realisme
The
Gleaners (1857), by Jean François Millet

4. Aliran Seni Naturalisme

Aliran seni lukis yang mengungkapkan keadaan alam yang divisualisasikan ke dalam kanvas.

Naturalisme merupakan aliran yang mengutamakan keakuratan dan kemiripan objek yang akan dilukis agar tampak natural dan realistis seperti objeknya yang berupa keindahan alam. Artinya, proporsi, keseimbangan, perspektf, pewarnaan dan lainnya diusahakan setepat mungkin sesuai mata melihat.

Tokoh yang berperan dalam aliran ini di antaranya: William Hogart dan Frans Hall, Raden Saleh, Abdullah Suriosubroto, Basoeki Abdullah, Gambir Anom dan Trubus.

Ciri-Ciri Aliran Naturalisme

  1. Tema alam lingkungan
  2. Mengutamakan unsur-unsur keindahan
  3. Tidak banyak melibatkan ekspresi

Contoh Karya Aliran Naturalisme


abdullah suriosubroto
Priangan (1935) by Abdullah Suriosubroto

5. Aliran Seni Impresionisme

Aliran seni lukis yang pengungkapannya atas dasar kenyataan alam sesungguhnya dengan pertimbangan waktu dan cuaca. Merupakan sanggahan kepada kelompok realis yang semu.

Impresionisme adalah aliran yang berusaha menampilkan kesan-kesan pencahayaan yang kuat, dengan penekanan pada tampilan warna, bukan bentuk. Namun kalangan akademisi justru menampilkan kesan garis yang kuat dalam lukisan aliran ini.

Karakteristik utama Impresionisme adalah goresan kuas yang kuat, warna-warna yang cerah, komposisi terbuka, penekanan pada kualitas pencahayaan, subjek-subjek lukisan yang tidak terlalu menonjol, dan sudut pandang yang tidak biasa. Bahkan, banyak pelukis yang mengharamkan warna hitam karena dianggap bukan bagian dari cahaya.

Tokoh-tokoh seniman yang berperan dalam aliran ini di antaranya: Mary Cassatt, Paul Cézanne, dan Edgar Degas

Ciri-Ciri Seni Impresionisme

  1. Gambar pada lukisan tidak mendetail, hanya impresi saja yang tampak mirip jika dilihat dari jauh
  2. Palet warna yang cerah dan kontras berdasarkan teori pengelompokan lingkaran warna
  3. Fokus melukis pantulan cahaya pada subjeknya, dibandingkan subjeknya sendiri
  4. Menggunakan sapuan kuas kecil yang disebut “dab” yang merupakan istilah luar untuk cocolan sambal
  5. Marka kuas pada lukisan cenderung tampak dan tidak ditutup-tutupi
  6. Tidak menggunakan warna hitam

Contoh Karya Aliran Impresionisme


contoh impresionisme
Haystacks, End of Summer (1891)

6. Aliran Seni Pos Impresionisme

Aliran seni lukis kelanjutan dari impresionisme yang lebih mengejar pada cuaca.

Berbeda dari Impresionisme, karya pasca-impresionis memiliki beragam karakteristik dan gaya yang berbeda dari satu seniman ke seniman lain, karena ada banyak gaya lukisan seniman individual seperti Pointillism, gaya lukisan terkait Japonisme, gaya bentuk gambar, gaya synthetism, gaya synthetism, gaya primitivisme, dll.

Tokoh-tokoh yang berperan dalam aliran ini di antaranya: Paul Cezanne, Pierre Auguste Renoir, dan Claude Monet.

Karakteristik Umum Pos Impresionsime

  1. Menampilkan makna simbolik dan sangat pribadi melalui subjeknya, penggunaan motif simbolik
  2. Mempertahankan struktur, urutan, dan efek optik warna
  3. Menggunakan warna yang tidak alami
  4. Fokus pada bentuk dan pola abstrak dalam aplikasi cat ke permukaan kanvas
  5. Sapuan kuas dengan susah payah

Contoh Karya Aliran Pos Impresionisme


the staryy night
The Starry Night, by Vincent van Gogh

Baca juga: Biografi Vincent van Gogh – Seniman Gila Pencipta Lukisan Masa Depan


7. Aliran Seni Ekspresionisme

Aliran lukisan yang memandang kebebasan jiwa sebagai dasar ungkapan.

Ekspresionisme adalah aliran yang memberikan kebebasan seniman untuk mendistorsi bentuk dan warna untuk melahirkan emosi atau menyatakan sensasi dari dalam (baik objeknya maupun senimannya).

Tokoh-tokoh yang berperan di antaranya: Heinrich Campendonk, Oskar Kokoschka, dan Affandi Koesoema.

Ciri-Ciri Aliran Ekspresionisme

  1. Tidak mengutamakan kemiripan atau kenaturalan dengan objek yang dilukis
  2. Sapuan kuas yang berani, tidak malu-malu dan ekspresif
  3. Teknik menggambar yang tampak naif, namun tetap memiliki komposisi yang apik
  4. Mementingkan ekspresi individu seniman dibandingkan dengan peniruan alam
  5. Menggunakan warna sebagai simbol untuk suatu hal, bukan sebagai pewarna objek
  6. Menolak ideologi modern yang berlebihan dan memberikan imbas semakin tidak memanusia
  7. Mencemaskan orisinalitas seni terhadap imitasi alam

Contoh Karya Aliran Ekspresionisme


contoh ekspresionisme
This Bedroom at Arles (1889), Vincent van Gogh, Dutch

8. Aliran Seni Pointilisme

Pointilisme adalah aliran seni lukis yang menggambarkan suatu objek dengan titik-titik.

Pointilisme adalah aliran seni lukis yang menggambarkan suatu objek dengan titik-titik. Apabila dipandang dari jarak tertentu, titik-titik yang terdapat pada lukisan seakan benar-benar bercampur satu dengan yang lainnya.

Dalam percampuran warna, warna baru yang dihasilkan dapat menjadi lebih jernih dan kuat dibanding percampuran langsung pada palet, karena yang tergabung adalah warna bukan pigmen.

Beberapa seniman yang menggunakan teknik ini di antaranya: Seurat’s La Parade, van Gogh, Rijaman, Keo Budi Harijanto, dan lainnya.

Ciri-Ciri Aliran Pointilisme

  1. Objek lukisan akan lebih jelas dilihat dari kejauhan, namun malah menjadi kabur ketika dilihat dari dekat.
  2. Titik-titik yang digunakan terdiri dari berbagai macam variasi: besar-kecil, tebal-tipis, atau hitam-putih.

Contoh Lukisan Pointilisme


lukisan pointilisme
Maximilien Luce, Morning, Interior (1890) /wikipedia

9. Aliran Seni Konstruktivisme

Aliran seni konstruktivisme lebih mengarah ke optimistik, konstruksi relief yang tidak representasional, pahatan, kinetik, dan lukisan.

Konstruktivisme pertama kali dikenalkan pada tahun 1913 di Russia, ketika seorang pemahat berkebangsaan Russia, Vladimir Tatlin, dalam perjalanannya menuju Paris menemukan hasil karya Picasso dan Braque. Sekembalinya ke Russia, Tatlin mulai memahat sendiri tanpa bantuan orang lain, namun ia menelantarkan referensi apapun untuk bentuk subjek atau tema yang teliti.

Hasil karyanya ini menjadi tanda kemunculan konstruktivisme. Istilah konstruktivisme sendiri tidak menjelaskan sebuah pergerakan yang detil, namun lebih ke sebuah tren dalam bidang lukisan, pahat, dan khususnya gabungan para seniman dan seni-seni mereka yang melibatkan produksi mesin, arsitektur, dan seni terapan.

Para seniman konstruktivisme tidak percaya pada ide abstrak, namun mereka lebih suka menghubungkan seni dengan ide yang konkrit dan jelas.

Ciri-Ciri Seni Konstruktivisme

  1. Objek utama yang dilukis berupa bangunan dan latar yang berada di sekitar bangunan dari satu sudut lukisan.
  2. Objek dapat berupa bengunan kuno, klasik, modern, atau apapun.

Contoh Seni Konstruktivisme


aliran seni konstruktivisme
Zuev Workers’ Club, (1927-1929) /wikipedia

10. Aliran Seni Kubisme

Aliran seni lukis yang memandang bahwa segala bentuk terwujud dari dari benda-benda geometris seperti kubus, bola, segi tiga, kerucut, silinder.

Kubisme adalah aliran yang menggambarkan objek dalam bentu-bentuk geometri, corak yang terkandung di dalamnya menyerupai bidang seperti lingkaran, segiempat, segitiga, silinder, kubus, dan kotak-kotak.

Jika dipandang dari jauh, lukisan aliran ini terlihat seperti serpihan kaca yang disambung hingga membentuk lukisan, unik, elegan, dan kokoh, namun terkadang kombinasi warna dari setiap serpihan jauh dari sifat natural, tidak sinkron, namun tetap indah dipandang.

Tokoh-tokoh yang berperan pada aliran ini di antaranya: Gezanne, Albert Glazes, Fernand Leger, Robert Delaunay, Metzinger, Braque, Francis Picabia, dan Juan Gri.

Ciri-Ciri Aliran Kubisme

  1. Menggunakan beberapa perspektif sekaligus dalam satu gambar, sehingga menunjukkan objek dari berbagai sudut pandang.
  2. Melakukan deformasi dan dekonstruksi terhadap objek yang di lukis (mulut di atas mata, hidung di bawah, dsb).
  3. Menyederhanakan objek menjadi mirip dengan bentuk geometris (hidung seperti segitiga, siku seperti trapesium, dsb).
  4. Mengeksplorasi bentuk terbuka, membiarkan ruang mengalir melalui bentuk, memadukan latar belakang ke objek di depannya.
  5. Pada fase kedua Kubisme (Synthetic Cubism) seniman kubisme banyak menggunakan benda sehari-hari sebagai tanda abstrak (potongan koran, dsb).

Contoh Karya Aliran Kubisme


contoh kubisme
The Weeping Women, by Pablo Picasso

11. Aliran Seni Abstraksionisme

Aliran lukisan yang tumbuh dari kalangan yang berpandangan bahwa bentuk yang diungkapkan tidak menyamai bentuk yang ada di alam.

Abstraksionisme merupakan aliran yang menggunakan bentuk dan warna dalam cara non representasional. Aliran ini juga dikenal menghindari peniruan objek secara mentah, memberikan sensasi keberadaan objek dan menggantikan unsur bentuk dan porsinya.

Tokoh-tokoh yang berperan dalam aliran ini di antaranya: Mark Rothko, Adolf Got Lieb, dan Bornet Newman

Ciri-Ciri Aliran Kubisme

  1. Aliran ini menampilkan unsur-unsur seni lukis yang disusun tidak terbatas pada bentuk-bentuk yang ada di alam.
  2. Bentuk, garis, dan warna ditampilkan tanpa mengindahkan bentuk nyata di alam

Contoh Karya Aliran Abstrak


contoh lukisan abstrak
Black and White (1948) by American abstract expressionist
Jackson Pollock

12. Aliran Seni Fauvisme

Aliran seni lukis yang membebaskan diri dari keteraturan dan hukum-hukum yang berlaku.

Fauvisme berasal dari bahasa Perancis, Des Fauves yang artinya binatang liar. Aliran Fauvisme digambarkan dengan menggunakan warna-warna liar namun tetap nyentrik. Aliran ini muncul sekitar abad ke-20, dimulai dari seniman muda yang ingin berkarya dengan menggunakan warna yang sedikit berbeda dengan aslinya.

Tokoh-tokoh yang berperan dalam aliran ini di antaranya: Henry Matisse, Maurice de Vlamink, Kess van Dongen, Andre Dirrain, dan Rauol Dufi.

Ciri-Ciri Aliran Fauvisme

  1. Warna mencolok yang tidak melihat keakuratan pada referensi model atau objek yang dilukis.
  2. Bentuk gambar pada lukisan diiringi oleh garis tegas
  3. Warna digunakan untuk mengekspresikan gagasan Seniman
  4. Keakuratan bentuk gambar pada referensi model atau subjek dihiraukan
  5. Menyampaikan gagasan atau pesan pribadi dari pelukisnya
  6. Marka kuas yang kontras dan tidak ditutup-tutupi

Contoh Karya Aliran Fauvisme


contoh seni lukis aliran fauvisme
Red Room, Henri Matisse (1908), Fauvist period

13. Aliran Seni Futurisme

Aliran seni lukis yang mengimbangi segala sesuatu yang serba cepat dan dinamis.

Futurisme mengatakan keindahan gerak dan dipandang sebagai pendobrak aliran Kubisme yang dianggap statis dalam komposisi, garis, dan pewarnaan. Tahun lahirnya pada 1909.

Tokoh-tokoh yang berperan dalam aliran ini di antaranya: Umberto, Boccioni, Carlo Cara, Severini, Gioccomo Ballad an Ruigi Russalo.

Ciri-Ciri Aliran Futurisme

  • Objek lukisan mengabdikan diri pada gerak sehingga pada lukisan anjing digambarkan berkaki lebih dari empat

Contoh Karya Aliran Futurisme


seni lukis futurisme
Street Light (1909), by Giacomo Balla

14. Aliran Seni Primitivisme

Primitivisme adalah aliran seni yang bersifat sederhana dan jauh dari teknik-teknik lukis modern.

Berdasarkan dari namanya, primitivisme yang berasal dari kata ‘primitif’, yang merujuk pada sifat yang sederhana dan belum maju. Maka dapat disimpulkan, primitivisme adalah aliran seni yang bersifat sederhana dan jauh dari teknik-teknik lukis modern.

Aliran ini memiliki sifat spontan, bersahaja, dan tidak terikat dengan profesionalisme teknik, baik dalam proses penggarapan maupun dalam pewarnaannya. Ditambah, aliran ini tidak mengenal latihan untuk pembuatannya.

Ciri-Ciri Aliran Primitivisme

  1. Pengungkapannya bersifat spontan sesuai kehendak sang pelukis, tanpa perlu memperhatikan alat dan bahan, teknik, maupun proporsional bentuk.
  2. Bentuk-bentuk dalam lukisan yang cenderung ekspresif, bukan peniruan dari bentuk yang ada di alam.
  3. Hasil lukisan yang sederhana.
  4. Kebanyakan lukisan primitivisme memiliki nilai magis dan sakral.

Contoh Lukisan Primitivisme


aliran seni primitivisme
Henri Matisse – Music, 1910 /widewalls.ch

15. Pittura Metafisica

Pittura Metafisica adalah aliran seni lukis yang menggambarkan objek dengan sentuhan metafisika.

Aliran ini merupakan penentang aliran futuristik dan kubisme. Pittura Metafisica pertama kali muncul pada masa Perang Dunia I yang dipelopori oleh seorang futurist Italia, Carlo Carra (1881-1966) dan seorang pelukis Giordino de Chirico (1888-1978), yang menyatakan telah menembukan gaya seni baru yang eksklusif.

Ciri-Ciri Seni Pittura Metafisica

  1. Objek yang dilukis biasanya berupa boneka yang erat dengan hal yang bersifat metafisika.
  2. Permainan terang-gelap dan bayangan memberikan efek sepi, melankolis, mencekam, dan absurd.

Contoh Seni Pittura Metafisica


pittura metafisica
The Song of Love by Giorgio De Chirico /wikipedia

16. Aliran Seni Surealisme

Aliran lukisan yang menampilkan sosok natural yang dipelintir menjadi alam mimpi.

Surealisme adalah aliran seni lukis yang banyak menampilkan bentuk-bentuk yang sering ditemui di alam mimpi. Pelukis berusaha mengabaikan bentuk secara keseluruhan kemudian mengolah setiap bagian tertentu dari objek untuk menghasilkan sensasi tertentu yang bisa dirasakan manusia tanpa harus mengerti bentuk aslinya.

Tokoh-tokoh yang berperan dalam aliran ini di antaranya: Joan Miro, Salvador Dali darl Andre Masson. Di Indonesia bisa disebut Sudibio, Sudiardjo, dan Amang Rahman.

Ciri-Ciri Aliran Surealisme

Objek Lukisan Surealis berusaha membebaskan diri dari kontrol kesadaran, menghendaki kebebasan yang selanjutnya ada kecenderungan menuju kepada realistis namun masih dalam hubungan-hubungannya yang aneh.

Contoh Karya Aliran Surealisme


seni lukis surealisme
Son of Man (1964) by the Belgian surrealist
painter René Magritte

17. Aliran Seni Dadaisme

Dadaisme adalah aliran seni yang tak ingin membuat suatu karya indah secara fisik. Namun, ia bermuatan kritik tajam, pesan perdamaian, atau pesan sosial lain dengan cara membuat sindiran tak langsung, hingga ungkapan provokatif terhadap kelompok-kelompok yang dianggap memberikan pengaruh negatif pada kehidupan.

Dadaisme menggunakan tema-tema yang bertentangan dengan seni tinggi Eropa yang dianggap sebagai aliran mainstream pada masa itu. Mereka kerap menggunakan tema-tema yang mengerikan, terkadang justru kekanak-kanakan (naif), hingga ke tema-tema mistis yang menyeramkan, atau apapun yang tidak menunjukkan keindahan estetis bergaya seni yang telah mapan sebelumnya.

Tokoh-tokoh yang berperan dalam aliran ini di antaranya: Juan Gross, Max Ernst, Hans Arp, MarcelDuchamp dan Picabia.

Ciri-Ciri Aliran Dadaisme

  1. Mengandung imaji yang cenderung tidak indah secara estetik, kotor dan provokatif.
  2. Memuat pesan yang mempertanyakan kembali arti seni, peran seniman, dan estetika secara umum.
  3. Menyampaikan seruan anti perang melalui satir atau sindirian tidak langsung terhadap kekejaman perang.
  4. Berisikan pesan anti kaum borjuis yang pada masa itu dianggap menyebabkan Perang Dunia I
  5. Menggunakan objek-objek “readymade” atau sesuatu yang telah ada, seperti objek sehari-hari yang ada disekitar kita: gelas, toilet, sendok, dll. Objek tersebut di susun atau dirangkai menjadi karya seni seperti kolase, patung dan instalasi.

Contoh Karya Dadaisme


seni lukis dadaisme
pinterest

18. Aliran Seni Gothic

Seni Gothic adalah sebuah aliran seni rupa abad pertengahan yang menjadi bagian dari seni Romawi, berkembang di Perancis Utara pada abad ke 12 Masehi. Seni Gothic muncul di Île-de-France, Perancis, pada awal abad 12 di Gereja Biasra St. Denis yang dibangun oleh Abbot Suger.

Gaya seni ini menyebar dengan cepat dan menjadi gaya arsitektur dalam pembuatan patung, monumen, bahkan untuk lukisan pribadi.

Ciri-Ciri Seni Gothic

  1. Objek lukisan biasanya berupa tokoh suci, ksatria, raja, atau ratu.
  2. Lukisan Gothic banyak ditemukan istana-istanan kerajaan, rumah ibadah, kastil, atau bangunan klasik.

Contoh Lukisan Gothic


seni gotik
Lukisan Dinding Gothic, Prancis /wikipedia

19. Popular Art (Pop Art)

Pop art merupakan aliran seni yang memanfaatkan simbol-simbol dan gaya visual yang berasal dari media massa yang populer seperti surat kabar, televisi, iklan, media sosial, dan lain sebagainya.

Pop Art merupakan sebuah gerakan seni yang muncul di Inggris pada yahun 1950-an di awal-awal post modern art, di mana semua orang bosan dengan gaya modern. Pop Art merupakan seni yang mendobrak batas-batas konvensional seni yang dianggap agung.

Tokoh yang paling mencolok pada aliran ini yaitu Andy Warhol, melalui karyanya, ia mempoluerkan aliran Pop Art di Amerika Serikat dan seluruh dunia. Di Indonesia, kita mengenal Wedha Abdul Rasyid yang berhasil menciptakan teknik baru yang diakui dunia, Wedha’s Pop Art Potrait (WPAP).

Ciri-ciri

  1. Karya seni Pop Art kebanyakan berupa seni lukis karikatur yang memuat sindiran, kritik, atau humor
  2. Objek biasanya berupa manusia yang digambarkan dalam perspektif lain.

Contoh Karya Aliran Pop Art


seni lukis pop art
pixels.com

20. Optical Art (Op Art)

Aliran seni lukis yang memanfaatkan ilusi mata.

Optical Art adalah gaya seni visual yang menggunakan ilusi optikal. Aliran Op art bersifat abstrak, kebanyakan berbentuk potongan yang hanya dibuat dengan warna hitam putih. Ketika orang melihat karya ilusi optikal, maka akan memberikan sebuah impresi pergerakan, benda yang tersembunyi, getaran, atau pola tertentu.

Tokoh-tokoh yang turut mendalami dan berperan dalam seni Op art di antaranya: Agus Djaja dan Bridget Louise Riley.

Ciri-ciri

  1. Objek yang dilukis hanya berupa bidang, garis, atau objek yang berwarna hitam putih.
  2. Gambar berupa bentuk sederhana dan tidak memiliki detail yang rumit.

Contoh Karya Aliran Optical Art


seni lukis optical art
https://hu.123rf.com

Baca juga: Sejarah Seni Lukis dan Perkembangannya di Indonesia


 

About Kanu Hizbam

Pemuda berantakan yang terobsesi jadi orang biasa di usia muda. Selain merintis karier di dunia bisnis, kini tengah mati-matian berusaha menggemari buku sebagai hobi barunya.

View all posts by Kanu Hizbam →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *