Iwan Fals, Mengulas Biografi Sang Legenda Musik Indonesia

biografi iwan fals

Mengulas biografi Iwan Fals lengkap, dari permulaannya menggeluti dunia musik, menelusuri perjalanan kariernya, keharmonisan keluarga, hingga persinggungannya dengan pemerintah Orde Baru.


Secara sekilas, kita mengenal Iwan Fals sebagai seorang seniman musik yang sederhana. Dengan gitar bolongnya, ia dengan lantang menyuarakan gagasan-gagasannya yang seringkali menyinggung pemerintah ataupun masalah-masalah sosial sampai-sampai kehidupan di penjara telah menjadi bagian dari cerita hidupnya.

Sepak terjang Iwan Fals sudah bermula sejak tahun 70-an, hingga kini ia telah dikenal sebagai legenda meskipun masih aktif berkarya dengan gaya yang lebih elegan. Berbagai aliran musik tak lepas dari bahan eksperimen dan eksplorasinya, mulai dari pop, rock, country, folk, yang kadangkala dibumbui dengan aroma humor.

Teriakan-teriakannya di masa lampau kini telah dikemas dengan gaya yang lebih elegan dan spirituil. Penampilan urakan dengan rambut gondrong dan tampang premannya kini telah berubah bak orang kantoran dengan setelan kemeja dimasukkan ke dalam celana di setiap aksi panggungnya.

Usianya kini telah menginjak 58 tahun, namun jiwa muda-nya belum juga menua. Iwan Fals tetap sibuk dengan jadwal ‘dakwahnya’ di mana-mana, menjadi inspirasi bagi generasi penerusnya. Untuk mengenalnya lebih dalam, mari kita simak ulasan lengkap biografi Iwan Fals berikut. Semoga senang!


Baca juga: Biografi Chairil Anwar – Sang Penyair Pelopor Angkatan 45


Profil

profil iwan fals
suluaktual.com

Nama Lahir

Virgiawan Listanto


Nama Panggung

Iwan Fals


Tempat Tanggal Lahir

Jakarta, 3 September 1961


Profesi

Musisi


Tahun Aktif

1975-sekarang


Pendidikan

  • SMPN 5 Bandung, Jawa Barat
  • SMAK BPK Bandung
  • STP (Sekolah Tinggi Publisistik, sekarang IISIP)
  • Institut Kesenian Jakarta (IKJ)

Orang Tua

  • Kolonel Anumerta Sucipto (Ayah)
  • Lies Suudijah (Ibu)

Pasangan

Rosana


Anak

  1. Galang Rambu Anarki (Alm.)
  2. Annisa Cikal Rambu Bassae
  3. Raya Rambu Rabbani

Baca juga: Rhoma Irama, Biografi Sang Raja Dangdut yang Kontroversial


Lebih dekat dengan Iwan Fals

iwan fals muda
egrafis.com

Virgiawan Listanto biasa dikenal dengan nama panggungnya, Iwan Fals, dilahirkan di Jakarta, 3 September 1961. Ibunya, Lies Suudijah, berasal dari Tasikmalaya dan ayahnya, Kolonel Anumerta Sucipto, berasal dari Purwokerto dan merupakan anak dari seorang petinggi pabrik gula Kalibagor, Jawa Tengah.

Lahir di Jakarta, masa kecil Iwan dihabiskan di Bandung, kemudian menetap di Jeddah, Arab Saudi, selama 8 bulan. Bakat bermusiknyasudah terasah sejak dirinya masih belia, di usia 13 tahun, ia banyak menghabiskan waktunya di jalanan dengan mengamen ketika di Bandung.

Bermain gitar sudah dilakukannya sejak masih kecil, bahkan ia mengamen untuk mengasah kemampuannya bergitar dan menciptakan lagu. Ketika duduk di bangku SMP, dikabarkan bahwa Iwan pernah menjadi gitaris dalam sebuah paduan suara.

Mengawali Karier Bermusik

album sarjana muda
Album Sarjana Muda /youtube

Bermula dari bakat dan kegemarannya bermusik tersebut, datang ajakan untuk mengadu nasib ke Jakarta dari seorang produser. Ia lalu menjua sepeda motornya untuk biaya membuat master.

Untuk pertama kalinya Iwan Fals membuat rekaman album bersama rekan-rekannya, Toto Gunarto, Helmi Bahfen, dan Bambang Bule yang tergabung dalam grup Amburadul. Namun karena debutnya tersebut menuai kegagalan, albumnya tak laku di pasaran, Iwan lalu kembali mengamen. Meski gagal di kala itu, album perdana tersebut kini menjadi buruan para kolektor fans Iwan Fals.

Di sela-sela kegiatanya mengamen, Iwan juga aktif mengikuti berbagai festival musik. Setelah menyabet juara di festival musik country, ia juga ikut festival lagu humor. Lagu-lagu humor milik Iwan juga sempat direkam bersama artis Pepeng, Krisna, dan Nana Krip oleh ABC Records, namun juga menuai kegagalan dan hanya dikonsumsi oleh kalangan tertentu.

Hingga pada akhirnya, Iwan Fals menjalin kerja sama dengan Musica Studio setelah menuai kegagalan dalam 4-5 album yang sudah direkamnya. Di Musica, lagu-lagu Iwan Fals barulah digarap dengan lebih serius. Sebut saja album Sarjana Muda yang musiknya langsung ditangani oleh Willy Soemantri.

Jalinan kerja sama-nya dengan salah satu rekaman musik besar Musica Studio tak juga menghentikan kegiatannya mengamen. Iwan mengamen dengan menghampiri satu rumah ke rumah yang lain, kadang di Pasar Kaget, kadang di kawasan Blok M.

Rekaman album Sarjana Muda rupanya banyak diminati dan Iwan mulai menemukan jalannya sebagai musisi. Sejak itu, tawaran untuk tampil di televisi mulai menghampirinya. Ia sempat muncul di televisi pada tahun 1987, saat acara Manasuka Siaran Niaga disiarkan di TVRI, lagu Oemar Bakri ditayangkan di TVRI. Iwan sudah berhenti mengamen ketika anak keduanya, Cikal, lahir pada 1985.

Kasih Sayang Orde Baru

iwan fals muda
naviri.org

Pada awal kariernya sebagai musisi, di masa Orde Baru, Iwan banyak menciptakan lagu yang mengandung kritikan terhadap pemerintah. Beberapa lagu tersebut bahkan dapat dikategorikan terlalu keras pada masanya, sehingga studio rekaman yang memayungi Iwan Fals tak berani memasukkan lagu-lagu tersebut ke dalam album yang dijual bebas.

Rekaman lagu-lagu yang tak dipasarkan tersebut kemudian sempat diputar di stasiun radio 8EH institut Teknologi Bandung. Iwan juga menyanyikannya di banyak konser musik yang kemudian mengakibatkan ia berulang kali harus berurusan dengan pihak keamanan karena lirik lagu Iwan Fals dianggap dapat mengganggu stabilitas negara.

Selama masa Orde Baru memang banyak jadwal konser Iwan Fals dilarang dan dibubarkan dengan alasan lagu-lagunya dapat membuat kerusuhan. Sejumlah konsre musiknya di tahun 80-an juga banyak disabotase dengan cara dipadamkan aliran listriknya dan pernah juga dibubarkan secara paksa hanya karena ia membawakan lirik lagu yang menyindir penguasa saat itu.

Tercatat di bulan April tahun 1984, Iwan Fals harus berurusan dengan aparat keamanan dan sempat ditahan dan diinterogasi selama 2 minggu gara-gara menyanyikan lirik lagu “Demokrasi Nasi”, “Pola Sederhana”, dan “Mbak Tini”. pada sebuah konser di Pekanbaru.

Semenjak kejadian itu, Iwan Fals dan keluarganya kerap mendapatkan teror. Hanya segelintir fans Iwan Fals yang masih menyimpan rekaman lagu-lagu tersebut, dan sekarang menjadi koleksi yang sangat berharga.

Berkarier Solo

swami iwan fals
i-musicland.com

Ketika bergabung dengan grup SWAMI dan merilis album bertajuk SWAMI pada 1989, nama Iwan Fals makin berkibar berkat lagu hits-nya, “Bento” dan “Bongkar” yang sangat fenomenal.

Pada 1990, Iwan juga turut bergabung dengan grup Kantata Takwa yang didukung penuh oleh seorang pengusaha Setiawan Djodi. Konser-konser Kantata Takwa waktu itu hingga sekarang dianggap sebagai konser musik paling besar dan megah sepanjang sejarah musik Indonesia.

Setelah berakhirnya kontrak dengan SWAMI yang menghasilkan dua album, SWAMI dan SWAMI II, juga di sela-sela rutinitasnya bersama Kantata Takwa, Iwan Fals juga meluncurkan beberapa album solo maupun bersama kelompok, seperti album Dalbo yang digarap bersama sebagian mantan personel SWAMI.

Kemdian pada tahun 2002, sejak diluncurkannya album Suara Hati, Iwan Fals telah memiliki kelompok musik pengiring yang tetap yang selalu menyertai dalam setiap pengerjaan album maupun konser.

Yang menarik dari musik Iwan Fals, tidak ada ditemukan satu logo pun atau merk tertentu yang menempel pada alat-alat musik yang digunakan dalam setiap konser, baik oleh Iwan sendiri atau anggota band-nya. Seluruh identitas tersebut selalu ditutupi dan dihilangkan.

Pada panggung yang menjadi dunianya, Iwan Fals tidak pernah mengizinkan ada logo atau hal-hal yang berbau sponsor terpampang untuk menjaga idealismenya yang tak mau dianggap sebagai wakil dari produk tertentu.

Soal Keluarga Iwan Fals

keluarga iwan fals
tribunnews.com

Beralih ke kehidupan keluarga, Iwan Fals menikahi Rosana yang akrab disapa Mbak Yos pada tahun 1980. Dari pernikahannya dengan Mbak Yos, mereka dikaruniai tiga anak, yaitu (alm.) Galang Rambu Anarki, Annisa Cikal Rambu Bassae, dan Raya Rambu Rabbani.

Anak pertamanya, Galang, mengikuti jejak ayahnya sebagai pemusik. Meski begitu, musik yang ia bawakan bebeda dengan yang telah menjadi trademark ayahnya. Galang kemudian menjadi seorang gitaris grup Bunga dan sempat merilis satu album perdana menjelang kematiannya tahun 1997.

Selepas meninggalnya Galang, Iwan Fals kemudian membentuk sebuah ormas bersama para fans bernama Orang Indonesia (OI).

Nama Galang juga menjadi judul salah satu lagu Iwan Fals, “Galang Rambu Anarki”, pada album Opini. Lagu tersebut bercerita tentang kegelisahan orang tua menghadapi kenaikan harga BBM yang berimbas juga pada kenaikan harga-harga barang pokok pada awal tahun 1982, yaitu pada hari kelahiran Galang (1 Januari 1982).

Tak ketinggalan juga nama putrinya, Cikal, diabadikan menjadi judul album dan judul lagu Iwan Fals yang rilis tahun 1991. Sebelumnya, sebenarnya Cikal sudah pernah dibuatkan lagu dengan judul “Anisa” pada tahun 1986. Lagu tersebut rencananya akan dimasukkan dalam album Aku Sayang kamu, namun dibatalkan karena dianggap terlalu kritis.

Meninggalnya Galang

galang rambu anarki
Galang Rambu Anarki /fimela.com

Pada bulan April 1997, secara mendadak Galang Rambu Anarki meninggal dunia dan menyebabkan aktivitas bermusik Iwan Fals vakum dalam beberapa tahun. Jenazah Galang kemudian dimakamkan di pearangan rumah Iwan Fals di desa Kp. Leuwinanggung No. 19 Tapos, Depok, Jawa Barat.

Sepeninggal Galang, Iwan Fals menghabiskan waktunya dengan melukis dan berlatih bela diri. Di tahun 2000, Iwan mulai aktif dan seolah lahir setelah sekian lama menyendiri dengan dirilisnya album Suara Hati yang di dalamnya terdapat lagu “Hadapi Saja” yang mengungkapkan cerita terkait dengan meninggalnya Galang. Dalam lagu tersebut, sang istri juga ikut menyumbangkan suaranya.

Mulai dari kelahiran kembali seorang Iwan Fals setelah sekian lama vakum, warna dan gaya bermusik Iwan Fals terasa berbeda. Gayanya dinilai tak segarang dan seliar dulu. Lirik-lirik lagunya lebih bernuansa dalam dan spirituil. Iwan Fals juga membawakan lagu-lagu cinta, baik ciptaannya sendiri atau dari orang lain.

Pada tanggal 22 Januari 2003, Iwan Fals kembali dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama Raya Rambu Rabbani. Kelahiran putra ketiganya ini seolah menjadi penghibur dan pengganti Galang yang juga banyak memberikan inspirasi dalam bermusik seorang Iwan Fals.

Di luar musik dan lirik, penampilan Iwan Fals juga jauh berubah dari sebelumnya. Saat Galang meninggal dunia, rambut gondrongnya dicukur habis hingga gundul. Penampilannya kini terlihat lebih bersahaja, rambut berpotongan rapi yang disisir klimis, dan jenggotnya dicukur habis.

Dalam berpakaian, Iwan Fals kerap menggunakan setelan kemeja yang dimasukkan ke dalam celana pada setiap kesempatan tampil di depan publik. Penampilan rapi-nya tersebut tentu sangat jauh berbeda dengan sebelumnya yang lebih sering memakai kaos oblong, bahkan bertelanjang dada dengan rambut gondrong dan kumis  tebal.

Teladan Seorang Istri

rosana iwan fals
Rosana “Mbak Yos” /fimela.com

Menurut Mbak Yos, kematian putra pertama mereka yang masih tergolong muda merupakan cobaan terberat dalam kehidupan keluarga Iwan Fals. Ditambah lagi tak lama setelah kepergian Galang, Iwan juga kehilangan ayah dan saudaranya. Maka di sinilah peran Mbak Yos sebagai istri yang menjadi penghibur agar Iwan tak larut dalam kesedihan.

Mengenal lebih dalam, Mbak Yos adalah tipikal perempuan religius yang berusaha untuk lebih dekat dengan Tuhan. Hal tersebutlah yang berperan dalam membendung kesedihan yang mendalam seorang Iwan Fals.

Setelah cobaan tersebut, Mbak Yos merasa lebih dekat dengan suaminya. Menurut Iwan, ia merasa lebih dekat, namun dalam urusan agama, istrinya lebih unggul darinya. Cobaan tersebut juga membuat Mbak Yos lebih memahami suaminya, meski dari dulu hingga sekarang tak banyak berubah.

Mulai kelahiran Iwan Fals setelah masa vakumnya ini, Mbak Yos berperan  menjadi manajer pribadi Iwan Fals yang mengatur segala jadwal kegiatan dan kontrak. Dengan adanya Iwan Fals Management (IFM), Iwan lebih profesional dalam berkarier.


Baca juga: Ahmad Dhani, Biografi Legenda Musik Indonesia yang Kontroversial


Referensi


 

About Kanu Hizbam

Owner of Dinasti Gas Banter Media Corporation.

View all posts by Kanu Hizbam →

One Comment on “Iwan Fals, Mengulas Biografi Sang Legenda Musik Indonesia”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *