jenis jenis seni musik

Merunut 4 Jenis Seni Musik Berdasarkan Perkembangan Zaman

Membahas jenis-jenis seni musik yang berdasarkan dengan perkembangan zaman. Dari musik tradisional hingga musik modern kontemporer.


Sebelumnya, telah kita bahas berbagai hal seputar musik. Mulai dari pengertian seni musik, sejarah, fungsi musik utama secara umum, dan perkembangannya di Indonesia. Pada artikel ini, akan kita simak bersama jenis-jenis seni musik yang berdasarkan menurut perkembangan zaman.

Berbeda dengan genre musik yang akan kita bahas pada tulisan yang lain, pembahasan kali ini lebih terfokus pada jenis-jenis seni musik yang berdasarkan perkembangan era-nya. Mulai dari seni musik tradisional, musik klasik, musik modern, dan musik seni atau  avant-garde kontemporer.

1. Musik Tradisional

orkestra cina
Orkestra Cina /pixabay.com

Musik tradisional adalah musik yang hidup di masyarakat suatu daerah yang secara turun temurun dipertahankan, bukan hanya sebagai sarana hiburan saja, namun juga digunakan untuk pengobatan, media komunikasi, dan berbagai fungsi yang lain.

Ciri-Ciri Musik Tradisional

Ciri yang paling menonjol dari jenis musik tradisional terletak pada bahasa syair dan alat musik yang digunakan berasal dari daerah asal musik itu sendiri. Dapat dibilang, musik tradisional adalah identitas kebudayaan daerah tersebut karena ia berkembang di tengah kehidupan masyarakat.

Secara rinci, berikut merupakan ciri-ciri musik tradisional:

  1. Dipelajari secara lisan
  2. Tidak memiliki notasi
  3. Bersifat Informal
  4. Pemainnya tidak terspesialisasi
  5. Syair lagu berbahasa daerah
  6. Lebih melibatkan alat musik daerah
  7. Merupakan bagian dari budaya masyarakat

Fungsi-Fungsi Musik Tradisional

Terlepas dari fungsi-fungsi utama seni musik, secara lebih rinci dan spesifik, beberapa fungsi dari seni musik tradisional sebagai berikut:

  1. Sebagai alat komunikasi
  2. Sebagai sarana hiburan
  3. Sebagai musik pengiring seni tari
  4. Sebagai sarana ritual adat kebudayaan
  5. Sebagai sumber pendapatan ekonomi bagi penggiatnya
  6. Sebagai sarana pengembangan diri

Contoh Musik Tradisional

Musik tradisional merupakan perbendaharaan seni lokal masyarakat daerah. Di Indonesia, beberapa contoh musik daerah di antaranya: gamelan, angklung, dan sasando. Selain murni berasal dari kebudayaan lokal, ada juga musik tradisional yang telah dipengaruhi oleh kebudayaan asing, seperti marawis dan keroncong.

#1. Gamelan



#2. Keroncong



#3. Musik Tradisional Cina



2. Musik Klasik

fungsi seni musik
pixabay.com

Musik klasik merupakan istilah luas yang biasanya merujuk pada musik yang dibuat atau berakar dari tradisi kesenian Barat, musik gereja, dan musik orkestra, yang mencakup periode dari sekitar abad ke-9 sampai abad ke-21.

Sejak abad kedua dan ketiga Sebelum Masehi, telah muncul bentuk musik tertentu di Tiongkok dan Mesir. Dengan memperoleh pengaruh dari Mesir dan Babilon, terbentuklah jenis musik Hibrani yang kemudian hari berkembang menjadi musik gereja.

Musik tersebut kemudian digemari oleh masyarakat karena banyaknya pemain musik yang mengembara dan menyanyikan lagu yang digunakan pada upacara gereja. Musik itu kemudian tersebar ke seluruh Eropa dan mengalami perkembangan yang cukup pesat.

Pertumbuhan dan perkembangan bentuk musik tersebut lalu menghasilkan musik instrumental yang maju dengan pesat setelah ada perbaikan pada alat-alat musik seperti biola dan cello. Pada abad ke-14, alat musik orgel ditemukan.

Para komponis besar mulai bermunculan dari berbagai negeri: Jerman, Perancis, Italia, dan Rusia. Pada abad ke-19, rasa kebangsaan mulai bangun dan tumbuh berkembang, sehingga perkembangan musik terpecah menurut kebangsaan masing-masing, meskipun pada awalnya sama-sama bergaya romantik.

Menurut Aristoteles, musik memiliki kekuatan untuk mendamaikan hati yang gelisah, memiliki terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme. Pada abad ke-20, Perancis mulai menjadi pelopor dengan musik impreionistis yang dengan segera diganti dengan ekspresionistis.

Ciri-Ciri Musik Klasik

Untuk lebih memahami karakteristik musik klasik, ada beberapa ciri yang hendaknya kita pahami. Secara  umum, musik klasik memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Penggunaan dinamika dari keras menjadi lembut (cressendo dan decressendo),
  2. Perubahan tempo dengan accelerando (semakin cepat) dan ritarteando (semakin lembut),
  3. Penggunaan ornamentik yang terbatas, dan
  4. Penggunaan akord 3 nada.

Manfaat Mendengarkan Musik Klasik

Telah dilakukan berbagai penelitian tentang musik klasik bagi kehidupan manusia. Bahkan, musik klasik dapat bermanfaat untuk terapi pengobatan. Simak beberapa manfaat mendengarkan musik klasik berikut:

  1. Untuk perkembangan kecerdasan manusia
  2. Peningkatan daya ingat
  3. Meningkatkan kinerja otak kanan
  4. Membantu masalah kesulitan tidur
  5. Membantu mengurangi resiko gangguan kejiwaan atau stress
  6. Membantu dalam proses relaksasi kehamilan
  7. Membantu menurunkan tekanan darah yang berlebih

Contoh Musik Klasik: Ludwig van Beethoven



Baca juga: Sejarah Perkembangan Musik di Indonesia


3. Musik Modern

seni musik modern
pixabay.com

Musik modern adalah musik yang telah mendapat sentuhan teknologi modern baik dari alat musiknya atau cara penyajiannya, muncul setelah akhir era musik klasik hingga sekarang. Ciri khas utama dari musik modern adalah menggunakan tangga nada diatonis dan menggunakan alat musik akustik dan elektronik.

Perkembangan teknologi yang kian pesat juga mempengaruhi dunia musik. Kini dengan sangat mudah suara-suara buatan dihasilkan melalui alat elektronik maupun komputer dengan program musiknya, “teknologi komputerisasi”, yang juga menjadi bagian dari berkembangnya musik modern.

Sejauh ini, musik modern memang sulit dibatasi dengan definisi tertentu. Dapat dibilang, musik modern sebagai salah satu bentuk musik terus mengikuti perkembangan zaman. Musik ini selalu disesuaikan dengan selera penggemarnya sehingga ia masih tetap bertahan hingga kini.

Dalam permainannya, musik modern umumnya menggunakan alat musik Barat karena memang berorientasi pada musik Barat. Di antara alat musik tersebut adalah: gitar, bass, drum, keyboard, dengan suara buatan komputer, dan alat musik modern lainnya.

Ciri-Ciri Musik Modern

Sebenarnya, musik modern telah telah lama menjamur dan menjadi kegemaran tersendiri bagi hampir seluruh kalangan masyarakat. Hampir semua orang menggemari musik-musik modern yang populer melalui berbagai media massa.

Perkembangan musik modern juga sangat signifikan yang mengikuti perkembangan teknologi modern. Sehingga bisa dikatakan bahwa musik modern akan terus populer seiring dengan kemajuan zaman. Berikut ciri-ciri yang dapat diidentifikasi dari musik modern yang populer di kalangan masyarakat.

  1. Menggunakan bahasa nasional atau internasional
  2. Terpengaruh dengan era modern
  3. Tempo cenderung lebih cepat
  4. Menggunakan alat musik modern
  5. Gaya musik tidak mengacu pada aturan tertentu
  6. Pencipta diketahui
  7. Musik dipengaruhi dengan tren yang sedang digandrungi
  8. Menggunakan 7 tangga nada

Fungsi Musik Modern

Terlepas dari fungsi musik secara umum, musik modern memiliki fungsi khusus yang dipergunakan dalam kehidupan masyarakat, yaiut:

  1. Sebagai hiburan
  2. Sebagai sarana promosi
  3. Sebagai sarana pengumpulan dana amal
  4. Sebagai sarana pertunjukan
  5. Sebagai sarana penerangan
  6. Sebagai sarana pendidikan

4. Musik Seni (art music)

seni musik kontemporer
canchageneral.com

Musik seni atau sering disebut juga musik kontemporer atau avant-garde merupakan istilah pengelompokan jenis musik yang mengacu pada unsur-unsur musik klasik Eropa atau jenis-jenis musik etnik yang diserap atau diambil sebagai dasar komposisinya.

Berbeda dengan musik populer, musik seni biasanya tak lekang dimakan waktu, sehingga mampu bertahan hingga berabad-abad lamanya. Tokoh-tokoh komponis Indonesia yang terjun pada jenis musik ini di antaranya: Amir Pasaribu, Slamet Abdul Sjukur, Otto Sidharta, I Wayan Sadra, dan sebagainya.

Ciri-Ciri Musik Seni

Untuk mengenali jenis musik seni atau yang biasa lebih dikenal dengan musik kontemporer ini, kita bisa memahami beberapa ciri-ciri yang nyentrik yang terdapat dalam musik kontemporer di bawah ini:

  1. Seringkali menggunakan judul yang aneh
  2. Seringkali mengangkat tema yang tidak biasa
  3. Instrumentasi tidak terbatas pada alat musik saja, namun setiap benda yang dapat menghasilkan bunyi dapat diolah menjadi paduan suara yang harmonis
  4. Konsep musik seni seringkali harus disertai petunjuk detail tentang gambaran bunyi dan cara memproduksi bunyi tersebut
  5. Komponis musik seni seringkali menciptakan sendiri tata gramatika dan idiom musiknya, serta susunan dan struktur harmoni yang baru

Untuk lebih lengkapnya, silakan dicermati penjelasan lebih lanjut pada halaman ini.

Fungsi-Fungsi Musik Seni

Secara garis besar, fungsi-fungsi musik seni dapat kita rinci sebagaimana berikut:

  1. Mengembangkan jenis musik baru baik yang berakar dari tradisi ataupun tidak
  2. Aktualisasi gaya bermusik para komponis
  3. Sebagai bentuk ditemukan dan berkembangnya gramatika musik
  4. Suatu pembuktian bahwa sumber bunyi dapat diolah menjadi musik

Contoh Musik Seni (art music)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *