lagu daerah jambi

Kumpulan 12 Lagu Daerah Jambi Terpopuler Beserta Liriknya

Mengulas 12 lagu daerah Jambi paling populer, disertai dengan lirik dan maknanya.

Selain Aceh dan Sumatera Barat, daerah Jambi juga merupakan salah satu provinsi yang memiliki ragam musik dan lagu daerah yang terkenal. Tentu, lagu-lagu daerah yang disajikan memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri.

Daerah Jambi sendiri dihuni oleh berbagai suku bangsa yang turut memberikan pengaruh dalam warna kebudayaan Jambi, termasuk dalam hak lagu daerah.

1. Batanghari

Batanghari aeknyolah tenang
Biakpun tenang deraslah ketepi
Anaklahnyo jambi oy jangan lah dikenang
Siang tebayang bamimpi malam lah bamimpi
Anaklah jambi jangan lah dikenang
Siang tebayang bamimpi malam lah bamimpi

Jalanlah jalan ke ojong jabong
Singgah sebentar di penyaguan
Oy rindu dan dendam dik oy idaklah tetanggong
Budi setitik kenang jadilah kenangan
Rindu dan dendam dik oy idaklah tetanggong
Budi setitik kenang jadilah kenangan

Pegi besantai ke tanggo rajo
Nampaklah jelas jambi seberang
Maulah ku pinang dek oy apolah kan dayo
Sudahlah nasib orang diambeklah orang
Maulah ku pinang dek oy apolah kan dayo
Sudahlah nasib orang diambeklah orang

Batanghari kebanggaan jambi
Sungai tepanjang sebatas negeri
Pojoklahnyo hati dek oy bawaklah menari
Mari berjoget lagu si batanghari
Pojoklahnyo hati dek oy bawaklah menari
Mari berjoget lagu si batanghari

Bisa dibilang, Batanghari merupakan lagu galau dengan kearifan lokal. Lagu ini menceritakan tentang kisah seorang lelaki yang mencintai seorang gadis. Naasnya, gadis pujaannya telah lebih dulu dipersunting oleh orang lain.

Lagu Batanghari juga seolah mencerminkan bagaimana lihainya orang Jambi dalam berpantun. Secara, lagu ini mengandung lirik dengan bait-bait pantun yang indah nan tertata.


Baca juga: 16 Lagu Daerah Sumatera Barat (Lagu Minang) Beserta Liriknya


2. Dodoi Si Dodoi

Buah hatiku junjungan jiwa
Buah hatiku junjungan jiwa
Tidurlah tidur hai anak Ibu dodoikan ya sayang
Tidurlah tidur hai anak Ibu dodoikan ya sayang

Dodoi si dodoi

Janganlah anak suka menangis
Janganlah anak suka menangis
Ayahmu jauh ya anak dirantau orang ya sayang
Ayahmu jauh ya anak dirantau orang ya sayang

Dodoi si dodoi

Tidurlah anak dalam ayunan
Tidurlah anak dalam ayunan
Tidurlah nyenyak ya anak sambil kubuai ya sayang
Tidurlah nyenyak ya anak sambil kubuai ya sayang

Dodoi si dodoi

Janganlah anak suka menangis
Janganlah anak suka menangis
Ayahmu jauh ya anak dirantau orang ya sayang
Ayahmu jauh ya sayang dirantau orang ya sayang

Dodoi si dodoi

Dodoi Si Dodoi adalah sebuah lagu kasih sayang orang tua kepada anaknya. Lagu ini biasa dinyanyikan orang tua sebagai pengantar tidur anaknya.

Namun uniknya, selain bertujuan untuk menenangkan si anak, lagu ini juga mengandung rasa kegelisahan seorang ibu kepada anaknya.

Dari liriknya, Dodoi Si Dodoi mengungkapkan bahwa sang suami atau ayah si anak tengah pergi merantau. Maka sang ibu berharap agar anaknya tetap tenang dan menerima keadaan sulit yang dialaminya.


Baca juga: Kumpulan 10 Lagu Daerah Kalimantan Timur Beserta Liriknya


3. Injit-Injit Semut

Jalan-jalan ke tanah Deli
Sungguh indah tempat tamasya
Kawan jangan bersedih
Mari nyanyi bersama-sama

Kalau pergi ke Surabaya
Naik perahu dayung sendiri
Kalau hatimu sedih
Yang rugi diri sendiri

Injit-injit semut
Siapa sakit naik diatas
Injit-injit semut
Walau sakit jangan dilepas

Injit-injit semut
siapa sakit naik diatas
Injit-injit semut
walau sakit jangan dilepas

Injit-Injit Semut merupakan salah satu lagu anak-anak yang berasal dari Jambi. Lagi ini biasa dinyanyikan untuk mengiringi salah satu permainan tradisional anak-anak Jambi.

Dengan sajian lagu yang riang gembira, tempo yang semangat, seolah mengajak siapapun untuk riang gembira bersama dan melupakan kesedihannya.

4. Pinang Muda

Pinang muda pinang muda dibelah dua
Gunung kerinci gunungnya tinggi menjulang
Wahai anak muda kalau berjalan harus berdua
Senanglah hati walau tiada orang yang larang

Udang sama udang ada udang dipinggir kali
Gadis sama bujang orang tua tak ambik peduli

Burung pipit burung pipit mati tergantung
Jatuh kebawah jatuhnya menimpa karang
Si nona cantik aduh mama jangan seorang
Orangnya cantik aduh nona rambutnya panjang

Udang sama udang ada udang dibalik batu
Gadis sama lajang orang tua tak boleh tahu

Sana gunung sana gunung disini gunung
Tengah tengah tengah tengah kembang melati
Wahai gadis kampung memang cantik pakai kudung
Ingin ku menyunting kan kubawa sampai mati

Hitam hitam hitam hitam hitam si buah manggis
Biar dia hitam tapi aku pandang manis

Ayam hitam ayam hitam bertali putih
Terbang tinggi terbang tinggi diatas perigi
Orangnya hitam aduh mama giginya putih
Kalau tertawa sungguh cantik manis sekali

Udang sama udang ada udang dibalik batu
Gadis sama lajang orang tua tak boleh tahu

5. Selendang Mayang

Orang membakar di Pulau Hantu

asapnya ada tabun menabun

Orang membakar di Pulau Hantu

asapnya ada tabun menabun

asap api membakar kebun

merendang lada di sampul luleh

Taruknya kaca tangkainya embun

dipandang ada diambil tak boleh

Merendang lada disampul puleh

asapnya sampai ke Gunung Tujuh

Selendang Mayang merupakan salah satu lagu daerah Jambi yang cukup terkenal. Sebuah lagu yang memilki lirik yang berpantun sebagaimana lagu daerah kebanyakan.

Selendang Mayang menceritakan tentang integritas dalam menjalankan tugas. Dalam menjalankan tugas apapun, lagu ini seolah memberikan nasehat untuk mengerjakannya sebaik-baiknya.

Dalam versi yang lain dengan lirik yang berbeda, Selendang Mayang juga menceritakan tentang kisah asmara. Dimana seorang lelaki yang mengidamkan seorang perempuan cantik.

Melalui lagu tersebut, ia mengungkapkan betapa besar rasa cintanya sehingga seringkali ia merasa gugup ketika bertatap muka dengannya.

6. Timang-Timang Anakku Sayang

Timang-timang anakku sayang
buah hati ayah ‘nda seorang
Jangan menangis dan jangan merajuk sayang
tenanglah tenang di dalam buaian

Betapakah hati tak ‘kan riang
bila kau bergurau dan tertawa
S’mogalah jauh dari marabahaya sayang
riang gembira sepanjang masa

Setiap waktu ‘ku berdoa
k’pada Tuhan Maha Esa
Jika kau sudah dewasa
hidupmu bahagia sentosa

Timang-timang anakku sayang
kasih hati permata ayah ‘nda
Tidurlah tidur pejamkan mata sayang
esok hari bermain kembali

7. Orang Kayo Hitam

Orang kayo hitam, gagah perkaso
Namonyo agung di mano-mano
Sampai Mataram orang kenali
Pusako bundo di Batanghari

Ayah bernamo Datuk Berhalo
Turunan suci asal bagindo
Putri Pinang Masak namo ibunyo
Dari Pagaruyung negeri asalnyo

Sutooo…
Orang Kayo Hitam agung di mano-mano
Keris siginjai senjato yang utamo

Rangkaio Pingai dulur yang tuo
Yang bijaksano mimpin negeri
Kedataran lamo dulur yang mudo
Gunung balangsebo diuji kenari

Mayang mengurai istri setio
Anak Tumenggung Merah Melato
Meriam sijimat penjelmaannyo
Egung sitimang pulo ibunyo

Sutooo…
Orang Kayo Hitam agung di mano-mano
Keris siginjai senjato yang utamo

Di kalangan masyarakat Jambi, ada seorang tokoh yang dikenal sakti nan pemberani yang bernama Orang Kayo Hitam. Di Jambi, Orang Kayo Hitam adalah seorang pendakwah agama Islam yang meletakkan nilai-nilai keislaman dalam pengelolaan pemerintahan di masa kerajaan.

Hingga sekarang, situs makam Orang Kayo Hitam dianggap keramat oleh masyarakat setempat dan masih ramai dikunjungi terutama di hari-hari besar.

Situs makam ini berlokasi di Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Selain makam, terdapat juga situs peninggalan candi yang terletak di sekitar makam Orang Kayo Hitam.

8. Putri Muaro Jambi

Bermulo di rawa golak
hanyut perahu ke Batanghari
Tanggo batu ado di Jambi
adonyo di Muaro Jambi
Tanah cinto kepado putri
iko lagu sejarah Muaro Jambi

Hooooo….
Marilah kito ke Muaro Jambi
menenggok orang menuai padi
Sakitlah badan dak teraso lagi
gara-gara bejalan kaki
Bujang gadis menyagil kami
tuo mudo senang bernyanyi

Lagu kami daerah Jambi
aslinyo dari Muaro Jambi

9. Gadis Rimbo Bujang

Cantik nian gadis rimbo bujang
lesung pipih jalan melenggang
Elok nian gadis rimbo bujang
tutur saponyo sungguh menawan

Kusapo dio tertunduk malu
kurayu dio tersenyum sajo
Di dalam hatinyo pun jatuh cinto

Cantik nian gadis rimbo bujang
lesung pipih jalan melenggang
Elok nian gadis rimbo bujang
tutur saponyo sungguh menawan

Sayang…
sejak dalam pertemuan
membuat hatiku tak tenang
siang malam jadi pikiran

Abang…
sayo juga merasokan
sejak kito bertemu pandang
susah tiduk susah makan

Kalo itu yang kito rasokan
berarti kito samo samo jatuh cinto

Kalo abang nak ke rimbo bujang
naiklah omplen duduk di depan
Kalo abang benar benar sayang
apo tandonyo boleh kusimpan

Gadis Rimbo Bujang bercerita tentang hubungan asmara yang terjalin antara sepasang kekasih. Lagu ini berisi lirik rayuan yang disampaikan pasangan laki-laki kepada wanitanya.

10. Dagang Manumpang (Cik Minah)

Cik Minah tekuluk putih
Pegi merancak darat pelayang
Cik minah tekuluk putih
Pegi merancak darat pelayang

Tanjung putus pulaulah beralih sayang bang oi
Dusun merindang berajo hilang
Tanjung putus pulaulah beralih sayang bang oi
Dusun merindang berajo hilang

Ikan sepat ikan tenggiri
Anaklah udang di bawah daun
Ikan sepat ikan tenggiri
Anaklah udang di bawah daun

Idak dapat rambut yang keriting sayang bang oi
Bila menggadih sepuluh tahun
Idak dapat rambut yang keriting sayang bang oi
Bila menggadih sepuluh tahun

Bahumo danau ketapang
Tanamlah padi sakiding duo
Bahumo danau ketapang
Tanamlah padi sakiding duo

Sakit nian daganglah manumpang sayang bang oi
Aeklah keruh dimunum jugo
Sakit nian daganglah manumpang sayang bang oi
Aeklah keruh dimunum jugo

11. Ketimun Bungkuk

Sudah nasib ketimun bungkuk dak masuk dalam timbangan
Sudahlah nasib ketimun bungkuk dak masuk dalam timbangan

Dak masuk dalam etongan
aduh sayang…

Apo lagi masuk dalam idangan…
Apo lagi masuk dalam idangan…

Malang nasib ketimun bungkuk dak renti dicaci orang
Malang nasib ketimun bungkuk dak renti dicaci orang

Dak sudi ditoleh kawan
aduh sayang…

Tinggalah tegolek bawah timbangan…
Tinggalah tegolek bawah timbangan…

Bilo nian nasib badan macam ketimun lain…
Disapo dipilih kawan berego bukan maen…

Malang nian nasib awak kemano badan dibawa
kemano kaki dianjak, aduh sayang…

Jangan lah beibo nian wahai ketimun bungkuk
Esok subuh masih ayam bekukuk…
Segalonyo isi alam pasti ado duonyo
Kalu ado malam ado siangnyo…

Salah satu lagu daerah Jambi yang membawa nuansa paling sedih adalah Ketimun Bungkuk. Secara simbolis, lagu ini seolah bercerita tentang kekurangan yang dimiliki seseorang, baik secara fisik, mental, dan finansial.

Berbagai keterbatasan seseorang tersebut disimbolkan dalam bentuk ketimun bungkuk. Meskipun masuk ke dalam karung, ketimun bungkuk tidak pernah dihitung dalam timbangan.


Baca juga: Kumpulan 10 Lagu Daerah Lampung Beserta Lirik dan Maknanya


12. Tanjung Bajure

Tanjunglah bajure
tanjunglah bajure
Aye ranyo ala bire
aye ranyo laila la bire
Ala disayang ae

Lubuk ala rameh
lubuk ala rameh
latapian bate
Ala disayang ae

Sudeah ala lamo
Sudeah ala lamo
Kamai dimu ala rindau
kamai dimu laila la rindau
Ala disayang ae

Baru ala kinai
baru ala kinai dapeak dibu
Suo ala disayang ae
ala disayang ae…

Referensi:

  • https://keepo.me/lifestyle/lagu-daerah-jambi
  • wikipedia.org

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *