surat perjanjian hutang piutang

Merinci 10 Contoh Surat Perjanjian Pinjam Uang Beserta Pengertiannya

Memahami secara rinci seputar Surat Perjanjian Hutang Piutang atau biasa dikenal juga Surat Perjanjian Pinjam Uang. Dari pengertian, contoh, hingga cara membuatnya.


Dalam dunia keuangan, baik personal maupun profesional, hutang-piutang merupakan istilah yang umum didengar. Hutang atau pinjam uang merupakan kegiatan yang bisa jadi menjadi solusi dari banyak masalah keuangan, entah itu untuk merintis usaha, membeli aset, atau untuk memenuhi kebutuhan pokok yang mendesak.

Namun tidak dapat dipungkiri, kegiatan hutang-piutang ini seringkali dijadikan sebagai sarana melakukan tindak kriminal, baik dari pihak pemberi maupun penerima hutang, keduanya sama-sama memiliki kesempatan untuk menipu pihak lain demi mendapatkan keuntungan.

Maka karena saking rentannya kegiatan hutang piutang ini, kita perlu melibatkan satu dokumen penting bernama Surat Perjanjian Hutang Piutang yang bisa menjamin keamanan dalam kegiatan pinjam-meminjam uang, terlebih dalam jumlah yang besar.

Barangkali banyak yang belum benar-benar mengerti tentang apa itu surat perjanjian pinjaman uang, bagaimana contohnya, bagaimana cara membuatnya, dan informasi lainnya. Di sini, kita akan mengulas secara lengkap mulai dari pengertian, contoh, hingga cara membuat surat perjanjian hutang piutang yang baik dan benar.


Baca juga: Merinci 13 Contoh Surat Perjanjian Kerjasama Beserta Pengertiannya


Memahami Pengertian Surat Perjanjian Pinjam Uang (Hutang Piutang)

surat perjanjian pinjam uang
pixabay.com

Untuk memahami apa itu surat perjanjian hutang piutang atau surat perjanjian pinjam uang, mungkin kita perlu mengerti terlebih dahulu tentang apa itu kegiatan hutang piutang.

Secara harfiah, hutang piutang terdiri dari dua kata yang berbeda maknanya. ‘Hutang/Utang’ adalah sesuatu yang dipinjam oleh seseorang atau pihak yang umumnya berbentuk materi, uang, atau jasa. Orang yang melakukan pinjaman tersebut disebut ‘debitur’.

Sedangkan ‘Piutang’ adalah kebalikannya, yaitu sesuatu yang dipinjamkan yang dapat ditagih dari seseorang, atau tagihan suatu perusahaan kepada konsumen yang diharapkan dapat dilunasi dalam waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Orang/pihak yang memberikan pinjaman disebut ‘kreditur’.

Kesimpulannya, hutang piutang adalah sebuah kegiatan pinjam uang yang dilakukan oleh pihak penerima pinjaman kepada pihak pemberi pinjaman dengan pengembalian yang dibatasi dalam jangka waktu yang telah disepakati.

Nah, dalam kegiatan hutang piutang ini, kita membutuhkan yang namanya surat perjanjian hutang-piutang atau biasa dikenal juga surat perjanjian pinjam uang.

Surat Perjanjian Hutang-Piutang ini adalah sebuah dokumen atau berkas resmi yang berguna sebagai acuan dalam kegiatan hutang-piutang yang telah disepakati oleh pemberi dan penerima pinjaman.

Surat perjanjian hutang-piutang ini berisi tentang poin-poin kesepakatan dan segala informasi yang merinci tata aturan dan ketentuan dari kegiatan peminjaman uang tersebut.

Tujuan utama digunakannya surat ini dalam kegiatan hutang-piutang adalah untuk mencegah munculnya perkara yang  dapat merugikan salah satu atau kedua pihak yang bersangkutan.

Maka sangat disarankan bagi kedua pihak kegiatan ini untuk mengikat kesepakatan yang telah dibuat dalam surat perjanjian ini. Terlebih lagi jika nilai barang atau uang yang dipinjamkan cukup besar dan berisiko menimbulkan perselisihan.

Permasalahan seputar uang seperti ini tak hanya berlaku untuk orang yang belum saling kenal, bahkan sangat mungkin juga terjadi pada relasi dekat atau bahkan keluarga sendiri. Nah, surat perjanjian ini diperlukan sebagai penengah dan acuan saat kegiatan hutang piutang mulai menimbulkan masalah.

Berbagai Contoh Surat Perjanjian Pinjam Uang di Berbagai Kondisi

contoh surat hutang piutang
idoc.pub

Dalam kegiatan hutang-piutang, ada beberapa aturan yang berbeda yang biasa terjadi pada umumnya. Ada hutang yang sederhana tanpa melibatkan barang jaminan, ada juga yang memberikan barang jaminan; ada yang tanpa bunga, ada juga yang melibatkan bunga dalam pelunasannya.

Untuk lebih jelasnya, di sini telah kita rinci contoh-contoh surat perjanjian pinjam uang dengan berbagai jenis dan kondisi hutang piutang tersebut, sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.


Baca juga: Contoh Format Surat Perjanjian Sewa Mobil dan Cara Membuatnya


1. Contoh Surat Perjanjian Pinjam Uang Sederhana


SURAT PERJANJIAN PINJAM UANG

Pada hari ini, Senin 13 Mei 2019, kami yang bertandatangan di bawah ini:

Nama
NIK
Pekerjaan
Alamat
: Rudy Herlambang
: 3382993984894856
: Nelayan
: Jl. Indrayanti No. 43 Gunungkidul

Selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA.

Nama
NIK
Pekerjaan
Alamat
: Joko Sulistyo
: 3312849289482098
: Wiraswasta
: Jl. Indrayanti No. 13 Gunungkidul

Selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA

Melalui surat ini, kedua belah pihak telah sepakat untuk mengadakan perjanjian hutang piutang dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

  1. PIHAK PERTAMA telah menerima uang tunai sebesar Rp 50.000.000 (Tiga Puluh Juta Rupiah) dari PIHAK KEDUA sebagai pinjaman atau hutang.
  2. PIHAK PERTAMA bersedia memberikan barang jaminan berupa BPKB mobil Toyota Avanza yang nilainya dianggap sama dengan uang pinjaman dari PIHAK KEDUA.
  3. PIHAK PERTAMA berjanji akan melunasi hutang tersebut dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan, terhitung mulai ditandatanganinya surat ini.
  4. Apabila dalam masa waktu 12 (dua belas) bulan PIHAK PERTAMA tidak dapat melunasi hutang tersebut, maka PIHAK KEDUA memiliki hak penuh atas barang jaminan yang telah diberikan, baik untuk dimiliki pribadi maupun untuk dijual kepada orang lain.
  5. Surat Perjanjian ini dibuat di atas kertas bermaterai secukupnya yang ditandatangani dan dibuat rangkap dua dengan kekuatan hukum yang sama. serta masing-masing dipegang oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.
  6. Surat Perjanjian ini dibuat dan ditandangani oleh kedua pihak secara sadar dan tanpa ada tekanan atau paksaan dari pihak manapun.

Gunungkidul, 13 Mei 2019

Pihak PertamaPihak Kedua
Rudy HerlambangJoko Sulistyo
Saksi 1Saksi 2Saksi 3Saksi 4
(……….)(……….)(……….)(……….)

Download: SURAT PERJANJIAN PINJAM UANG SEDERHANA.docx

2. Contoh Surat Perjanjian Pinjam Uang Tanpa Bunga


SURAT PERJANJIAN HUTANG PIUTANG

Pada hari ini, Selasa 14 Mei 2019, kami yang bertandatangan di bawah ini:

Nama
NIK
Pekerjaan
Alamat
: Ken Arok
: 3313829383928392
: Petani
: Jl. Suramangun No. 25 Banyuwangi

Selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA.

Nama
NIK
Pekerjaan
Alamat
: Sumintra Hardiningrat
: 3318397487465637
: PNS
: Jl. Jimbaran No. 14 Banyuwangi

Selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA

Dengan surat ini, kedua pihak telah sepakat untuk mengadakan perjanjian hutang piutang dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

  1. PIHAK PERTAMA telah menerima uang tunai sebesar Rp500.000.000,- (Lima Ratus Juta Rupiah) dari PIHAK KEDUA yang mana uang tunai tersebut merupakan pinjaman atau hutang.
  2. PIHAK PERTAMA bersedia menyerahkan barang agunan berupa Sertifikat Rumah dengan nomor 3948590, yang nilainya dianggap sama dengan uang pinjaman dari PIHAK KEDUA.
  3. PIHAK PERTAMA berjanji akan melunasi uang pinjaman kepada PIHAK KEDUA dalam masa tenggang selama 8 (delapan) bulan tanpa adanya bunga pinjaman, terhitung mulai ditandatanganinya Surat Perjanjian ini.
  4. Apabila saat masa tenggang selesai ternyata PIHAK PERTAMA tidak dapat membayar hutang tersebut, maka PIHAK KEDUA memiliki hak penuh atas barang agunan yang telah diberikan untuk dimiliki pribadi atau dijual kepada orang lain.
  5. Surat Perjanjian ini ditandatangani di atas kertas bermaterai secukupnya dan dibuat rangkap 2 (dua) dengan kekuatan hukum yang sama, serta masing-masing rangkap dipegang oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.
  6. Surat Perjanjian dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak secara sadar dan tanpa tekanan atau paksaan dari pihak manapun.

Banyuwangi, 14 Mei 2019

Pihak PertamaPihak Kedua
Ken ArokSumintra Hadiningrat
Saksi 1Saksi 2Saksi 3Saksi 4
(……….)(……….)(……….)(……….)

Download: SURAT PERJANJIAN PINJAM UANG TANPA BUNGA.docx

3. Contoh Surat Perjanjian Pinjam Uang dengan Bunga


SURAT PERJANJIAN HUTANG PIUTANG

Yang bertandatangan di bawah ini:

Nama
NIK
Pekerjaan
Alamat
: Rizal Saidi
: 3338485906059492
: Pedagang
: Jl. Mawar Hitam No. 32 Tegal

Selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA.

Nama
NIK
Pekerjaan
Alamat
: Dedi Suryadi
: 3319848398498398
: Wiraswasta
: Jl. Melati Putih No. 11 Tegal

Selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA

Dengan surat ini, kedua belah pihak telah bersepakat untuk membuat perjanjian hutang piutang dengan syarat dan ketentuan berikut ini:

Pasal  1

PIHAK KEDUA telah menerima uang tunai senilai Rp150.000.000,- (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah) sebagai pinjaman dari PIHAK PERTAMA, dimana Surat Perjanjian ini juga berlaku sebagai tanda terima uang pinjaman tersebut.

Pasal 2

PIHAK KEDUA bersedia melunasi hutang tersebut dalam tenggang waktu 12 (dua belas) bulan serta membayar bunga hutang sebesar 10% per tahun dari nilai pokok pinjaman, terhitung mulai ditandatanganinya Surat Perjanjian ini.

Pasal 3

Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat melunasi hutang dalam tenggang waktu yang telah ditentukan, maka perhitungan bunga provisi dan ongkos lain tetap berlaku sebagaimana telah ditetapkan dalam perjanjan ini.

Pasal 4

Apabila PIHAK PERTAMA menyerahkan penagihan pinjaman ini kepada seorang advokat, kuasa, atau sampai menyelesaikan hutang piutang ini melalui Pengadilan Negeri, maka PIHAK KEDUA harus bersedia membayar denda/ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA sebesar 20% dari jumlah uang yang dapat ditarik dari PIHAK KEDUA.

Pasal 5

Untuk menjamin bahwa PIHAK KEDUA akan melunasi hutangnya kepada PIHAK PERTAMA, maka PIHAK KEDUA memberikan barang jaminan kepada PIHAK PERTAMA berupa Sertifikat Tanah dengan nomor 67387467489 yang nilainya dianggap sama dengan nilai pinjaman yang diberikan.

Tegal, 21 April 2018

Pihak PertamaPihak Kedua
Rizal SaidiDedi Suryadi

Download: SURAT PERJANJIAN PINJAM UANG DENGAN BUNGA.docx

4. Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang di Notaris


SURAT PERJANJIAN HUTANG PIUTANG

Pada hari ini, Kamis 14 Februari 2018, kami yang bertandatangan di bawah ini:

Nama
Pekerjaan
Alamat
No. KTP
: Sentani Hasyim
: Wiraswasta
: Jl. Dipponegoro No. 12 Cibinong
: 3334958489589040

Selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA.

Nama
Pekerjaan
Alamat
No. KTP
: Bara Kusuma
: Karyawan Swasta
: Jl. Imam Bonjol 32 Cibinong
: 3317467488490223

Selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA

Dengan ini, kedua belah pihak menerangkan:

  1. Bahwa pada hari Kamis, 14 Februari 2018, PIHAK PERTAMA telah mengajukan pinjaman uang sebesar Rp20.000.000,- (Dua Puluh Juta Rupiah) kepada PIHAK KEDUA.
  2. Atas pengajuan tersebut, PIHAK KEDUA telah menyetujui untuk memberikan pinjaman uang tunai senilai Rp20.000.000,- (Dua Puluh Juta Rupiah) kepada PIHAK PERTAMA pada hari Kamis, 14 Februari 2018.
  3. Kedua belah pihak telah sepakat bahwa pelunasan hutang oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA akan dilakukan dengan cicilan sebesar Rp2.000.000,- (Dua Juta Rupiah) setiap bulan, yang dimulai pembayaran pertama pada bulan Maret 2018 dan berakhir pada bulan Februari 2019.
  4. Surat Perjanjian ini ditulis di atas kertas bermaterai dan dibuat dalam rangkap 2 (dua) dengan masing-masing memiliki kekuatan hukum yang sama, serta berlaku mulai ditandatanganinya surat ini oleh seluruh pihak yang bersangkutan.
  5. Adapun mengenai hal-hal yang belum termuat dalam Surat Perjanjian ini akan diatur dengan adendum-adendum baru sesuai dengan kesepakatan bersama.

Demikian Surat Perjanjian ini dibuat dengan sebaik-baiknya yang ditandatangani dengan penuh kesadaran tanpa ada tekanan atau paksaan dari pihak manapun.

Cibinong, 14 Februari 2018

Pihak Pertama(Materai 6000)Pihak Kedua
Sentani HasyimBara Kusuma

Download: SURAT PERJANJIAN PINAM UANG DI NOTARIS.docx

5. Contoh Surat Perjanjian Pinjam Uang dengan Jaminan


SURAT PERJANJIAN HUTANG PIUTANG

Pada hari ini, Jumat 6 Oktober 2017, kami yang bertandatangan di bawah ini:

Nama
NIK
Pekerjaan
Alamat
: Sarah Aulia
: 3314578478579384
: Karyawan Swasta
: Jl. Kamboja No. 31 Magetan

Selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA.

Nama
NIK
Pekerjaan
Alamat
: Hadi Wijayanto
: 3376276397083784
: Pengusaha
: Jl. Anggrek No. 21 Magetan

Selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA

Melalui surat ini, kedua pihak telah bersepakat untuk mengadakan perjanjian hutang piutang dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

  1. PIHAK PERTAMA telah menerima uang tunai sebesar Rp100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah) dari PIHAK KEDUA yang mana uang tunai tersebut merupakan pinjaman atau hutang.
  2. PIHAK PERTAMA bersedia menyerahkan barang jaminan berupa Sertifikat Rumah dengan nomor 39847850, yang nilainya dianggap sama dengan uang pinjaman dari PIHAK KEDUA.
  3. PIHAK PERTAMA berjanji akan melunasi uang pinjaman kepada PIHAK KEDUA dalam masa tenggang selama 12 (dua belas) bulan tanpa adanya bunga pinjaman, terhitung mulai ditandatanganinya Surat Perjanjian ini.
  4. Apabila setelah berakhirnya masa tenggang ternyata PIHAK PERTAMA tidak dapat membayar hutang tersebut, maka PIHAK KEDUA memiliki hak penuh atas barang jaminan yang telah diberikan untuk dimiliki secara pribadi atau dijual kepada orang lain.
  5. Surat Perjanjian ini ditandatangani di atas kertas bermaterai secukupnya dan dibuat rangkap 2 (dua) dengan kekuatan hukum yang sama, serta masing-masing rangkap dipegang oleh kedua belah pihak.
  6. Surat Perjanjian dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak secara sadar dan tanpa tekanan atau paksaan dari pihak manapun.

Magetan, 6 Oktober 2017

Pihak PertamaPihak Kedua
Sarah AuliaHadi Wijayanto

6. Contoh Surat Perjanjian Pinjaman Modal


SURAT PERJANJIAN PINJAMAN MODAL

Yang bertandatangan di bawah ini:

Nama
NIK
Pekerjaan
Alamat
: Agus Susanto
: 3335859480594344
: Guru
: Jl. Srikandi No.42 Madiun

Selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA.

Nama
NIK
Pekerjaan
Alamat
: Rio Hadikusuma
: 3374973895948594
: Wiraswasta
: Jl. Slamet No.12 Madiun

Selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA

Dengan surat ini menyatakan bahwa PIHAK PERTAMA telah mengajukan permohonan dana senilai Rp50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah) kepada PIHAK KEDUA yang digunakan sebagai modal usaha warung kelontong. Kedua belah pihak telah sepakat memenuhi ketentuan bersama sebagai berikut:

  1. PIHAK PERTAMA akan menggunakan modal sebesar Rp50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) milik PIHAK KEDUA selama 2 (dua) tahun terhitung mulai tanggal 30 Oktober 2016 s/d 30 Oktober 2017.
  2. Dari usaha tersebut di atas PIHAK PERTAMA akan memberikan keuntungan kepada PIHAK KEDUA setiap bulan sebesar Rp3.000.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah) s/d Rp5.000.000,- (empat juta lima ratus ribu rupiah) di lihat dari hasil keuntungan penjualan.
  3. PIHAK PERTAMA akan mulai memberikan keuntungan hasil usaha kepada PIHAK KEDUA sebulan setelah modal diterima oleh PIHAK PERTAMA berdasarkan tanggal yang tersebut pada pasal 1.
  4. PIHAK PERTAMA akan memberikan keuntungan hasil usaha kepada PIHAK KEDUA dengan cara transfer melalui rekening BRI KCP MADIUN dengan Nomor rekening : 8478578309 a/n Rio Hadikusuma.
  5. PIHAK PERTAMA tidak akan mengembalikan dana sebesar Rp50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) tersebut sebelum batas waktu yang telah ditentukan.
  6. PIHAK KEDUA tidak akan meminta untuk mengembalikan dana sebesar Rp50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) tersebut sebelum batas waktu yang telah ditentukan selesai.
  7. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA telah memahami seluruh ketentuan dalam perjanjian ini dan bersedia untuk menjalankan hak dan kewajibannya masing-masing.
  8. Apabila selama perjanjian ini terjadi perselisihan, maka kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikannya dengan musyawarah dan mufakat.
  9. Apabila penyelesaian perselisihan dengan musyawarah tidak mencapai mufakat, maka kedua pihak sepakat untuk menempuh jalur hukum.

Demikian Surat Perjanjian ini dibuat dengan sebaik-baiknya dan ditandatangani oleh seluruh pihak yang bersangkutan secara sadar tanpa ada tekanan atau paksaan dari pihak lain.

Madiun, 29 Oktober 2016

Pihak PertamaPihak Kedua
Agus SusantoRio Hadikusuma

Download: CONTOH SURAT PERJANJIAN PINJAMAN MODAL.docx

7. Contoh Surat Permohonan Pinjaman Uang dari Perusahaan


PT. SLAMET RIYADI SEJAHTERA
Ruko Edelweis Blok A5 No. 2 Jl. Raya Hadikusumo Km. 41 Surakarta 57116
Telp. 0271 332784 Fax. 0271 322784 Mobile. 0812 8445 9304
Email: [email protected]

No
Lampiran
Hal
: 02/SU/PO/9/2017
: –
: Permohonan Pinjaman Modal

Kepada
Bank Rakyat Sentosa
Jl. Slamet Riyadi No. 32 Surakarta

Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama
No. KTP
Jabatan
Alamat
: Lukman Sarwono
: 4224566749888895
: Direktur Utama
: Jl. Jeruk Purut No. 13 Surakarta

Dengan surat ini, saya mewakili perusahaan bermaksud untuk mengajukan permohonan pinjaman dana kepada Bank Rakyat Sentosa sejumlah Rp1.000.000.000 (Satu Milyar Rupiah) dalam jangka waktu selama 12 (Dua Belas) bulan yang akan digunakan sebagai modal usaha.

Adapun sebagai jaminannya, kami bersedia menyerahkan barang agunan berupa Sertifikat Kepemilikan Perusahaan yang akan kami ambil kembali ketika dana pinjaman tersebut telah lunas dibayarkan. Apabila pihak kami terlambat dalam pelunasan pinjaman dari waktu yang telah ditentukan, maka kami bersedia membayar denda yang akan ditentukan bersama.

Sebagai informasi tambahan, saat ini perusahaan kami sedang tidak ada tanggungan pinjaman lain sehingga kami sangat yakin bahwa cicilan pembayaran akan dilakukan secara tertib dan dana pinjaman akan lunas tepat pada waktunya.

Demikian surat permohonan pinjaman ini kami buat dengan sebaik-baiknya tanpa ada tekanan atau paksaan dari pihak manapun. Atas perhatian dan pertimbangannya, kami ucapkan banyak terimakasih.

Surakarta, 2 September 2017
Hormat saya,

 

Lukman Sarwono


Download: Contoh Surat Permohonan Pinjaman Uang dari Perusahaan.docx

8. Contoh Surat Permohonan Keringanan Pembayaran Hutang


Kepada Yth.
Pimpinan Bank Lombok
Di tempat

Dengan hormat,
Saya yang merupakan debitur pada Bank Lombok dengan data sebagai berikut :

Nama
Plafon Pinjaman
Jangka Waktu Pinjaman
Angsuran Per Bulan
: Sari Widyanti
: Rp300.000.000,-
: 120 bulan
: Rp2.500.000,-

Dengan ini, saya bermaksud mengajukan permohonan keringanan atas kredit saya di Bank Lombok.

Permohonan keringanan ini dengan terpaksa saya ajukan dikarenakan saya tengah mengalami kesulitan mengangsur setiap bulannya sebesar Rp2.500.000,- dengan gaji saya sebesar Rp5.000.000,-. Saat ini saya harus menanggung biaya pengobatan ibu saya yang saat ini menderita kanker.

Sehingga dari gaji bulanan yang saya peroleh hanya menyisakan uang sebesar Rp700.000,- setelah dikurangi biaya pengeluaran berupa kebutuhan pokok, pendidikan anak-anak, dan biaya pengobatan ibu saya. Sehingga untuk membayar angsuran dari Bank Lombok tersebut, saya terpaksa juga berhutang ke orang lain.

Dengan kondisi seperti ini, saya memohon dengan sangat kepada Pimpinan Bank Lombok agar memberikan keringanan dari hutang saya dengan rincian berikut ini:

  • Mengangsur hanya pinjaman pokoknya saja dengan besaran angsuran Rp700.000,- per bulannya.
  • Pihak bank berkenan menghapus bunga pinjaman dari hutang saya.

Demikian surat permohonan ini saya buat dengan sebaik-baiknya. Atas perhatian dan pertimbangannya, saya ucapkan banyak terimakasih.

Lombok Barat, 7 Januari 2018

Hormat saya,

 

Sari Widyanti


Download: SURAT PERMOHONAN KERINGANAN PEMBAYARAN HUTANG.docx

9. Contoh Surat Persetujuan Peminjaman Uang


SURAT PERSETUJUAN PENGAJUAN PINJAMAN

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama
Jabatan
Alamat
Telp/HP
Email
: H. Suryadi Ahmad
: Direktur PT. Alamsyah Dinasti
: Jl. Teuku Umar No. 21 Samarinda
: 0812 7485 9999
: [email protected]

Dengan ini menyetujui permohonan pengajuan pinjaman atas nama Idris Suherman dengan keterangan sebagai berikut:

  1. Seluruh data dalam dokumen terlampir adalah benar diajukan oleh saudara Idris Suherman.
  2. Saudara Idris Suherman bersedia memenuhi semua ketentuan yang telah ditetapkan oleh PT. Alamsyah Dinasti.
  3. Apabila di kemudian hari saudara Idris Suherman tidak memenuhi kewajiban yang telah disepakati, atau diketahui bahwa data dalam dokumen yang diberikan tidak benar, dan/atau melanggar ketentuan yang telah ditetapkan oleh PT. Alamsyah Dinasti, maka saudara bersedia dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Demikian surat persetujuan ini dibuat dengan sebenarnya dan penuh tanggungjawab untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Samarinda, 17 Mei 2018

Yang menyetujui

 

H. Achmad Murtian SH.
(Direktur PT. Alamsyah Dinasti)


Download: SURAT PERSETUJUAN PENGAJUAN PINJAMAN

10. Contoh Surat Pernyataan Pelunasan Hutang Bermaterai


SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertanda-tangan di bawah ini:

Nama
No. Identitas
Alamat
Telp/HP
: Sugeng Sutrisno
: 3398894894949409
: Jl. Kalijambe No. 23 Subang
: 0896 4837 9393

Selaku pihak yang melakukan pelunasan, untuk selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA.

Nama
No. Identitas
Alamat
Telp/HP
: Ria Rahmawati
: 3397467589489999
: Jl. Kaliadem No. 34 Subang
: 0812 4787 8483

Selaku pihak yang menerima pelunasan, untuk selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.

Dengan Surat Pernyataan ini, PIHAK PERTAMA memberi pernyataan terkait hutang piutang dengan PIHAK KEDUA, yakni PIHAK PERTAMA masih memiliki hutang yang harus dikembalikan kepada PIHAK KEDUA sejumlah
Rpxxx.xxx.xxx (terbilang) dengan rincian sebagai berikut:

abcde
abcde
abcde
abcdeTotal
Rpxxx.xxx
Rpxxx.xxx
Rpxxx.xxx
Rpxxx.xxxRpxxx.xxx.xxx

Besaran nilai tersebut telah dilunasi oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA pada tanggal             bulan             tahun             .

Terlampir bukti dan data pendukung perihal pernyataan transaksi pelunasan hutang piutang yang dilakukan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA.

Demikian Surat Pernyataan ini dibuat dengan sebaik-baiknya dalam keadaan sadar tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

Jakarta,                        2018

Pihak PertamaPihak Kedua
(nama terang)(nama terang)

Download: SURAT PERNYATAAN PELUNASAN HUTANG PIUTANG.docx

Fungsi Surat Perjanjian Pinjam Uang

fungsi shp
pixabay.com

Secara umum, fungsi utama surat perjanjian hutang-piutang adalah sebagai acuan dan penengah ketika terjadi perselisihan dalam kegiatan hutang-piutang, karena hal tersebut sangat mungkin terjadi.

Namun ada beberapa poin lain tentang apa sajca fungsi lain surat perjanjian pinjam uang ini sehingga memiliki peranan yang sangat penting.

  • Sebagai bukti kegiatan hutang-piutang. Dengan adanya surat perjanjian ini, pihak pemberi pinjaman dapat melakukan penagihan kepada pihak penerima pinjaman tanpa adanya penyangkalan atau masalah serupa.
  • Berkas konfirmasi. Surat perjanjian hutang-piutang merupakan dokumen yang legal sebagai berkas konfirmasi tentang informasi yang terkait dalam kegiatan tersebut. Data-data dari pihak pemberi maupun pihak penerima pinjaman tercatat dengan jelas, sehingga tidak mungkin terjadi kesalahan identitas di kemudian hari. Selain itu, nominal pinjaman beserta waktu pemberiannya juga dapat dikonfirmasi dalam surat ini. Jadi, risiko kecurangan atau perkara lainnya hampir tidak mungkin terjadi karena seluruh isi dan informasi dalam surat ini telah disepakati oleh kedua belah pihak.
  • Sebagai pencegah perselisihan atau perkara lain yang tidak diinginkan. Surat perjanjian hutang-piutang merupakan dokumen yang berisi ketentuan-ketentuan yang telah dipahami dan disepakati oleh kedua belah pihak, ditandai dengan menorehkan tanda tangan di atas kertas bermaterai. Dengan begitu, perselisihan dan segala risiko lain yang mungkin terjadi dapat diatasi karena memiliki kekuatan hukum.

Hingga kini, telah banyak berbagai kasus terjadi karena kegiatan hutang-piutang tidak diikat dengan perjanjian yang jelas. Bahkan, tidak jarang terjadi tindak kriminal karena kesepakatan yang masih abu-abu dan memiliki banyak celah.

Maka dari itu, surat perjanjian hutang-piutang merupakan dokumen yang perlu dilibatkan karena memiliki peran penting untuk mencegah berbagai hal yang tidak diinginkan.

Bagaimana Cara Membuat Surat Perjanjian Hutang Piutang yang Benar?

cara membuat surat perjanjian pinjaman uang
pixabay.com

Sebagai dokumen yang cukup krusial dalam kegiatan hutang-piutang, seluruh pihak yang bersangkutan harus benar-benar paham dengan isi dari surat perjanjian tersebut. Karena jika tidak dicermati dengan teliti, berkas yang sebenarnya menjadi acuan dalam kegiatan hutang-piutang yang sehat bisa jadi justru merugikan salah satu pihak.

Untuk menghindari kesalahpahaman dalam memahami isi surat perjanjian, maka penulisan poin-poin informasi hutang-piutang harus jelas dan tidak menggunakan kata-kata yang ambigu atau rancu. Informasi dan ketentuan yang berlaku juga harus lengkap dimuat dalam surat perjanjian.

Lantas, informasi apa saja yang harus dimuat dalam surat perjanjian hutang-pinjam uang atau surat perjanjian hutang piutang?

  • Pasal 1. Berisi tentang informasi utama berupa tujuan peminjaman dana, nominal uang yang dipinjamkan, serta waktu dan tanggal kapan uang dipinjamkan.
  • Pasal 2. Berisi tentang masa tenggang atau jangka waktu pengembalian pinjaman sesuai dengan kesepakatan pihak yang bersangkutan.
  • Pasal 3. Berisi penjelasan tentang barang jaminan dan kompensasi atas aset apa yang dapat diberikan oleh pihak peminjam. Besaran kompensasi juga harus disebutkan dengan jelas dalam pasal ini. Sebagai contoh, berapa besaran bunga yang dibebankan setiap bulan atau tahunnya dan dihitung persentase dari jumlah pinjaman.
  • Pasal 4. Berisi informasi tentang masa waktu perjanjian mulai berlaku dan kapan waktu berakhirnya.
  • Pasal 5. Berisi kesepakatan tentang bagaimana cara pihak yang bersangkutan menyelesaikan masalah yang mungkin terjadi. Atau disebutkan jalan keluar atau solusi penyelesaian perselisihan, termasuk cara mendapatkan jalan tengah yang seadil-adilnya.

Baca juga: Contoh Surat Perjanjian Kontrak Rumah dan Pengertiannya


Penutup

Mungkin begitulah ulasan lengkap mengenai surat perjanjian pinjam uang atau hutang-piutang. Mulai dari menjelaskan tenang pengertian surat perjanjian pinjam uang atau hutang-piutang, merinci contoh-contohnya, hingga menjelaskan bagaimana cara membuat surat perjanjian hutang piutang.

Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *