pengertian seni musik

Pengertian Seni Musik, Unsur-Unsur, dan Sejarahnya

Menjelaskan secara rinci pengertian seni musik, unsur-unsur, dan sejarahnya.


Di zaman sekarang, musik sudah tak asing lagi di telinga orang-orang. Lagu-lagu populer disetel di mana-mana. Di kamar, di mall, di sekolah, gedung pertemuan, hingga di bus-bus kota. Bisa dibilang, semua orang mendengarkan musik, suka ataupun tak suka.

Namun, musik dikenal hanya sebatas bentuk jadinya sebagai lagu, terlebih lagu-lagu populer. Jarang sekali orang yang memahami apa pengertian seni musik yang sebenarnya, definisi yang dikemukakan oleh para ahli atau seniman, sejarah musik, dan bagaimana unsur-unsurnya. Berikut akan kita tuntaskan satu-per satu berbagai hal mengenai seni musik.


Baca juga: Mau Bikin Band? Gunakan 10 Alat Musik Modern Paling Populer


Pengertian Seni Musik

pengertian seni musik
pixabay.com

Seni musik merupakan penggabungan antara kata “seni” dan “musik”. Seni merupakan sebuah karya cipta atau sebuah perasaan manusia yang dituangkan ke dalam sebuah sarana atau media. Sedangkan kata “musik” berasal dari bahasa Yunani, “mousikos”, yang dari kata ini melambangkan dewa keindahan yang memiliki kekuasaan di bidang kesenian dan keilmuan.

Musik adalah suara yang disusun sedemikian rupa yang mengandung irama, lagu, nada, dan keharmonisan, terutama dari suara yang dihasilkan dari alat-alat yang dapat menghasilkan irama. Meskipun musik adalah sejenis fenomena intuisi, namun dalam mencipta, memperbaiki, dan mempersembahkannya merupakan satu bentuk seni.

Dalam musik mengandung keindahan, sehingga mendengarkannya pun merupakan bentuk sebuah hiburan.

Pengertian Seni Musik Menurut Para Ahli

Pengertian seni musik di atas merupakan definisi secara umum. Di samping itu, untuk memahami lebih dalam mengenai pengertian seni musik, berikut beberapa pengertian seni musik  menurut para ahli atau para seniman musik yang tentu saja memiliki definisi yang berbeda-beda:

1. Aristoteles

Pengertian seni musik menurut Aristoteles, ia katakan:

Karya seni musik merupakan sebuah tuangan kemampuan serta tenaga penggambaran yang bermula dari sebuah gerakan rasa ke dalam satu deretan meodi (nada) yang memiliki irama.

2. Remy Sylado

Pengertian musik menurut Remy Sylado, ia katakan:

Suatu wujud yang hidup dari sebuah kumpulan ilusi dan lantunan suara.

Lebih jelasnya, Remy nyatakan bahwa sebuah alunan musik serta nada yang memiliki jiwa dapat menggerakkan isi hati sang pendengar dan penikmatnya.

3. Suhatjarja

Suhatjarja merupakan seorang tamatan Peabody Institute Amerika yang mernjadi seorang dosen senior di Institut Seni Indonesia Yogyakarta, salah satu pendidikan seni (terutama seni musik) terbaik di Indonesia. Menurut pandangannya, pengertian seni musik yaitu…

…sebuah ungkapan rasa indah manusia dalam sebuah bentuk konsep pemikiran yang bulat dan kompleks.

Pemikiran terkait bentuk dari wujud nada maupun suara lainnya yang mengandung ritme dan harmoni serta memiliki bentuk ruang dan waktu yang dikenal oleh diri dan manusia lainya dalam sebuah lingkungan hidupnya sehingga dapat di mengerti dan di nikmati.


Baca juga: Memahami Pengertian Musik Pop dan Perkembangannya di Indonesia


Sejarah Singkat Seni Musik

sejarah musik
pasberita.com

Musik sudah ada sejak zaman prasejarah. Perkembangannya sungguh pesat karena begitu pesatnya penemuan-penemuan baru di bidang kebudayaan. Dalam perkembangannya, seni musik telah melewati zaman demi zaman yang masing-masing memberikan inovasi baru dalam seni musik. Untuk mempermudah, sejarah seni musik dan perkembangannya telah melewati enam zaman sebagai berikut:

Musik Zaman Prasejarah

Musik telah dikenal semenjak kehadiran manusia Homo sapiens, yaitu sekitar 180.000 sampai 100.000 tahun yang lalu. Tiada yang tahu siapa manusia pertama yang memperkenalkan seni musik. Alat musik tertua adalah flute yang diperkirakan telah dibuat sejak 40.000 tahun yang lalu. Kala itu, flute terbuat dari tulang yang dilubangi, biasanya dari tulang paha beruang.

Koleksi alat musik zaman purba paling banyak ditemukan di Cina yang berasal dari tahun 7000 hingga 6600 sebelum masehi. Sebuah prasati yang berisi lagu Hurrian yang tersemat tanggal 1400 SM merupakan notasi musik tertua yang pernah dicatat.

Musik Abad Pertengahan

Pada abad pertengahan (476-1572 M), seni musik kebanyakan digunakan untuk kepentingan kegiatan keagamaan Kristen. Namun setelah bermunculan berbagai penemuan-penemuan baru dalam segala bidang, fungsi musik turut berkembang tak hanya untuk kegiatan agama saja, tapi juga mencakup fungsi-fungsi yang lebih luas.

Pada zaman renaisans (1500-1600), muncul musik percintaan dan keperwiraan. Pada masa itu, musik gereja mulai mengalami kemunduran. Alat musik piano dan organ juga ditemukan pada zaman ini. Komposer yang hidup di zaman ini ada: Léonin, Pérotin, dan Guillaume de Machau

Musik Zaman Barok dan Rokoko

Pada zaman Barok dan Rokoko (1600-1750), penggunaan ornamentik (hiasan musik) semakin marak. Namun pada musik Barok, penggunaan ornamentik dilakukan secara spontan. Sedangkan di musik Rokoko, penggunaannya perlu dicatat dan diatur.

Tokoh seniman musik yang terkenal pada zaman ini adalah Johann Sebastian Bach. Ia merupakan pencipta musik koral untuk khotbah gereja dan pencipta lagu-lagu instrumental. Namun sayangnya, di masa akhir hidupnya ia mengalami kebutaan dan meninggal di Lelpzig.

Musik Zaman Klasik

Setelah berakhirnya zaman Barok dan Rokoko, zaman klasik (1750-1820) datang. Pada zaman klasik, penggunaan dinamika menjadi lebih lembut, perubahan tempo dengan accelerando (semakin cepat) dan ritarteando (semakin lembut), dan pemakaian ornamentik dibatasi.Komposer terkenal di zaman klasik adalah Johann Christian Bach, Joseph Haydin, Wolfgang Amadeus Mozart, dan Ludwig van Beethoven.

Musik Zaman Romantik

Pada zaman romantik (1810-1900), musik sangat mementingkan perasaan yang subjektif. Musik mulai digunakan untuk mengungkapkan perasaan. Maka dari itu, penggunaan dinamika dan tempo semakin banyak dipakai. Opera dan balet berkembang pada zaman ini. Pada zaman ini, beberapa komposer yang terkenal adalah Ludwig van Beethoven dan Franz Schubert.

Pada akhir zaman romantik, orkestra berkembang sangat dramatis dan menjadi budaya kaum urban. Tumbuh juga aneka keragaman teater musik yang baru seperti operet. musik komedi, dan berbagai bentuk teater musikal lainnya.

Musik Zaman Modern

Pada abad 20, penemuan radio menjadi cara baru untuk mendengarkan musik. Musik pada zaman modern lebih berfokus pada ritme, gaya, dan suara. Namun musik pada zaman ini tidak mengakui adanya hukum dan peraturan. Penemuan perekam suara dan alat untuk mengedit musik memunculkan aliran  baru pada musik klasik. Dengan demikian, orang semakin leluasa mengungkapkan ekspresinya lewat musik.


Baca juga: Merunut Jenis-Jenis Seni Musik Berdasarkan Perkembangan Zaman


Unsur-Unsur Seni Musik

unsur seni musik
afraline.com

Tentu dalam setiap karya seni pasti memiliki unsur-unsur yang membentuk karya tersebut. Begitu juga dengan seni musik yang juga memiliki beberapa unsur yang terkandung dalam satu karya seni musik. Berikut kita hadirkan unsur-unsur seni musik:

1. Melodi

Melodi merupakan suatu kesatuan frase yang tercipta dari nada-nada dengan urutan, interval, dan tinggi-rendah yang terpola. Unsur melodi dianggap menjadi daya tarik dari karya musik itu sendiri di antara unsur-unsur yang lain. Maka untuk menciptakan melodi, para seniman musik biasanya menggunakan instrumen melodis seperti piano, gitar, atau bonang.

2. Irama (Ritme)

Irama atau ritme yaitu pergantian panjang-pendek, tinggi-rendah, dan keras-lembut nada atau bunyi dalam suatu rangkaian musik. Secara sederhana, irama bisa dibilang berperan sebagai ketukan dalam musik. Maka munculnya unsur irama biasanya muncul dengan pengulangan bunyi, panjang-pendek kata dalam lagu, atau sebab pergantian tekanan-tekanan kata.

3. Birama

Birama adalah unsur seni musik yang berupa ketukan atau ayunan berulang-ulang yang datang secara berkala pada waktu yang sama. Penulisan birama seringkali ditulis dalam angka pecahan 2/4. 3/4, 2/3, dan seterusnya. Angka sebelum tanda “/” di atas menandakan jumlah ketukan, sedangkan angka sesudah tanda “/” menandakan nilai nada dalam satu ketukan.

Birama yang nilai penyebutnya genap disebut dengan birama bainar, sedangkan birama yang penyebutnya ganjil disebut dengan birama ternair.

4. Harmoni

Harmoni adalah sekumpulan nada yang jika dimainkan secara bersama-sama akan menghasilkan bunyi yang enak didengar (harmonis). Harmoni juga dapat diartikan sebagai suatu deretan akord-akord yang disusun serasi dan dimainkan sebagai iringan musik.

5. Tangga Nada

Tangga nada merupakan deretan nada yang disusun berjenjang dan dimainkan sebagai unsur penting dalam pementasan seni musik. Ada dua jenis tangga nada, yaitu tangga nada diatonis dan tangga nada pentatonis. Tangga nada diatonis adalah tangga nada yang tercipta dari 7 buah nada dengan 2 jenis jarak (1/2 dan 1). Sedangkan tangga nada pentatonis adalah tangga nada yang terdiri dari 5 buah nada dengan jarak tertentu.

6. Tempo

Tempo adalah ukuran kecepatan birama dalam sebuah lagu. Semakin cepat ketukan sebuah lagu dimainkan, maka semakin besar juga nilai tempo dari lagu tersebut. Unsur tempo ini dibagi menjadi 8, yaitu: Largo (lambat sekali), Lento (lebih lambat), Adagio (lambat), Andante (sedang), Moderato (sedang agak cepat), Allegro (cepat), Vivace (lebih cepat), dan Presto (cepat sekali).

7. Dinamik

Dinamik adalah tanda untuk memainkan nada dengan volume nyaring atau lembut. Di antara unsur-unsur seni musik yang lain, dinamik merupakan unsur paling kuat dalam menggambarkan perasaan yang terkandung dalam suatu komposisi musik. Dinamik memiliki peran untuk menyiratkan nuansa sebuah lagu: sedih, riang, agresif, atau datar.

Dinamik dinotasikan dalam singkatan berikut: f (forte), ff (fortissimo), fff (forte fortissimo), mf (mezzo forte), p (piano), pp (pianissimo), ppp (piano pianissimo), mp (mezzo piano), > (crescendo), dan < (decrescendo).

8. Timbre

Timbre adalah kualitas suara atau warna bunyi. Keberadaan unsur timbre ini sangat dipengaruhi asal suara dan cara bergetarnya. Timbre yang dihasilkan alat musik tiup akan berbeda dengan timbre yang dihasilkan dari alat musik petik, meskipun keduanya dimainkan dalam nada yang sama.


Baca juga: Sejarah Perkembangan Musik di Indonesia


Referensi:


 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *