prospek kerja kesehatan masyarakat

10 Prospek Kerja Kesehatan Masyarakat Beserta Tugas dan Gajinya

Mau tau apa saja prospek kerja kesehatan masyarakat? Simak ulasan berikut ini! Mulai dari jadi ahli K3, staff administrasi, hingga peneliti.

Kesehatan masyarakat merupakan bidang yang berfokus dan memerhatikan tentang masalah taraf hidup serta kesehatan di masyarakat.

Banyak sekolah tinggi atau universitas di Indonesia yang membuka prodi tersebut.

Alasannya, selain memiliki banyak peminat dan pemerhati masalah kesehatan, juga karena peluang kerja setelah lulus kuliah yang cukup menjanjikan.

Bagi kamu lulusan program studi Kesehatan Masyarakat yang masih bingung untuk menyalurkan ilmu di dunia kerja, maka tak perlu khawatir, karena dunia medis dan kesehatan menjadi salah satu sektor penting dalam segala urusan.

Apalagi taraf dan pola hidup di masyarakat menjadi faktor penting penentu kualitas kesehatan.

Berikut ini 10 prospek kerja kesehatan masyarakat yang bisa kamu pilih, di antaranya:

1. Ahli Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Perusahaan

Jika kamu lulusan jurusan Kesehatan Masyarakat, maka dapat mencoba profesi sebagai ahli Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

Profesi tersebut bisa dicari dan didapatkan di berbagai perusahaan yang membuka lowongan dengan posisi tersebut.

Secara garis besar, profesi K3 di perusahaan akan bekerja seputar perencanaan dan pelaksanaan program keselamatan kerja bagi setiap pegawai di tempat kerja tersebut.

Namun tidak sesederhana itu, SDM profesional juga harus mengerti prinsip-prinsip teknologi serta teknik dalam mencegah dan memperbaiki kondisi kesehatan di lingkungan perusahaan.

Sebagai informasi, jenjang pendidikan yang biasanya dibutuhkan untuk mengisi profesi tersebut adalah lulusan S1.

Dan dilihat dari tanggung jawab pekerjaannya, gaji rata-rata yang ditawarkan yakni sekitar 4 sampai 5,6 juta rupiah per bulan.

Berikut 5 contoh jabatan sesuai dengan keahlian K3 yang bisa dicari di perusahaan:

  • Direktur Kesehatan dan Keamanan
  • Kepala Petugas Keamanan dan Kesehatan
  • Manajer Kesehatan dan Keamanan
  • Spesialis Keselamatan Lingkungan
  • Konsultan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Adapun wewenang dan tugas kerja yang ditekankan kepada ahli K3, sebagai berikut:

  • Memeriksa dan menerapkan kebijakan terkait masalah yang mengatur tentang kesehatan dalam perusahaan,
  • Menyarankan dan menjamin keamanan fitur proses dan produksi, agar mengurangi resiko bahaya kerja kimia, fisika, maupun biologis, dan
  • Memeriksa hingga memastikan bahwa fasilitas seperti mesin atau peralatan untuk keselamatan dan kesehatan kerja telah sesuai dengan prosedur.

Baca juga: 10 Prospek Kerja Administrasi Bisnis Paling Diminati


2. Penyuluh Kesehatan Masyarakat

Setelah lulus dari proses akademik, lulusan Kesehatan Mayarakat juga bisa menjadi seorang Penyuluh Kesehatan Masyarakat (PKM).

Profesi ini bertugas melakukan setiap kegiatan yang berhubungan dengan penyuluhan dan promosi kesehatan di masyarakat.

Melalui tugas seorang PKM, dapat membantu mendorong kesadaran masyarakat akan kesehatan melalui pembelajaran diri dan pembekalan dari petugas penyuluh kesehatan.

Syarat untuk profesi ini yaitu memiliki jenjang pendidikan minimal D3 sederajat di prodi Kesehatan Masyarakat.

Adapun kisaran gaji pokok yang bisa diterima yaitu berkisar antara 2,5 hingga 4 juta rupiah per bulan.

Terdapat beberapa posisi dan peran kerja dalam profesi penyuluh kesehatan, seperti:

  • Tenaga Penyuluh Kesehatan
  • Konsultan Kesehatan Masyarakat
  • Pengembang Metode Promosi Kesehatan Masyarakat
  • Peneliti Ilmiah dan Terapan Kesehatan Masyarakat
  • Manajemen Strategi Promosi Kesehatan

Peran dan tanggung jawab tenaga Penyuluh Kesehatan Masyarakat bisa dirinci sebagai berikut:

  • Memberikan pemahaman dan edukasi soal kesehatan, baik pada perorangan, kelompok, ataupun masyarakat dalam suatu lingkungan,
  • Aktif mengkampanyekan gerakan hidup sehat serta mencintai dan melindungi lingkungan hidup di sekitar kita,
  • Memberikan konseling dan pemahaman terbaik kepada setiap karyawan tentang kesehatan di unit kesehatan sebuah lembaga,
  • Melakukan penyembuhan atas berbagai keluhan kesehatan di masyarakat
  • Blusukan atau melakukan kunjungan ke area perumahan dengan memberikan penyuluhan kesehatan,
  • Mengevaluasi dan melakukan pengembangan terhadap metode promosi kesehatan agar lebih efektif saat penyuluhan,
  • Aktif melakukan studi penelitian ilmiah dan terapan di bidang kesehatan untuk meningkatkan kualitas tenaga kesehatan.

3. Administrasi Layanan Kesehatan Masyarakat

Dalam setiap lembaga kesehatan ada salah satu bagian yang tidak kalah penting dalam pelayanan kesehatan, yaitu Administrasi Kesehatan Masyarakat.

Bagian administrasi dapat ditemui, baik di rumah sakit umum, puskesmas, maupun klinik.

Profesi tersebut dapat dimasuki oleh lulusan prodi Kesehatan Masyarakat, dengan minimal jenjang D3.

Bahkan upah kerja pun terbilang menjanjikan, yaitu sekitar Rp 3.500.000 – Rp 5.000.000 per bulannya.

Namun besaran gaji masih bisa berubah dengan menyesuaikan tingkat jabatan yang dimiliki.

Penting diketahui, bagian staff administrasi bisa berpeluang tinggi namun bisa juga ditetapkan kuota penerimaannya sesuai kebutuhan lembaga kesehatan.

Peran dan tanggung jawab kerja yang diemban bagian Administrasi Layanan Kesehatan Masyarakat adalah sebagai berikut:

  • Melayani proses register bagi pasien yang mendaftar untuk mendapatkan perawatan atau pengobatan,
  • Mendata setiap proses masuk dan keluar pasien di lembaga kesehatan tersebut,
  • Membuat dan menyiapkan rincian biaya perawatan pasien,
  • Mendokumentasikan kartu riwayat perawatan setelah mengaturnya,
  • Melayani pasien di loket, memberikan arahan dan penerangan bagi yang bertanya dan membutuhkan bantuan,
  • Membuat dan mengatur jadwal dokter yang bertugas dan menyiapkan setiap dokumen yang diperlukan nantinya.

Baca juga: 10 Prospek Kerja Hubungan Internasional, Tugas, dan Gajinya


4. Bagian Gizi Kesehatan Masyarakat

Dalam bidang nakes, terdapat profesi ahli gizi, yang dalam proses kerjanya bertugas dalam mengupayakan, memelihara, dan memperbaiki gizi masyarakat.

Setelah menuntut ilmu dari latar pendidikan kesehatan, sebagai ahli gizi, kamu dapat bertugas untuk memberikan panduan dan mengontrol gizi yang ideal.

Profesi ini juga terbilang memiliki peluang besar, karena mudah ditemukan di berbagai lembaga kesehatan seperti rumah sakit atau puskemas, dan bisa juga mengabdi untuk masyarakat.

Sebagai Ahli Gizi Kesehatan Masyarakat, tenaga kesehatan berkontribusi dalam mengontrol dan memperbaiki kualitas gizi masyarakat di lingkungannya.

Mengenai persyaratan yang dibutuhkan bagi pelamar pada profesi ini, biasanya cukup berbekal ijazah D3 sederajat di prodi Ilmu Kesehatan, Ilmu Gizi atau Kesehatan Masyarakat.

Selain itu, yang paling penting, kamu sudah memiliki Sertifikat Kompetensi Ahli Gizi, karena bekerja dalam bidang ini pun harus memiliki keahlian sesuai bidangnya.

Peran serta tanggung jawab yang diemban seorang Ahli Gizi Kesehatan Masyarakat bisa dirinci sebagai berikut:

  • Merancang perencanaan kegiatan dalam program memperbaiki gizi, yang didiskusikan bersama pembuat kebijakan lainnya,
  • Melakukan pendataan warga untuk pemberian vitamin, obat-obatan, dan lainnya,
  • Melaksanakan dan memberikan layanan perbaikan gizi kepada berbagai lapisan masyarakat,
  • Memantau status dan kualitas gizi masyarakat,
  • Memberikan konseling gizi dalam kegiatan seperti posyandu, cek kesehatan keliling, dll.

Sementara itu, gaji rata-rata bagian gizi kesehatan masyarakat sekitar Rp 3.000.000 sampai Rp 4.000.000.

5. Bagian Administrasi Kebijakan Kesehatan

Lulusan jurusan Kesehatan Masyarakat  juga memiliki peluang menjanjikan untuk bekerja di bagian Administrasi Kebijakan Kesehatan.

Secara umum, tugas dalam pekerjaan ini adalah proses administrasi, manajerial, dan kebiijakan dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Tenaga kerja dalam dunia kesehatan memang beragam, dan dalam profesi ini kamu bisa mencari peluang menjadi manajer lembaga pelayanan kesehatan.

Seperti misalnya menjadi manajer rumah sakit, perusahaan farmasi, laboratorium, perusahaan asuransi kesehatan, dinas kesehatan, dan lainnya.

Lulusan S1 Kesehatan Masyarakat sangat cocok dengan prospek kerja menjadi staff Administrasi Kebijakan Kesehatan.

Menyoal penghasilan, gaji yang ditawarkan profesi ini adalah sekitar 3 sampai 5 juta rupiah, dan besar kecilnya juga tergantung jabatan yang diemban.

Selain itu, faktor yang bisa mempengaruhi besaran penghasilan dapat disiasati dengan memilih perusahaan ternama sebagai lembaga administrasi kebijakan kesehatan terbaik.

Berikut peran dan tanggung jawab pekerjaan bagian Administrasi Kebijakan Kesehatan:

  • Menelaah serta memahami peraturan, undang-undang, dan kebijakan tentang bidang kesehatan,
  • Diskusi dan komunikasi tentang kebijakan kesehatan,
  • Melakukan pengorganisasian dan pencatatan terstruktur dalam pelayanan kesehatan.

6. Pengajar di Bidang Kesehatan Masyarakat

Kamu dapat memanfaatkan latar belakang pendidikan Kesehatan Masyarakat untuk menjadi tenaga pengajar profesional, yaitu dengan menjadi dosen.

Sesuai bidangnya, kamu dapat menjadi dosen Ilmu Kesehatan atau prodi Kesehatan Masyarakat pada sebuah universitas.

Namun, pasti syarat yang dibutuhkan adalah memiliki riwayat pendidikan S2 di bidang kesehatan, serta memiliki sertifikasi sebagai tenaga pendidik atau dosen.

Mengenai penghasilan, pengajar bidang Kesehatan Masyarakat diperkirakan dijanjikan dengan gaji sekitar 3 hingga 7 juta per bulan.

Secara umum, adanya pengajar adalah sebagai tutor yang akan berbagi ilmu pengetahuan dan kemampuan tentang Kesehatan Masyarakat terhadap muridnya.

Adapun peran dan tanggung jawab kerja pengajar di Bidang Kesehatan Masyarakat adalah sebagai berikut:

  • Memberikan pendidikan dan pengajaran lengkap yang sesuai dengan bidang kesehatan,
  • Merencanakan dan melaksanakan proses penyebarluasan pengetahuan yang dimiliki sesuai format dan bahan ajar,
  • Memberikan proses bimbingan tugas akhir seperti Skripsi, Tesis, Disertasi, dll,
  • Melaksanakan tanggung jawab sebagai penguji dan penilai dalam proses ujian akhir,
  • Berkewajiban meningkatkan dan mengembangkan kompetensi serta kualifikasi akademis lembaga pendidikan yang ditempati.

7. Biostatistician

Lebih luas lagi, peluang kerja bagi mahasiswa lulusan prodi Kesehatan Masyarakat, bisa menjadi tenaga atau ahli biostatistik.

Biostatistician adalah profesi bidang kesehatan yang bertumpu pada proses riset.

Ahli biostatistik akan banyak menerapkan teknik matematika sebagai penggunaan data dan angka.

Dari penggunaan data tersebut selanjutnya akan dilakukan penafsiran untuk memperoleh informasi dan kesimpulan mengenai masalah bidang kesehatan.

Orang yang bekerja sebagai ahli biostatistik akan lebih banyak menghabiskan waktu dan proses kerjanya di laboratorium.

Peningkatan prospek kerja sebagai biostatistik bisa jadi akan berkembang di masa depan, pasalnya di USA saja peluang menjadi biostatistician diperkirakan meningkat hingga 10%.

Karenanya, jangan sampai kita menyia-nyiakan potensi yang saat ini sedang banyak dicari dab dibutuhkan.

Dengan jenjang pendidikan minimal S1, latar belakang sesuai, dengan sertifikasi yang dibutuhkan, diperkirakan penghasilan bagi biostatistician bisa mencapai 4 hingga 6,7 juta rupiah.

Contoh jabatan kerja bagi seorang biostatistician juga beragam, yaitu bisa menjadi direktur, ahli, konsultan, hingga ilmuwan biostatistik.

Peran dan tanggung jawab pekerjaan sebagai ahli biostatistik adalah sebagai berikut:

  • Mendesain rencana penelitian yang akan dilakukan bersama tenaga kesehatan profesional lain seperti dokter dan ilmuwan sains,
  • Menafsirkan, menarik kesimpulan, dan membuat prediksi berdasarkan hasil analisis data statistik,
  • Mengembangkan teori dan metode ilmu biostatistik untuk memahami ilmu sains,
  • Membuka konsultasi terkait biostatistik kepada klien atau partner kerja.

8. Epidemiologist

Dengan minimal jenjang pendidikan S2 lulusan Ilmu Kesehatan atau Kesehatan Masyarakat, kamu dapat memilih profesi sebagai ahli epidemiologi.

Secara umum, kegiatan kerja dari seorang epidemiologist adalah menyelidiki serta menjelaskan faktor penentu atas penularan atau distribusi suatu penyakit, kecacatan, maupun hasil kesehatan.

Selain itu, emidemiologist juga melakukan pengembangan atas solusi untuk pencegahan dan kontrol suatu penyakit juga menjadi jobdesc-nya.

Mengenai gaji sangat bervariatif, seorang ahli epidemiologi dapat memiliki besaran gaji seperti PNS, yaitu sekitar 4 juta sampai 6 juta rupiah, dan akan terus bertambah sesuai pengalaman yang dimiliki.

Maka dari itu, kamu dapat bekerja di lembaga pemerintahan untuk mendapatkan gaji tetap.

Bagi seorang ahli epidemiologi, berikut 5 contoh jabatan yang bisa ditempati atau dicari dalam sebuah lembaga:

  • Ahli Epidemiologi
  • Ahli Epidemioloi Penyakit Kronis
  • Ahli Epidemiologi Lingkungan
  • Spesialis Penyakit Menular
  • Praktisi Kontrol Infeksi

Ada pula berbagai tugas kerja yang harus dilakukan profesi epidemiologi, yaitu:

  • Melakukan pemantauan secara klinis dan melaporkan segala kasus penyakit menular kepada lembaga kesehatan lokal hingga negara,
  • Menginformasikan jika terdapat temuan dari hasil penelitian tentang jenis-jenis penyakit kepada praktisi kesehatan hingga masyarakat,
  • Merencanakan studi penelitian untuk menyelidiki sebuah penyakit, cara pencegahan, hingga metode pengobatannya,
  • Melakukan pengawasan setiap program kesehatan, seperti analisis statistik, perencanaan kesehatan, pengawasan, hingga peningkatan kesehatan di masyarakat.

9. Bekerja di Rumah Sakit, Klinik, atau Puskesmas

Lulus dari jurusan Kesehatan Masyarakat, juga masih terbuka peluang besar bagi kamu untuk bekerja di sebuah rumah sakit, klinik, ataupun puskesmas.

Bahkan terhitung banyak lulusan KesMas yang bekerja di lembaga-lembaga tersebut, karena pemahaman dan keahlian tentang kesehatannya yang sesuai.

Banyak sekali bidang yang cocok ditempati oleh lulusan KesMas, baik di rumah sakit, puskesmas, maupun klinik.

Di antaranya bisa mulai dari profesi sebagai staff administrasi yang menjadi bagian penting dalam gerbang pendaftaran pasien.

Sehingga pasien yang membutuhkan perawatan, bisa terdokumentasi dan tercatat data-data yang diperlukannya dengan teratur.

Lalu bisa juga mengisi posisi sebagai ahli kesehatan dan gizi yang selalu ada di setiap rumah sakit, klinik, hingga puskesmas.

Di berbagai lembaga kesehatan pasti terdapat pasien yang sedang menjalani perawatan dan pengobatan. Nah, untuk mendukung proses pemulihan, maka ahli gizi pun sangat diperlukan.

Meskipun bekerja di instansi kesehatan, namun profesi tenaga kesehatan ada kalanya memiliki program penyuluhan terhadap masyarakat.

Peluang posisi kerja ini sangat strategis bagi lulusan KesMas, karena dipegang oleh SDM dengan latar belakang pengetahuan yang sesuai.

Tenang saja, posisi profesi ini membuka peluang bagi lulusan prodi Kesehatan Masyarakat minimal D3 sederajat.

Persoalan gaji, diperkirakan pegawai sudah bisa memiliki gaji pokok sekitar 3 sampai 7 juta rupiah, tentu besarnya nominal bergantung pada jenjang pendidikan dan pengalaman pelamar.


Baca juga: 10 Prospek Kerja Administrasi Publik Beserta Tugas dan Gajinya


10. Bekerja di Perusahaan Asuransi Kesehatan

Jangan salah, menjadi pegawai di sebuah perusahaan asuransi kesehatan peluang juga terbuka luas bagi lulusan prodi Kesehatan Masyarakat.

Hal tersebut tentu karena proses kerja masih berkaitan dengan hal-hal dalam bidang kesehatan.

Karena sama seperti rumah sakit atau puskesmas, perusahaan asuransi kesehatan juga sangat memerlukan seorang profesional yang ahli dalam bidang kesehatan.

Berdasarkan tren karir masa kini, orang yang berprofesi di sebuah perusahaan Asuransi Kesehatan bisa memiliki pendapatan mulai dari Rp 3 juta.

Namun, soal penghasilan sangat dinamis, karena masih bisa terus meningkat berdasarkan peningkatan jabatan pekerjaan.

Bahkan, pegawai masih dapat meraih bonus tambahan jika berhasil mencapai target atau tujuan tertentu dalam pekerjaan.

Penempatan posisi kerja pun bisa dipengaruhi oleh faktor jenjang riwayat pendidikan, sebagai lulusan KesMas, profesi yang bisa diduduki pun lebih terjamin.

Di perusahaan asuransi kesehatan, ada berbagai posisi dan jabatan yang bisa dipegang, di antaranya menjadi konsultan kesehatan, administrator, marketing, hingga account officer.

***

Nah, itulah pembahasan secara rinci mengenai 10 prospek kerja Kesehatan Masyarakat, lengkap dengan kisaran gaji serta ulasan tanggung jawab kerjanya.

Kalau kamu sedang menempuh pendidikan di jurusan ini, bagaimana, sulit tidak dengan pelajarannya? Coba sharing di kolom komentar, ya!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *