sejarah musik blues

Mengenang Sejarah Musik Blues yang Berakar dari Tradisi Muslim

Mengenang kembali sejarah musik blues yang kabarnya berakar dari tradisi Muslim Afrika yang menjadi pekerja di Amerika Serikat sewaktu zaman perbudakan.


Tampaknya, tak banyak dari masyarakat Indonesia, khususnya generasi milenial yang mengenal secara mendalam musik blues. Mungkin karena minat dan selera musik masyarakat yang berubah-ubah di setiap zaman. Namun ada sebuah fakta menarik di dalam sejarah musik blues yang menjadi bapaknya segala macam jenis musik ini, bahwa musik blues lahir dari rahim masyarakat Muslim Afrika.

Di Indonesia, sebagian peminat musik blues Tanah Air mungkin mengenal musisi macam Gugun Blues Shelter, Rama Satria, atau Adrian Adioetomo. Namun, akan menarik lagi kiranya kalau kita menarik diri ke zaman ketika musik blues lahir. Secaralebih lengkapnya searah musik blues, mari kita simak ulasan lengkap berikut ini!


Baca juga: Merunut Sejarah Musik Rock dari Awal Kemunculannya


Akar Budaya Blues

musik blues muslim
soundcloud.com

Istilah “blues” berakar dari sebuah judul drama sandiwara abad 18, “Blues Devil”, yang memiliki arti melankolis dan kesedihan. Dalam hal ini memang musik blues berakar dari senandung kesedihan budak-budak Afrika yang bekerja sebagai buruh di Amerika Serikat.

Musik blues sendiri lahir dan berkembang untuk pertama kali di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19, atau sekitar tahun 1985. Satu hal yang jarang diketahui orang, bahwa musik blues dibawa oleh penduduk Muslim berkulit hitam Afrika Barat yang tinggal dan bekerja sebagai buruh di Amerika Serikat.

Sejarah mencatat, jauh sebelum Columbus menginjakkan kaki di daratan Amerika, pelaut Muslim Afrika Barat adalah yang pertama kali menemukan Amerika. Artinya, kaum Muslim Afrika turut memberikan pengaruh yang cukuo besar bagi tradisi dan warisan budaya Amerika, salah satunya melalui musik blues.

Dalam bukunya, They Came Before Columbus (1976), sejarawan Ivan van Sertima menyatakan:

Columbus juga tahu bahwa Muslim asal pantai barat Afrika telah tinggal lebih dulu di Karibia, Amerika Tengah, Selatan, dan Utara.

Pada awal kelahirannya, blues sarat dengan musik spiritual bergaya Afrika. Lirik lagu bayak berisi pujian dan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan. Akar tradisi Muslim dalam musik blues telah dibuktikan oleh seorang peneliti bernama Sylviane Diouf.

Dalam sebuah kesempatan presentasi di Universitas Harvard, AS, Diouf membuktikan keterkaitan antara musik blues dan tradisi Muslim Afrika dengan memutar dua buah rekaman. Rekaman pertama berupa lantunan azan, sementara dalam rekaman kedua berisi lagu blues lawas yang lahir di kawasan Semenanjung Delta Missisippi sekitar seabad sebelumnya berjudul “Levee Camp Holler”.

Perlu dipahami bahwa Delta Missisippi merupakan daerah lahirnya musik blues, maka tidak heran jika kemudian gaya blues orisinal dikenal dengan sebutan “delta blues“.

Alhasil, dalam dua rekaman tersebut terdapat persamaan yang ditunjukkan oleh Diouf. Nada dalam nyanyian “Levee Camp Holler” terdengar seperti panggilan azan serta berisi tentang keagungan dan pujian kepada Allah. Ditambah lagi, keduanya memiliki langgam sengau khas lantunan bacaan Alquran.

“Saya percaya banyak penyanyi blues yang tidak sadar bahwa pola musik blues meniru tradisi musik kaum Muslim di Arab,” ujar Profesor Etnomusikologi, Gehard Kubik dalam bukunya, Africa and the Blues (1999).

Asal Muasal Musik Blues

sejarah blues
amazon.com

Dalam sejarahnya, musik blues lahir di akhir abad 19 oleh para budak dan petani kapas keturunan Afrika-Amerika di Missisippi. Pada waktu itu, blues berbentuk nyanyian sebagai bentuk ekspresi kesedihan dan rasa frustasi dari budak Afrika yang tertindas. Hal itu ditunjukkan dengan lirik kesedihan yang dinyanyikan dengan intonasi bergelombang yang umum digunakan kaum Muslim ketika mengaji.

Pada masa perbudakan di Amerika, masyarakat kulit hitam dilarang menggunakan dan memainkan alat musik pukul khas Afrika karena dikhawatirkan akan membangkitkan semangat perlawanan. Peraturan itulah yang membuat musik blues generasi awal dimainkan tanpa instrumen. Namun seiring berjalannya waktu, masyarakat kulit hitam kemudian menggunakan gitar sebagai instrumen.

Musik blues tumbuh di Delta Missisippi yang berada tepat di hulu New Orleans, tempat kelahiran musik jazz. Maka dari itu, antara musik blues dan jazz seperti tidak dapat dipisahkan karena memang saling mempengaruhi.

Namun berbeda dengan jazz, blues tidak menyebar secara signifikan dari Selatan ke Midwest di tahun 1930-an dan 1940-an. Namun begitu blues mulai menyebar dari Missisippi ke wilayah perkotaan, musik ini benar-benar berkembang menjadi blues Chicago yang dimainkan dengan elektrik. Satu dekade kemudian, blues justru berhasil melahirkan irama baru yang kini dikenal sebagai rock and roll.

Meskipun musik blues dimainkan dengan iringan instrumental, namun pada dasarnya, blues adalah bentuk musik vokal. Lagu-lagu blues memiliki karakter yang lebih liris daripada naratif. Biasanya, penyanyi blues lebih banuak mengekspresikan emosionalnya daripada bercerita atau menarasikan sesuatu.

Hampir rata-rata, emosi yang diungkapkan dalam musik blues adalah kesedihan atau melankolis. Para pemain blues juga biasanya menggunakan teknik vokal melisma, yaitu sekelompok not yang dinyanyikan dalam satu nada, untuk mengekspresikannya secara musikal.

Kebanyakan musik blues juga terdiri dari 12 bar, serangkaian not juga dipakai dalam musik blues. Bagian tertentu dalam skala ini juga dikenal sebagai blue not.


Baca juga: Pengertian Musik Jazz, Ciri-Ciri, Sejarah, dan Perkembangannya


Perkembangan Musik Blues

perkembangan musik blues
Jimi Hendrix /bbc.co.uk

Pada awalnya, musisi blues seringkali menggunakan banjo sebagai instrumen, namun seiring dengan perkembangan teknologi dalam instrumen musik, musisi-musisi blues mulai menggunakan gitar. Musik blues pun terus berkembang hingga melahirkan warna musik blues baru yang berbeda di setiap daerah di Amerika, seperti: Delta blues, Chicago blues, East Cost Blues, dan Texas blues.

Memasuki dekade 40-an, sejumlah musisi blues Chicago telah menggunakan amplifier, termasuk John Lee Williamson dan Johny Shine. Kemudian pada tahun 1947 dan 1948, rekaman gaya baru musik blues mulai dibuat yang diawali oleh musisi seperti Johny Young, Floyd Jones, dan Snooky Pryor. Format ini kemudian disempurnakan oleh Muddy Waters.

Masih pada dekade 40-an, era di mana Modern electric blues lahir dan menjadi sub-genre blues paling populer hingga saat ini. Dari sub-genre tersebut, lahir puluhan tokoh musisi blues semacam B.B. King, Buddy Guy, John Lee Hocker, Johny Winter, Koko Taylor, Robert Cray, Taj Mahal, Dave Holey, Tinsley Ellis Freddie King, Stevie Ray Vaughan, dan Kenny Wayne Shepherd.

Selain para musisi di atas, salah satu legenda blues yang paling berpengaruh adalah mendiang Jimi Hendrix. Dengan permainan gitarnya yang memperkenalkan teknik-teknik baru, Jimi menjadi pionir musik blues yang didominasi electric sound yang sangat impresif. Sehingga dari atraksinya itu, banyak kemudian musisi blues yang mulai meniru mengeksplorasi sound.

Setelah era berkibarnya nama Jimi Hendrix inilah, mulai bermunculan musisi baru yang mengusung aliran blues yang dicampur dengan gaya rock and roll seperti mendiang Stevie Ray Vaughan, Tinsley Ellis, Taj Mahal, dan Kenny Wayne Shepherd.

Sempat juga terjadi di awal dekade 60-an, musik blues di Amerika mengalami penurunan pamor, sehingga perusahaan-perusahaan rekaman Amerika enggan mengontrak musisi-musisi blues. Kemudian para musisi blues dari Inggris mengambil kesempatan dengan mengisi kekosongan itu. The Rolling Stones, Eric Clapton, John Mayal, dan Bluesbreaker akhirnya memberikan suasana baru bagi musisi blues Amerika.

Musik Blues di Indonesia

blues di indonesia
Gugun Blues Shelter /djarumcoklat.com

Menilik perkembangan musik blues di Tanah Air, tampaknya belum banyak musisi Indonesia yang mengeksplor musik blues untuk dikedepankan bersejajar dengan musik mainstream semisal pop, rock, apalagi dangdut koplo. Kalaupun ada, mungkin masih belum berani untuk menunjukkan hasil eksplorasi dari musik genre tersebut.

Meskipun begitu, banyak sudah usaha dari kelompok atau komunitas musisi blues Tanah Air yang ‘berjuang’ untuk memberdayakan musik blues di Indonesia. Sebut saja komunitas INA Blues yang didalangi oleh Oding Nasution yang rata-rata sudah konsisten dengan musik blues sejak dahulu kala.

Selain itu, ada komunitas Bandung Blues Society yang tak kurang dikelola oleh musisi senior yang sejak lama berkecimpung di dunia musik blues. Dari Kota Gudeg, ada Jogja Blues Forum yang juga disetir oleh musisi senior Kota Jogja. Bali Blues Island di Denpasar yang juga dengan musisi seniornya juga tak mau kalah. Selain itu, masih banyak sebenarnya komunitas blues Tanah Air yang mungkin belum muncul ke permukaan.

Upaya untuk mengembangkan musik blues di Tanah Air juga pernah dilakukan oleh komunitas INA Blues Jakarta. Komunitas ini telah menjadi semacam harapan umat blues untuk dapat secara rutin menggelar Festival Blues International di berbagai kota. Sebagai contoh yang baru-baru ini di Kota Bandung diselenggarakan Jakarta International Blues Festival Competition yang diikuti oleh musisi-musisi muda yang mulai menggeluti dunia blues.

Adapula grup Andre Harihandoyo & The Sonic People yang telah melahirkan beberapa album dan memberanikan diri untuk meramu musik accoustic folk yang agak bluesy. Muncul juga seorang anak muda yang dari usia remaja sudah menekuni musik blues, yakni Rama Satria, bersama grupnya, The Electric Mojos.

B.I.P. muncul sebagai grup band blues Indonesia untuk menyalurkan kreativitas tiga musisi mantan personel Slank, yaitu Bongky, Indra, dan Pay. Setelah puas dengan protek musik masing-masing selama kurang lebih empat tahun, akhirnya Tiga serangkai ini sepakat membentuk sebuah band baru yang diberi nama B.I.P., inisial nama mereka sendiri.

Hingga saat ini, ada banyak sebenarnya musisi-musisi dan band-band yang mengusung musik blues secara keseluruhan atau setidaknya di sisipkan di komposisi musik mereka. Namun, kebanyakan dari mereka lebih memilih untuk mendakwahkan musik mereka di jalur independen, sehingga jarang terlihat di permukaan.

***


Baca juga: Memahami Pengertian Musik Pop dan Perkembangannya di Indonesia


Tak dapat dipungkiri, musik blues merupakan ‘bapak’ dari banyaknya aliran musik yang berkembang, seperti jazz, country, dan menjadi cikal bakal terlahirnya rock n’ roll. Seiring berjalannya waktu, blues berkembang dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Salah satu gaya yang paling populer adalah blues rock yang diperkenalkan oleh musisi seperti Jimi Hendrix, Eric Clapton, dan B.B, King.


Referensi:

  • https://id.wikipedia.org/wiki/Blues
  • https://www.academia.edu/34692494/MUSIK_BLUES_Sejarah_dan_Perkembangan_Musik_Blues
  • https://tirto.id/sejarah-singkat-musik-blues-lahir-dari-para-budak-el47
  • https://www.ayobandung.com/read/2018/03/26/30561/muslim-adalah-pencipta-musik-blues

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *