Tari Topeng Malangan, Menyoal Sejarah, Makna, dan Karakteristiknya

Mengulas keunikan dan ciri khas kesenian Tari Topeng Malangan, mulai dari sejarah, makna, gerakan, hingga properti yang digunakan.

Berbicara tentang Malang, tak bisa dilepaskan dari beragam tradisi serta budayanya. Hingga kini, penduduk Malang masih mempertahankannya, sehingga Malang tak lepas dari pengaruh nenek moyang zaman dahulu.

Salah satu seni yang masih bertahan hingga saat ini adalah tari Topeng Malangan. Tarian yang satu ini menjadi legenda bagi daerah Malang. Hiburan ini masih ada di acara tertentu karena filosofi dan sejarahnya yang sangat kuat di daerah ini.

Kalau kamu penasaran dengan tarian yang satu ini, berikut ulasan tentang tari Topeng Malangan yang terkenal di Jawa Timur ini.

Sejarah Tari Topeng Malangan

tari topeng malangan
merahputih.com

Asal usul dan sejarah dari sebuah tradisi dan kesenian daerah merupakan salah satu hal yang menarik untuk dibahas. Namun pada kesenian tari Topeng Malangan ini tidak banyak ditemukan referensi atau sumber yang merunut sejarahnya.

Meski begitu, pada artikel ini ada beberapa poin menarik mengenai sejarah dan perkembangan tari Topeng Malangan.

1. Tarian Zaman Kerajaan

Sejak Kerajaan Gajayana masih berkuasa di Jawa Timur, khususnya Malang, tarian ini sudah sering dibawakan. Kerajaan Gajayana adalah kerajaan yang berjaya sekitar abad 7. Nama lain kerajaan ini adalah Kerajaan Kanjuruhan. Asal-usul tarian ini diyakini dari zaman ini.

2. Topeng Emas

Pada saat Raja Gajayana berjaya di masanya, topeng yang digunakan dalam kesenian ini seringkali dibuat dengan menggunakan bahan emas. Nama topeng tersebut adalah Puspo Ariro yang berarti “bunga”. Raja Gajayana menggunakan topeng ini sebagai simbol pemujaan pada ayahnya yang bernama Dewa Sima.

3. Dipengaruhi Sastra India

Tarian ini diyakini sebagai bentuk asimilasi antara sastra India dengan daerah Malang. Dahulu, pedagang India banyak yang mampir di Kerajaan Kanjuruhan. Cerita yang dibawakan dalam kesenian ini dulunya adalah kisah Ramayana dan Mahabarata.

4. Berawal dari Drama

Tarian ini awalnya adalah seni drama yang dibawakan oleh orang. Namun seiring dengan perkembangannya, pentas drama ini berubah menjadi tarian yang kini dikenal dengan tari Topeng Malangan. Kini tarian dibawakan dengan menceritakan tentang kisah Panji.


Baca juga: Reog Ponorogo, Mengupas Keunikan, Makna, dan Sejarah di Baliknya


Filosofis dan Makna Tari Topeng Malangan

tarian malang
malangchannel.com

Setiap tarian daerah ataupun kesenian tradisional tentu membawakan cerita atau makna tertentu untuk menjadi pelajaran bagi penikmatnya. Adapun tarian ini sendiri telah menjadi budaya yang menghadirkan nilai-nilai persatuan dan penggambaran karakter masyarakat Jawa.

Mengandung Makna Persatuan

Meskipun diciptakan pada zaman Kerajaan Kanjuruhan, tari Topeng ini justru menjadi simbol persatuan dua kerajaan. Dua kerajaan tersebut adalah Kerajaan Kahuripan dan Kerajaan Daha. Hingga saat ini, fungsi dan makna tarian ini masih dikaitkan dengan nilai-nilai persatuan.

Mencerminkan Karakter Bangsa

Selain soal persatuan, tarian ini juga kerap dinilai sebagai penggambaran karakter bangsa. Nusantara bersatu menjadi Indonesia dengan suku dan budaya yang berbeda-beda. Tarian ini salah satu simbol bahwa Indonesia mengagungkan persatuan dan tidak ingin adanya pecah belah.

Gerakan Tari Topeng Malangan

tari topeng malangan
headline.co.id

Dalam kesenian Tari Topeng Malangan ini, ada 10 gerakan yang biasa disajikan. Setiap gerakan yang ditampilkan juga menunjukkan ciri khas dan keunikan tersendiri bagi pertunjukan.

1. Tanjak

Salah satu keunikan gerak pada tari Topeng Malangan ini adalah tanjak. Nah, tanjak sendiri adalah gerakan dasar yang kedua kaki dilebarkan selebar 3 telapak dan masing-masing arah kakinya menyamping. Lalu, kaki kiri maju ke depan dan badan dititikberatkan ke bawah.

2. Singget

Gerakan ini adalah pengantar dari satu gerakan ke gerakan lainnya. Posisi lengan kiri diluruskan dan serong dari arah badan, sementara tangan kiri menyiku dan hendak mendorong posisi tangan kiri. Setelahnya, keduanya menyatu di depan badan, lalu tangan merentang.

Sementara posisi kakinya adalah kaki kiri maju ke depan, lalu kembali mundur ke belakang. Saat kaki kiri mundur, kaki kanan naik. Saat kaki kanan kembali memijak lantai, kaki kiri maju ke depan. Gerakan kaki harus diselaraskan dengan posisi tangan dalam hitung 5-6-7-8.

3. Sirig

Pada waktu melakukan gerakan ini, kakinya menjinjit sambil dilebarkan, kemudian dalam sekali hitungan kaki akan bergerak kiri dan kanan. Sementara posisi tangan kiri merentang ke samping, sementara tangan kirinya menyiku ke depan.

4. Guriso

Ragam gerak ini diawali dengan tangan kiri yang lurus ke samping, sementara tangan kanan di bawah siku tangan kiri. Dalam hitungan, posisi tangan akan memutar sehingga tangan kanan akan lurus ke samping, sementara tangan kiri berada di bagian bawah siku tangan kanan.

5. Gedruk

Gedruk adalah kaki kanan yang berada di depan, lalu dihentakkan beberapa kali. Sikap satu ini dibarengi dengan posisi tangan yang singget. Biasanya, gedruk dijadikan sebagai pengantar awal di tarian topeng ini. Kaki yang dihentak adalah bagian tumit belakang.

6. Junjungan

Junjungan adalah gerakan yang melibatkan selendang yang ada di tangan kanan. Setelah singget berakhir, penari perlu melibaskan selendang, kemudian posisi kaki kanan naik sejajar. Junjungan menggerakkan properti yang terpasang di antara dua kaki.

7. Penthangan Lombok

Gerakan ini diawali dengan posisi singget, lalu dalam 4 hitungan hanya tangan kiri saja yang bergerak. Di hitungan 8 berikutnya, keduanya menyiku bergantian di depan badan. Gerakan ini sangat halus, namun dibawakan dengan gerak yang gagah.

8. Gerak Labas

Gerakan ini juga disebut sebagai gerak berjalan memutar. Model labas pada tarian ini adalah memutar dengan menghentakkan kaki. Selain hitungannya yang dilakukan dengan 8 hitungan, memutarnya pun mengikuti angka 8.

9. Kencak

Kencak adalah gerakan hentakan kaki kanan dan kiri secara bergantian, sementara posisi tangan masih singget yang menyiku yang juga dilakukan bergantian. Gerakan kencak mengambil hitungan 2×8 dan dilakukan dengan tempo yang agak cepat.

10. Kencrongan

Posisi kaki kanan pada gerakan ini berada di depan, sementara kaki kiri ada di belakang. Kaki menghentak dalam hitungan hingga ke-8. Sementara posisi tangan berada di samping kepala, lalu gerakan ini diikuti dengan posisi singget gunting, kemudian sirig.


Baca juga: Tari Glipang, Mengulas Keunikan Tarian Daerah Probolinggo


Pola Lantai yang Digunakan

Pola lantai pada tari Topeng Malangan menggunakan pola garis lengkung. Para penari membentuk lengkungan atau berbentuk lingkaran saat menari. Meskipun garis lengkung identik dengan kesan magis, tarian topeng menggunakan pola ini karena banyak menggunakan gerakan angka 8.

Properti Tari Topeng Malangan

topeng malangan
aremamedia.com

Properti juga menjadi salah satu elemen yang tidak dapat dilepaskan dari kesenian atau tarian. Dalam tarian ini, kita rinci beberapa properti yang kerap dilibatkan dan menjadi keunikan dan daya tarik tersendiri.

1. Sampur

Para penari tarian ini mengenakan sampur berwarna kuning. Sampur berada di pundaknya, sementara sisi kanannya terkait dengan lengan kanan. Sisi kiri sampur dibiarkan menjuntai ke bawah. Ukuran selendangnya juga cukup panjang, namun tidak begitu lebar sehingga terlihat kecil.

2. Topeng

Ciri khas tarian ini adalah penggunaan topeng. Dahulu, topeng yang digunakan terbuat dari emas. Namun kini, topeng yang dipakai adalah terbuat dari pahatan kayu. Masing-masing penari menggunakan topeng sesuai lakonnya, termasuk antagonis atau protagonis.

3. Irahan

Irahan adalah nama lain dari mahkota. Nah, mahkota merupakan properti yang juga penting dalam tari Topeng yang satu ini. Bentuk mahkotanya biasanya disesuaikan dengan lakonnya. Untuk yang memerankan tokoh sebagai ratu, memiliki mahkota yang sangat cantik daripada yang lainnya.

4. Anting

Anting merupakan bagian yang juga penting dalam tari Topeng. Bentuk anting biasanya memanjang hingga ke dada sang penari. Antingnya tidak tertempel di telinga, melainkan di bagian mahkotanya. Anting memiliki bola-bola kecil yang warna-warni.

5. Selendang

Selendang dan sampur memiliki makna yang berbeda. Selendang merupakan kain yang lebih pendek daripada sampur. Kain selendang diikatkan ke bagian perut penari. Di beberapa gerakan, selendang akan mempertegas tarian, terutama tokoh laki-laki dalam cerita.

6. Keris

Tokoh-tokoh yang dianggap sebagai kesatria umumnya memiliki keris di bagian pinggangnya. Properti ini sangat umum digunakan untuk pertunjukkan tari topeng manapun. Bentuk keris mengikuti adat asal daerah itu sendiri.


Baca juga: Tari Jaranan, Sebuah Kesenian Ekstrim dari Kediri


***

Hingga kini, tari Topeng Malangan masih menjadi kesenian yang luhur di daerah Malang. Tarian yang dipimpin dalang ini sering dibawakan di berbagai upacara termasuk pernikahan. Sebagai generasi muda, kamu patut bangga karena tarian ini memiliki arti sejarah panjang terkait Kota Malang.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *